Aku pernah datang menghampirimu mencoba menanam benih-benih harapan
Ku harap benih itu kau rawat agar mekar nan indah
Namun kau suruh benih itu tumbuh berdikari
Kamu seakan menaruh kabut tebal di dalam sebuah harapan
Aku tak pasrah
Aku selalu menantimu dalam diam,mendoakan mu pada sepertiga malam menjadi kewajibanku
Hingga tiba saat nya , saat-saat seakan semesta menghukumku
Kau menjatuhkan ku, intuisi mu kau berikan kepada orang lain, bukan aku.
Benih benih yang di tanam di ladang harapku mekar, ternyata benar
Tumbuh nan indah seperti mawar dan aku hanya di perbolehkan memegang batang nya.
Aku bersalah karna telah menyalahkan semesta , ternyata semesta bukan menghukumku
Ia menyadarkan ku bahwa kau tak pantas menjadi bagian hidup ku.
Dari : Gemi Mirandy
YOU ARE READING
Lantunan Kata Yang Tak Sampai
Poetry▪️Puisi adalah sebuah ungkapan hati ketika ucapan tak lagi terdengar ▪️
