Part one

77 9 29
                                        

"Berawal dari luka, akan kan berakhir  dengan indah, saat memili tuk terima luka, apakah ini yang terbaik?"

Angelina merly sirait

Angel pov

Hidupku tidak lah sesempurna anak remaja pada umum nya, aku selalu mendapat perlakuan buruk dari orangtua ku terutama mama ku.
Aku sangat menyayangi mereka, tapi entah apa alasanya aku di bedakan dari adik-adik ku.

Tapi yang paling tidak aku mengerti adalah pria itu yang telah sah jadi suami mama dan otomatis jadi papaku.

Dia tidak menunjukkan kasih sayangnya padaku, tapi juga tidak peduli padaku. dia hanya diam dan tidak pernah mau melihat ku atau pun menyapaku, entah apa yang salah pada ku.

Tapi pada adik-adikku dia akan bersikap amatlah manis dan lembut,
Mungkin karena mereka berdua adalah anak kandung pria itu.
Atau dia tidak suka dengan kehadiran ku di dalam keluarga mereka?
Kalau ya?
Itukan bukan salah ku, jika aku bisa memiliki siapa yang jadi Ibuku maka aku tidak akan ada dalam kerumitan ini kan?
Entahlah begitu banyak pertanyaan di hati pikiran dan hidupku.

hanya saja aku tidak tau jawabannya atau lebih tepatnya memanglah tidak punya jawabannya. Entah lah. Aku tidak paham?!.
Jika papa aku tidak terlalu punya banyak pertanyaan untuknya, mungkin karena dia bukan papa biologisku. tapi mama adalah wanita yang mengandung dan melahirkanku. tapi sampai saat ini aku tidak mengerti mengapa dia begitu buruk padaku?.

Keseharian ku tidaklah banyak
Hanya seputar sekolah, perpustakaan, dan rumah, itu saja. membosankan bukan?. tapi setidak nya di hari sabtu mama megizinkan aku untuk pergi ketempat peristihatan terakhir adikku yang dulu selalu ada untukku dan selalu mengguatkanku dalam segalah masalah dan sedihku he hero in my life. Dan adiku kebetulan di kubur di kota Medan dekat rumah kami dulu sebelum papa dan mama berpisah.

Soal pernikahan?

Aku tidak tau kapan mereka menikah tapi pada saat aku di jemput ke rumah Paman ku untuk tinggal dengan mama lagi di kota Medan ini. di rumah ini lah aku baru tau jika mama ku sudah menikah lagi dan punya dua anak perempuan.  Itu pun setelah empat bulan berlalu. Jika ditanya Aku terkejut?, sudah pasti karena yang aku dengar informasi dari paman ku, mama ku punya pacar bukan sudah menikah apa lagi sudah punya dua anak?!. Rasanya aku ingin marah. teriak. atau apapun itu untuk meluapkan perasaan ku saat ini. tapi lagi dan lagi aku hanya bisa diam dan membisu. rasa nya aku jadi bingung bagaimana aku bisa memiliki dua adik sementara aku tinggal di kampung baru 4 tahun.?!. Entahlah aku jadi tidak bisa berfikir.

Jika aku sendiri tau kapan mama menikah. aku tidak akan setuju mama menikah lagi karena aku takut mama akan membuangku, ya walaupun mama selalu memukulku, memakiku ataupun tidak menganggap aku anaknya. Aku tetap amat sangat menyayanginya.

aku juga tidak keberatan dengan semua kekerasan yang mama lakukan pada ku semalam ini yang terpenting aku bisa melihat nya ada dalam hari hari ku.

Yang membuatku sedikit tenang dengan kabar pernikahan mama ku adalah sahabat ku Mastiur. Mastiur sahabat lama ku dulu yang ada di Medan kami tetangga di rumah lama kami Mastiur bilang pada ku, "bisa sajakan mama mu akan sayang padamu karena sekarang ada seseorang di sampingnya yang membantunnya mencari uang untuk kebutuhan hidup kalian." nasehat nya padaku selesai aku bercerita pada nya di telepon.

Dan dia juga bilang siapa tau selama ini mama kasar padaku karena dia setres mencari uang untuk kebutuhan kami. Aku pikiri juga benar dan aku berdoa dalam hatiku supaya mama sanyanag padaku.

Mama, apa artiku dihidupmu?Stories to obsess over. Discover now