1

84 12 3
                                        

"KAK AZRIEELLLLLL..." teriak gadis dengan rambut panjang yang dikuncir kuda tersebut membuat orang-orang yang lalu lalang langsung menatap kearahnya.

Orang yang diteriaki namanya pura-pura tak mendengar, ia sudah bosan dengan cewek ini. Setiap saat ia selalu mengikutinya entah apa di pikirannya tersebut.

Si gadis tersebut menggerutu sebal, ia sudah memanggil-manggil pujaan hatinya tapi ia malah dihiraukan seperti ini. Emangnya ia tukang obat apa?!

Sebelum pujaan hatinya pergi lebih jauh, ia langsung berlari kecil ingin menyusulnya tapi langkahnya terhenti karena seseorang menghadangnya.

"Eits... mau kemana Lo?" Tanya cowok berperawakan tinggi tersebut.

Ia mendongak, kalau tak salah Anggana namanya teman dekatnya Azriel.

Gadis itu menggerutu sebal "Ishh.. Awas deh, gue mau nyusul pacar gue tahu?!" Jawabnya ketus.

Vivi si gadis yang ter-amat menyukai Azriel kakak kelasnya. Gadis yang sudah berulangkali ditolak tapi tetap saja masih mengejar cowok dingin tersebut.

"Lo gabisa terus-terusan ngejar dia, lo tuh cewek petakilan, ceroboh, heboh, masih mending kalau pinter lha ini?! Jadi lo itu gak termasuk tipe Azriel. Mending Lo jauh-jauh deh" Ucap Anggana lurus tanpa memikirkan perasaan gadis di depannya ini.

"Hiks.. ngerasa tersanjung gue dengerin ucapan lo" kata Vivi bangga yang membuat Anggana melongo tak peracaya.

Waraskah cewek ini? Dirinya baru saja menghinanya, tapi ia malah mengucapkan terimakasih? Benar, pastas saja Azriel tidak mau padanya ternyata cewek ini gak normal.

"Dasar cewek gila lo?!" Cibir Anggana

"Lo tuh yang gila! Ngalangin gue buat ngejar Kak Azriel. Gara-gara lo gue jadi gabisa barengan sama pacar gue tahu?! Ahh sekarang kemana sih yayang Azriel perginya." dikerecutkan bibirnya kedepan membuat Anggana memutar bola mata malas.

"Terserah lo deh, gue tuh cuman ngasih saran sama lo kalau suka tuh jangan over nanti malah bikin ilfeel. Kasihan kan temen gue gila gara-gara digangguin sama lo." Sungut Anggana lagi.

Anggana memutuskan untuk pergi meninggalkan gadis ini, tapi tangannya di pegang oleh Vivi.

Anggana langsung menepis tangan Vivi dari tangannya.

"Mau ngapain lo pegang-pegang tangan gue? Mulai demen lo sama gue?" Tanya Anggana.

Vivi memutar bola mata jengah "Dih.. geer banget lo jadi orang. Dengerin gue ya." Ujarnya langsung dengan nada yang lebih lembut. "Gana, Lo kan temen deketnya Kak Azriel, lo pasti tahu kan segala hal tentang kak Azriel?" Tanya Vivi penuh selidik.

"Terus?"

"Lo harus ngasih tahu gue apapun tentang Kak Azriel. Mau itu makanan favoritnya, warna kesukaannya, pokoknya hal-hal yang menyangkut Kak Azriel kasih tahu gue deh!" Pinta Vivi dengan cengiran.

"Nggak" Tandas Anggana langsung.

"Ihh kok gitu sih? Kan kakak itu baik dan ganteng masa yang kaya gituan gamau ngasih tahu?" Ucapnya penuh drama dengan suara yang dilembut-lembutkan.

Anggana memutar bola mata malas "Jijik tau gak, ada maunya bilang kakak, tadi aja bilangnya Lo-Gue. Pokoknya ya sekali nggak tetep nggak. Paham lo?!" Ujar Anggana langsung melengos pergi.

Vivi mengerucutkan bibirnya "SIALAN LO GANA, AWAS AJA YA LO PASTI BAKAL NURUTIN PERMINTAAN GUE." Ucapnya sambil berteriak.

Anggana pura-pura tuli saja, ia malas meladeni cewek itu. Lebih baik ia ke kantin mengisi perutnya yang sudah meminta jatah dari tadi.

Vivi terus menggerutu sebal, bagaimanapun ia harus bisa dekat dengan Azriel, apapun caranya termasuk mendekati Anggana dan membuat ide agar Anggana mau membuka suara.

Ting!

Ia punya ide, ia harus segera melakukannya dan mendapatkan sebuah alat atau semacam ancaman mungkin untuk membuat Anggana mau membantunya.

°°°

Hai-hai-hai???
Kira-kira apa ya yang akan dilakukan Vivi selanjutnya?

Dikit dulu ya ceritanya😂

Btw,mohon maaf ya bila ada typo, atau bahasa kurang jelas dan nggak nyambung bikaus aku masih belajar hhe.

Salam kenal semuanya yaa..

Lia

Saat Rindu Hanya Sebatas PenaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang