Seorang gadis berdiri didepan papan tulis besar, dengan memutar-mutarkan badannya hingga 180°, dan dengan wajahnya yang tampak gugup.
"Nama gue, Saura Senjani. Selama liburan sekolah ini, gue hanya menghabiskan waktu untuk berburu foto human interest. Bagi gue itu sangat menyenangkan, mungkin bagi kalian sangat membosankan" ucap Saura
Mata Saura tidak berhenti untuk memperhatikan temannya satu per satu dari depan kelas, "Wajah-wajah yang asing", batin Saura
Tiba-tiba mata Saura tertuju pada satu lelaki yang duduk barisan depan. Lelaki itu wajahnya sangat datar, jutek, dan cuek. Saura pun memperhatikan lelaki itu "Ini manusia apa patung njir". Batin Saura tidak berhenti bicara untuk mengomentari lelaki tersebut.
"Saura, kamu boleh duduk sekarang" kata Bu Agnes, wali kelas XI IPS 1. Namun Saura masih diam ditempat memperhatikan lelaki yang mencuri pandangannya itu.
"Woi Saura" teriak Belva,teman sebangku Saura membuat Saura kaget
"Cie ngeliatin Ranu" ucap mario, teman Ranu
"Oh ini yang namanya Ranu?", batin Saura. Saura pun segera duduk kebangkunya kembali.
****
Bel istirahat pun berbunyi. Belva sedang mengantri untuk membeli bakso, sedangkan Saura enak-enaknya menunggu.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan bakso pun sudah datang.
"Eh Belva" ucap Saura, membuat Belva yang ingin menyuap bakso menjadi terhenti
"Naon?" jawab Belva
"Lo tau gak si? kenapa gue tadi merhatiin Ranu?", tanya Saura
"Gak lah, lo gak ngomong apa-apa sama gue", jawab Belva
"Ih, jadi tuh gini. Kemarin kan dia enggak sekolah tuh, nah dia masuk rumah sakit katanya gara-gara sakit. Tapi, gue gak tau Ranu yang mana, dan gue mau cari tau dong. Akhirnya gue curiga sama tuh cowok yang duduk paling depan, soalnya dia kan dari kemarin enggak masuk, dan gue rasa itu si yang namanya Ranu. Eh bener, itu Ranu" kata Saura dengan panjang lebar
"Kenapa lo gak nanya ke gue aja?" tanya Belva
"Dih, enggak ah. Gue maunya cari tau sendiri aja"
"Kenapa lo mau cari tau?"
"Yah, gue sama dia chatan" jawab Saura
"Serius? Chat apa aja?" tanya Belva
"Panjang deh, dari dia curcol ke gue. Eh lama-lama gue juga ikutan curhat tentang mantan gue, tapi kok dia cuek banget ya pas ketemu sama gue gitu disekolah"
"Maybe dia malu sama lu, haha"
"Masa sih?" jawab Saura, Saura jadi memikirkan Ranu. Rasanya Saura ingin cepat-cepat kembali kekelas, akhirnya dia makan dengan sangat terburu-buru, membuat Belva memperhatikan Saura sambil mengerutkan dahinya.
"Woi, nafas!" ucap Belva
"Gue mau cepet-cepet kekelas" jawab Saura
"Ngapain Ra? ada tugaa?"
"Gue mau caper ke Ranu"
"Kampret" jawab Belva sambil tertawa dengan gelinya
"Buruan apa lo, makan lemot banget nih" ucap Saura dengan kesal
"Ini udahan bawel"
"Ayuk, keburu masuk nanti gak bisa caper deh gue", Saura dan Belva pun langsung menuju ke kelas.
YOU ARE READING
Saura
Teen FictionBagaimana rasanya mencintai seseorang namun tidak dibalas? Bagaimana rasanya menahan perasaan sekian lama namun nyatanya orang yang kita suka selama ini juga suka dengan kita? Itulah yang dialami Saura Senjani dengan Ranu Albareth. Selamat membaca...
