1.Meet

110 10 2
                                        

Tettttt.... Tettttt.... Tettttt....

Bunyi bel masuk menggema di sepanjang koridor sekolah, memberi tahu kepada semua siswa-siswinya bahwa pelajaran akan segera di mulai.

'aduh bisa telat nih Gue' rutuk seorang gadis dalam hati yang tak lain adalah Airin Putri Rianti, atau yang kerap di sapa Airin. Airin yakin pasti ia akan kena semprotan, dampratan, bahkan wejangan tujuh turunan, delapan tanjakan, sembilan belokan, dan sepuluh tikungan dari Bu Desi guru terkiller disekolahnya sekaligus menjabat sebagai wali kelasnya.

Masih merutuki dirinya ia melanjutkan langkahnya menuju kelas XI IPA3 dimana kelasnya berada. Kini ia sudah di depan kelasnya, dengan bermodalkan keberanian ia mulai menarik gagang pintu berharap Bu Desi belum menampakkan batang hidungnya. Dan benar Bu Desi belum datang untuk mengajar. Airin menghela nafas.

Baru saja ingin mendudukkan bokongnya, sudah ada saja pertanyaan dari sang sahabat.

"Dari mana aja Lo rin?, Untung Bu Desi belum dateng" tanya sahabatnya, Audi Rahma Ayudia, atau kerap di sapa Audi oleh Airin.

"Gue abis kencan sama pacar hehe" jawabannya ngawur sembari mendudukkan bokongnya. Audi pun hanya terkekeh geli melihat tingkah laku sahabatnya. Makin lama otak Airin penuh dengan oppa-oppa Korea.

Mereka mengakhiri percakapannya karena Bu Desi sudah datang.
"Selamat pagi anak-anak, maaf ibu terlambat karena tadi ada sedikit masalah" ucap Bu Desi memberi salam.

"Pagi bukkkkkk" jawab semua murid serempak.

"Airin, Gabriel tolong ambilkan buku paket di perpustakaan" perintah Bu Desi.

"Baik Bu!" Jawab mereka serempak.

Sebelum pergi ke perpustakaan, Airin mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ternyata ia mengambil penggaris besi. Serasa di perhatikan Airin membalikkan tubuhnya ke samping, benar Airin sedang di perhatikan oleh Audi yang sedang menautkan kedua alisnya seakan bertanya 'untuk apa'

"Oh ini buat jaga jaga, takut si Riel macem macem" ucapnya cengengesan memberi tahu maksudnya.

Perlu kalian ketahui bahwa Riel yang dimaksud adalah Gabriel Wijaya, atau yang sering disapa Gabriel, ia merupakan teman,bahkan sepupu Airin yang memiliki otak gesrek. Jadi Airin tahu sifat sepupu gesreknya itu seperti apa.

Audi pun hanya ber'oh'ria saja.

                         **********

"Kok Gue sih yang bawa banyak, Lo kan cowok" protes Airin tak terima. Sedari tadi Airin mengomel karena Gabriel tidak mau membawa buku paket, paling paling hanya dua. Kalau begini akhirnya, mending ia minta ditemani Audi tadi pikirnya.

Gabriel mulai jengah dengan Airin yang sedari tadi mengomel.
"Ya elah Lo mah kayak apa aja, Gue tuh lagi sakit jadi nggak boleh bawa yang berat-berat" jelasnya. Merasa tidak percaya Airin menempelkan punggung tangannya ke dahi Gabriel untuk mengecek suhunya, tapi suhu tubuh Gabriel normal-normal saja.

"Boong Lo, mana ada. Sehat sehat aja tuh, Gue kan cewek mana kuat bawa yang berat berat" kesalnya.

"Yakin Lo cewek, nggak percaya Gue kalo Lo cewek tulen, mana ada cewek kelakuannya kayak monyet lepas" goda Gabriel sambil terkekeh.

"Enak aja Lo ngomongin Gue monyet lepas, Gue tuh beneran cewek tulen" sergahnya membantah. Tidak lihatkah Gabriel bahwa dirinya memiliki wajah cantik bak girlband-girlband Korea, seenaknya saja dikatai monyet lepas.

"Udah mana sini bukunya, biar Gue aja yang bawa" ucap Gabriel sembari mengambil alih buku dari Airin. Gabriel menyudahi perdebatannya, kalo terus berdebat dengan Airin sampai besok pun tidak akan selesai selesai.

VICTORINStories to obsess over. Discover now