Part 2 - Murid Baru

33 10 0
                                        

Saat ini Zea sedang menyusuri kolidor, ntah kemana kakinya melangkah. ada rasa malu saat Ia mengetahui jika orang tadi memang benar anak dari pemilik sekolah ini.

'Ruang musik'.

Tanpa berpikir panjang Zea segera mendekat keruangan tersebut. persetan dengan hukuman karena Ia membolos,  Zea pikir bermain musik akan membuatnya tenang dan lupa dengan orang aneh itu.

Ada suara petikan gitar dari dalam ruangan tersebut. Zea sempat bergidik ngeri, apakah ada penunggu diruang musik tersebut. Tapi untuk apa? kenapa penunggu itu tidak mencari tempat seperti gudang. apakah penunggu itu juga ingin bermain musik untuk menenangkan pikiran. Zea menggelengkan kepalanya cepat membuang pikirannya yang sudah tidak karuan itu jauh-jauh.

Dengan langkah ragu Zea mendekat dan mencoba meraih knop pintu.

Ceklek

Zea mengernyitkan dahinya bingung, tidak ada orang di dalam namun suara itu berhenti saat Zea membuka pintu.

"ga ada orang!".

Tanpa memikirkan rasa takut dan penasarannya Zea segera mengambil sebuah gitar dan mulai memetikkan senar dengan merdu.

Orang yang berada di dalam tadi lebih dulu dari Zea merasa ketenangannya terusik. Ia segera keluar dari ruang khusus yang berada di dalam ruangan itu, dan memastikan siapa orang yang sudah berani mengacaukan ketenangannya.

Lelaki itu berdiri tepat di hadapan Zea sambil berkacak pinggang dengan aura dingin dan wajah datarnya.

Zea yang sedang asik bermain gitar segera mendongak saat sepasang sepatu berdiri dihadapannya.

"Lo!".

Tangan kekar milik lelaki itu langsung merampas gitar yang dipegang oleh Zea.

"keluar!"Suara khas milik lelaki itu sambil menunjuk ke arah pintu.

Melihat perlakuan darinya, Zea segera berdiri dan sedikit menepuk bagian roknya karena debu.

"nggak usah semena-mena bisa!"ucap Zea tak kalah nyolot.

"Lo atau gue yang keluar?!".

Zea tersenyum miring "ga usah repot-repot. gue sadar diri!".

Baru beberapa langkah Zea berjalan langkahnya terhenti.

"satu lagi, Jangan pernah bangga dengan apa yang Lo miliki saat ini. Karena ini semua hanya TITIPAN!"Ucap Zea dengan penekanan pada kata terakhir.

Setelah mengucapkan itu Zea segera pergi meninggalkan lelaki yang sedang mati-matian menahan emosinya.

                            🌚🌚🌚🌚🌚

Setelah melewati 4 jam pelajaran akhirnya bel yang sangat ditunggu-tunggu setelah bel pulang adalah bel istirahat pun berbunyi. Untung saja saat Zea memasuki kelas guru yang mengajar sedang ada urusan di kantor. Jadi Zea tak perlu susah payah mencari alasan.

"Zea, lo mau ke kantin kan?!" tanya mila sambil berjalan ke arah Zea, saat ini Mila dan Zea sekelas.

"Iya!" jawab Zea sambil merapikan buku nya.

Mereka pun berjalan ke kantin. Setelah sampai kantin disana sudah ada Aletha, Tania dan Vira. mereka sudah menunggu Zea karena biasanya mereka selalu berasama namun keberuntungan belum berpihak pada mereka karena mereka harus berpisah kelas.

"itu murid baru kan? kalo nggak salah namanya Mila. Sejak kapan Mila masuk geng kita?!"tanya Tania sambil berbisik kepada Aletha.

Maklum jika ada Murid baru pasti kabar burung sangat mudah menyebar.

ZeanathStories to obsess over. Discover now