PROLOG

934 32 6
                                        

warning : baca author note ya.

***

"Mama! Papa nih jahilin aku terus!"

Wanita yang sedang membuka sebuah album foto menoleh ke arah tangga, tempat putranya berlari kecil menuju ke arahnya. Wajah kecil itu memberenggut, lalu merentangkan tangannya ingin dipangku.

Ia mengangkat anaknya ke pangkuan. "Kenapa sih anak Mama?"

"Tuh Papa tuh, ngeselin." Tunjuk anak kecil itu pada sosok lelaki yang baru saja menuruni tangga sambil tertawa karena telah berhasil menjahili anaknya.

Semua orang akan percaya jika wajah anak kecil itu adalah ciplakan dari wajah ayahnya. Tentu saja, lihat lah betapa miripnya mereka.

"Kamu nih jahilin dia terus!" omel wanita itu pada lelaki tadi yang kini sudah duduk di sampingnya.

"Iya, maaf. Seru sih gangguin anakku ini," ucapnya dengan sisa tawa sambil mengacak rambut anaknya.

Anak kecil itu masih cemberut, ia mengelak dari Papanya kemudian turun dari pangkuan sang Mama. "Tahu ah, kesel sama Papa," gerutunya lalu berjalan menuju tangga, ingin kembali ke kamarnya.

"Ih," wanita itu mencubit pinggang suaminya. "Kamu apain dia lagi, sih?"

"Lagi baca buku terus aku ganggu," jawabnya enteng.

Wanita itu menghela napas sambil geleng-geleng kepala. "Dasar tukang ganggu."

"Persis kayak kamu waktu sekolah, kan?" Lelaki itu mengerling jahil pada wanitanya.

"Apaan sih," balas wanita itu sambil membuka kembali album foto. "Lihat deh," tunjuknya pada sebuah foto yang menampilkan dua orang gadis dan 5 orang laki-laki yang masing-masing berpose. "Aku kangen."

Lelaki itu tersenyum tipis menanggapi. Ia menatap lamat-lamat foto tersebut untuk kemudian membuat suatu keputusan.

"Kamu pengen ketemu sama mereka lagi?"

Wanita mengangguk dengan pelan. Ia rindu pada orang-orang yang berada di foto itu, sudah beberapa tahun semenjak ia menikah, ia tidak pernah lagi bertemu dengan teman-temannya. Bukan karena tidak ingin, tapi jarak beribu mil yang memisahkan.

"Mau kembali ke sana?" tanya lelaki itu sungguh-sungguh.

"Aku masih takut, masih nggak—"

"Kita lawan sama-sama. Aku selalu ada untuk kamu, Nad."

Wanita itu menatap suaminya sesaat lalu kembali menatap foto itu. Lalu semua yang terjadi di masa lalu terputar di otaknya seperti sebuah film lama. Kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kehilangan, semuanya pernah ia alami pada masa itu.

Benar, satu hal yang terjadi di masa lalu tidak bisa membuatnya lari seperti ini terus-menerus. Oleh karena itu, ia mengangguk dengan pelan-pelan.

"Iya, kamu benar. Kita kembali ke sana."

Ia tersenyum lebar. Kejadian demi kejadian bermunculan di kepala, seperti membawanya kembali pada masa itu. Mengingat semuanya dengan baik lalu suatu saat ia akan menceritakan pada anaknya.

Tentang masa dimana semesta benar-benar mempermainkannya.

***

hello!!
welcome to my new story, guys! i hope u enjoy to reading this!

baru prolog ya, setelah ini akan terjadi flashback beberapa tahun lalu. jadi kalian jangan bingung karena waktu pada prolog dan bab 1 berbeda.

iya, prolog ini menunjukkan akhir dari apa yang terjadi sedangkan bab 1 hingga tamat nanti akan menceritakan apa yang terjadi sebelum prolog tersebut. gitu, ngerti nggak?

ohiya! ini adalah cerita ketigaku dan aku masih amatir, masih pemula, jadi mohon maaf jika cerita ini kurang dan tidak memuaskan:)

hm, cerita My Sunshine dan Accidental? maaf ya, aku unpublish. dokumen kedua ceritaku itu terhapus, entah karena hapeku yang error atau aku yang salah hapus, aku nggak tau. tiba-tiba aja pas mau next udah hilang semua😭.

tapi, insha allah jika sanggup, aku akan ngetik ulang dan pikir alurnya gimana karena jujur dokumen yang terhapus itu adalah catatanku tentang cerita ini, masalahnya gimana, penyelesaiannya gimana, semua ada disitu. so guys, aku butuh waktu untuk memikirkannya lagi.

sebagai gantinya dan permintaan maafku, aku bikin cerita ini. berdoa ya semoga cerita ini sampai selesai!😂

see u!

Second QueenStories to obsess over. Discover now