Part 11

32 27 3
                                    

Aku berjalan-jalan di pagi hari ini, Reno belum datang. Jadi aku memutuskan untuk ke taman belakang dan tempat yang belum aku ketahui di sekolah ini. Tidak terlalu jauh dari kelasku aku bertemu kembali dengan Vera, dia seperti biasa memakai kaca mata.

"Vera,"panggilku.

"Talia,"ucapnya tersenyum.

Aku mengajaknya untuk berjalan-jalan di sekolah ini dan mengajak dia ke taman belakang yang biasa aku dan Reno datangi.

"Kamu kenal Reno?"tanyaku penasaran saat kami sedang membahas tentang Reno.

"Tentu aku sangat kenal dia, saat SMP aku pernah satu kelas dengannya."ucap Vera.

"Ooh, kalian pernah satu kelas. Lalu apa kamu tahu kalau Reno suka sama Vanes-,"ucapku berhenti.

Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, karena aku baru saja bertanya apakah dia tahu kalau Reno menyukaui Vanesa.

"Kenapa? Vanesa kan. Aku sudah tahu kalau Reno menyukainya,"ucap Vera.

Aku menatap Vera tidak percaya, karena dia mengetahui apa yang terjadi dengan Reno.

"Kenapa kamu bisa tahu?"

"Karena aku menyukai Reno, dan aku tahu sekarang Reno sedang dekat dengan kamu,"ucap Vera seraya menundukkan kepala.

"Kenapa?"aku meraih dagunya untuk menatapku. "Kenapa kamu sepertinya sedih, aku tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas sahabat tidak lebih,"ucapku meyakinkan.

"Ya, tapi mungkin Reno menyukaimu."

"Tidak mungkin, dia masih menyukai Vanesa."

Aku menatap wajah terluka. Vera benar-benar sedih mendengar kebenaran itu.

"Kalau boleh tahu sudah berapa lama Reno menyukai Vanesa dan kamu menyukai Reno?"tanyanku karena aku penasaran apa yang sebenarnya terjadi.

"Tapi kamu janji tidak akan menceritakan ini pada Reno."

"Iya aku janji."

Vera mulai menceritakan semuanya dari awal.

Flasback

Suatu hari, saat Vera bertemu dengan Reno di kelas VIII. Karena saat kelas VII Vera tidak satu kelas. Tetapi di saat itu juga, mereka satu kelas dengan Vanesa. Dan kabar yang beredar bahwa Reno mencintai Vanesa, bahkan sudah menembak Vanesa pada saat kelas VII dan berpacaran.a Tetapi setelah kelas VIII mereka putus.

Vera memang bahagia saat itu, tapi dia terluka karena ternyata Reno masih menyimpan rasa pada Vanesa. Sampai kapanpun, hingga Vera hanya bisa memendam perasaanya.

Kelas IX Vera mulai mengungkapkan perasaannya, tetapi Reno hanya menganggap dia teman satu kelasnya. Tidak lebih dari itu, karena Reno sejujurnya hanya menyukai Vanesa. Hingga akhirnya untuk di satu sekolah yang sama. Vera merubah penampilannya. Dia mengubah cara berpakaian den memakai kaca mata.

Reno tidak pernah tau bahwa Vera sekarang satu sekolah bersamanya karena Vera tidak pernah bertemu atau menunjukan dirinya pada Reno sampai kelas  XII, karena mereka juga tidak pernah satu kelas.

*

Vera kembali meneteskan air matanya saat menceritakan kisah dia yang sampai sekarang masih mencintai Reno dalam diam dengan sembunyi.

Aku hanya bisa diam dan terharu mendengar cerita dari Vera.

"Sabar ya, aku bisa bantu kamu kalo kamu mau pacaran sama Reno,"ucapku yakin.

"Tidak perlu, aku tidak perlu menjadi pacarnya, biarkan aku jadi pengagum rahasia saja,"ucap Vera sambil menghapus air matanya.

"Tidak tidak, aku berjanji akan buat kamu pacaran dengan Reno."

"Jangan berjanji Talia, aku takut kamu tidak bisa menepatinya."

"Baiklah, aku akan buat kamu pacaran, tetapi tidak janji,"ucapku.

Vera hanya tertawa dan memperlihatkan lesung pipitnya.

"Tapi aku tidak berani mengakuinya lagi."

"Tenanglah, aku akan membantumu."

Vera memelukku dan mengucapkan banyak terima kasih.

Dan hari itu aku berteman dengan Vera. Kami sering bertemu bahkan aku juga suka datang di cafe tempat Vera bekerja.

Reno mulai mengingat siapa Vera yang selalu aku ceritakan. Karena ternyata Reno benar-benar lupa, dia hanya mengingat Vanesa. Bahkan Reno kembali meminta tolong padaku untuk membujuk Vanesa kembali jalan-jalan bersamanya.

Aku tidak menolak permintaanya, karena dengan begitu aku bisa menemui kedua orang tua Reno. Tetapi aku sudah berkata akan membuat Reno pacaran dengan Vera. Entah bagaimana caranya, aku pasti bisa. Dan membuat Reno sadar bahwa Vanesa tidak mencintainya.

***

HarapanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang