PROLOG

189 12 2
                                        

Membunuh?

Ya, aku melakukannya.

Psikopat?

Tidak.

Jangan panggil aku seperti itu.

Aku bukan psikopat gila seperti yang kalian duga.

Aku hanya seorang pelindung kecil yang berhati mulia.

Kalian tidak percaya?

Baiklah, akan aku paparkan sedikit penjelasan.

Psikopat membunuh bertujuan untuk memuaskan hasratnya dan mencapai kepuasan.

Sedangkan aku membunuh bertujuan untuk melebur lara dengan nyawa agar terganti dengan tawa.

Terdengar sangat mulia bukan?

Lagipula psikopat tidak pandang bulu siapa yang dia bunuh, dia berkehendak atas kemauannya. Sedangkan aku sebaliknya, aku tidak sembarang membunuh orang.

Psikopat juga tidak berperasaan dan tidak memiliki rasa kasihan. Sedangkan aku berperasaan, karena perasaan itulah aku membunuh. Dan aku juga memiliki rasa kasihan yang tinggi. Jika tidak, mana mau aku membunuh.

Membunuh untuk melindungi...

Membunuh untuk mengasihi...

Membunuh untuk menyayangi...

-Helena Tan.

***

Haloooooo ...

Aku balik dengan cerita yang sama.

JUST ALONE :)

Alasan kemarin aku unpublish karena aku kehilangan alur dari cerita ini. Belum lagi cerita ini juga banyak banget kesalahan pengetikan.

Semoga kedepannya aku bisa nyelesain cerita ini sesuai target.

Salam

Rini Safutri

Just AloneStories to obsess over. Discover now