Prolog

74 15 0
                                        

Matahari mulai menampakan sinarnya melewati celah jendela milik sang gadis yang sedang tidur dengan damai dan tenang. Ia menggercapkan matanya beberapa kali untuk menetralkan penglihatannya.

setelah itu Ia bangkit lalu menyibakkan selimutnya dan berjalan gontai menuju kamar mandi.

Tok Tok Tok

Tak ada reaksi apa pun dari dalam kamar sehingga membuat orang itu terpaksa berteriak.

"ADIKKU TERCINTA!".

Zea memutar bola matanya malas lalu keluar dari kamar mandi setelah mengenakan pakaiannya.

"Apa?!".

"gue berangkat duluan ya?!"pamit Varo sang kakak kepada Zea.

"Hm!".

Varo gemas melihat sang adik tangannya terulur untuk mengacak-acak rambutnya. lalu Ia segera pergi sebelum mendengar Auman macan Asia yang dapat memekakan telinganya

Zea segera mengambil tas dan mengenakan sepatu lalu turun kebawah.

"nggak sarapan dulu non?!"tanya bi rumi pada Zea.

Zea hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.

"Ini kan hari pertama non sekolah, nanti sakit lo kalo nggak sarapan."peringat sang bibi.

"Zea langsung berangkat aja."pamit Zea lalu bergegas menuju garasi.

Zea sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri hanya ada Varo dan bi Rumi yang masih setia menemaninya. Mama dan Papa Zea masih sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka jarang berada dirumah. Mama Zea selalu ikut sang Papa untuk membantunya mengurus perusahaan. Terkadang kedua orangtua Zea harus keluar kota bahkan keluar negeri untuk mengurus cabang perusahaannya yang berkembang sangat pesat.

Sesampainya di sekolah, Tak heran jika Zea menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi SMA Dirgantara.

Gadis dengan paras yang cantik, body goals, dan pintar.

Banyak sapaan dari teman dan adik kelas nya. Zea selalu membalas dengan senyum manisnya, dan Zea tetap ramah walaupun ekpresinya datar. banyak yang kagum dengan dirinya, sehingga tak sedikit adik kelas yang sering mencari-cari perhatiannya.

Saat ini Ia sudah memasuki Tahun ajaran Semester Genap, jadi Zea bukan lagi adik kelas yang harus takut seperti dulu. tetapi Zea juga tidak mau terlihat menantang.

Karena selama Zea berada di kelas 10 Ia sangat jarang keluar kelas. sebab senior kelas 12 khususnya kaum wanita banyak yang tidak suka dengannya bahkan sampai pernah ada yang membully dirinya. karena Zea banyak dikagumi kakak kelas terutama para kaum lelaki.

Jadi sangat wajar jika Zea banyak tidak mengenal teman-temannya.

Saat Zea berjalan tiba-tiba

BRUKK

"Ehh, maaf aku nggak sengaja."Ujarnya sambil menundukkan wajahnya.

Zea mengernyitkan dahinya, Ia merasa tidak pernah liat murid ini.

"Murid baru?!"tanya Zea langsung tanpa menghiraukan permintaan maaf orang itu.

Orang itu tersenyum mengangguk lalu mengulurkan tangannya "Mila Saputri!"

Zea membalas uluran tangannya "Zeana Agatha Anindya!".

"Salam kenal!"ucapnya girang.

Zea hanya tersenyum singkat.

"btw kelas 11 Ipa 1 ada dimana?!"tanya Mila lagi.

"Ikut gue!"titah Zea lalu berjalan lebih dulu dan diikuti Mila dibelakangnya.

ZeanathStories to obsess over. Discover now