Hari ini adalah hari sabtu, hari dimana keluarga Guardian pindah dan menempati rumah yang baru, rumah ini di design sendiri oleh Tuan Manaf yang di setujui oleh Nyonya Arum. Rumah ini sangat luas, indah, dan rapi. Tuan Manaf sangat hebat soal mendesign rumah.
Alexa memasuki ruang tamu, dan... Seperti dugaannya, pasti sangat indah, sangat dan sangat, dinding dan cat di design dengan classic. Perabotnya juga di pilih dengan sedemikian rupa. Sehingga kesan rumah ini bak rumah Eropa klasik.
Setelah puas melihat-lihat isi rumah yang sebelumnya memang belum pernah Alexa lihat– dikarenakan pembuatan rumah ini sengaja dirahasiakan oleh Tuan Manaf agar menjadi kejutan untuk keluarga Guardian. Alexa masuki kamar barunya yang terletak di lantai dua dari rumah ini. Seperti dugaannya, kamarnya biasa saja, Papa. Papa nya ialah seorang yang paling berbeda dari kebanyakan orang. Rumah ini dari luar terlihat sangat bagus, ketika memasuki ke dalamnya, kalian akan menemukan rumah bergaya Eropa yang sangat elegan, tapi Tuan Manaf orang yang sangat menegakkan kedisiplinan pada anak-anaknya sehingga kamar-kamar mereka di buat sangat sederhana bahkan bisa dibilang sangat tidak mungkin untuk ukuran rumah seperti ini. Tidak, Alexa tidak mengatakan kalau kamarnya sangat kecil, kotor, dan jelek. Kamar Alexa cukup untuk dirinya seorang, nyaman dan terkesan sederhana. Alexa dan saudara-saudaranya diajarkan untuk tetap rendah hati dan hidup sederhana agar ketika kemiskinan datang kepada keluarga mereka, mereka dapat dengan mudah menerimanya.
Tak terasa Alexa sudah selesai dari aktifitas nya membereskan pakaian, buku, dan perlengkapannya yang lain. Merasa lelah, Alexa perlahan memejamkan matanya.
🖤
Sayup-sayup terdengar suara Nyonya Arum yang merdu, tercetak jelas di telinga Alexa. Segera ia bangun dan menuju kamar mandi agar tidak menjadi bahan objek Mamanya pagi buta ini. Alexa mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat di kamarnya dengan tenang. Setelah itu ia akan kembali tidur.
Belum sempat Alexa menutup matanya telah terdengar suara berisik dari luar kamarnya.
"Ecaa! Bangun cepet! Habis subuh malah tidur lagi, bantuin Mama beres-beres rumah! Punya anak gadis banyak kok malah ga ada satu pun yang mau bantu kerjaan Ibu nya, pemalas semua," Alexa langsung duduk dan menormalkan kembali alam bawah sadarnya, seram sekali mendengar Nyonya Arum Guardian sudah berteriak pagi-pagi buta seperti ini. Ia menggerutu kesal, pasti kakak-kakaknya yang lain juga akan bersiap tidur kembali, maka dari itu Nyonya Arum sudah konser pagi.
"Eca! Cepet bangun! Bantuin Mama beres-beres rumah," ternyata Nyonya Arum tidak beranjak dari tempatnya berdiri.
"Iya Ma, ini Eca udah bangun,"
Alexa pun keluar dari tempat pulau kapuknya dan berjalan menuju tangga, tiba di tangga ia melihat sesuatu yang menyenangkan hatinya.
"Yeay! Roti bandung!" Dengan cepat Alexa mendekati meja makan dan meneliti isi roti bandung tersebut. Setelah dipastikan bahwa ada rasa keju, Alexa segera mencomotnya.
"Kak Eca, itu punya dedek!" Seru Adelia yang menyadari kalau Kakaknya merebut roti yang sudah dibooking-nya duluan.
"Buat Kakak ya Del,"
"Mo!"
"Ayolah Delia cantik, nanti Kakak janji beliin ice cream oke?"
"Nggak! Kak Eca kan ga ada uang,"
"Eh, siapa bilang ga ada? Uang Kakak banyak kok di dompet Kakak,"
"Nggak! Kak Eca kan suka bohongin Delia,"
"Ih, sejak kapan Kakak bohongin Delia coba?"
"Ga usah mau Del, Kak Eca emang ga punya duit terus suka bohong lagi, ih amit-amit deh main sama Kak Eca, nanti Delia di manfaatin mulu, mau?" Sambar Meisie ketika mendengar percakapan dua beradik tersebut– Meisie ialah cucu tertua ke dua di keluarga Guardian, tetapi anak pertama dari Manaf.
YOU ARE READING
TRUE LOVER
ChickLitKisah ini menceritakan tentang seorang gadis yang cantik dengan bakat yang banyak. Gadis keturunan negeri Hitler tersebut memiliki fisik yang diidam-idamkan semua orang, wajahnya oval sempurna, mata biru yang bulat nan bening, kulitnya putih pucat...
