G E M A

28 5 5
                                        

Gema Gavindra Debarat, seorang cowok yang terpopuler di SMA Warmadewa dengan sejuta pesonanya mampu membuat siapapun yang melihatnya terkagum akan ciptaan Tuhan yang telah di berikannya. Si nakal yang tak pandang bulu. Seorang pemimpin geng dengan nama Ganza, kelompok yang terkenal dengan kasus tawurannya, kasus bolos sekolah, dan sering mengadakan konser dadakan di koridor belakang sekolah.

Gema? Siapa yang tidak mengenalnya? Pemilik nama yang unik, sifatnya sangat otoriter, galak, suka semaunya, dan keras itulah deskripsiannya. Di sekolahnya pun ia dikenal dengan julukan Si Serigala Akut.

Gema sangat suka dengan kebebasan, ia tidak mau orang lain ikut mengurusi urusannya. Kata orang, Gema adalah orang yang buruk, kasar, dingin, arogan dan tempramental. Sifatnya yang seperti itu tidak membuat cewek-cewek yang ada di sekitarnya ikut menjauhinya juga, justru para kaum hawa menjadikannya alasan untuk mendapatkan hati Gema.

"GEMA GAVINDRA DEBARAT."

Seorang guru meneriakinya tepat pada sisi kuping sebelah kanannya, membuat cowok itu berdecak kesal.

Kata guru-guru, Gema adalah salah satu spesies nomor satu yang sangat ingin di keluarkan dari SMA Warmadewa, tapi mereka semua tidak bisa melakukan hal semacam itu. Orang tua Gema adalah donatur terbesar di SMA itu, membuat para guru harus bersikap sabar menghadapi siswa semacam Gema.

"Ck, apaan sih pak teriak di kuping saya?" tanya Gema, sedikit kesal.

"Apaan, apanya?! Di rumah kamu punya jam kan? Tahu sekarang jam berapa?!" sentak Pak Usman selaku guru BK yang mempunyai tubuh cukup gempal.

Sebenarnya guru BK di SMA Warmadewa ada dua Pak Usman dan juga Bu Marlis, kedua guru itu merupakan orang yang selalu menghukum Gema dan juga temannya yang lain.

"Baru jam 08.15 pagi Pak." Gema masih sempat melirik arloji kulit berwarna hitam yang melekat di pergelangan tangannya.

"Gak usah ngejawab! Kamu nyadar gak kalau kamu udah telat hampir satu setengah jam?!"

"Nyadar lah Pak. Sekarang Bapak mau ngapain nyamper saya?"

Mata Pak Usman sukses membulat saat Gema menjawab pertanyaannya dengan santai. Bisa-bisanya Gema masih terlihat sangat santai saat berhadapan dengannya. "Mau ngapain kata kamu? Kamu tau kan peraturan di sekolah ini kayak gimana? Kenapa kamu telat?!"

"Nyari tukang bubur ayam dulu Pak tadi."

"Kenapa kamu gak sarapan dari rumah? Kamu kan bisa sarapan di kantin sekolah saat udah selesai upacara nanti, kalau kamu gak bisa sarapan di rumah."

"Males ah, Pak. Nanti kalau saya pingsan pas lagi upacara siapa yang mau ngangkat tubuh saya? Saya gak mau ya tubuh saya di pegang sama orang lain."

"JADI KAMU LEBIH PENTINGI ITU DARIPADA IKUT UPACARA?! KAMU TAHU GAK SEBERAPA BANYAK DARAH YANG UDAH DI KELUARKAN SAMA PAHLAWAN KITA BUAT BERJUANG DEMI NEGARA INI?"

Gema mengangguk paham bagaikan anak polos. "Yaudah, Pak saya minta maaf."

"BERDIRI SEKARANG JUGA DI TIANG BENDERA! HUKUMANNYA AKAN SAYA BERHENTIKAN SAAT SUDAH BEL ISTIRAHAT!"

Gema paling malas jika sudah di kasih hukuman seperti ini, ia harus rela panas-panasan di bawah terik sinar matahari dengan tubuhnya yang nanti pasti akan keluar keringat. Apalagi melakukannya sendirian. Gema ogah.

"SEKARANG!" bentak Pak Usman.

"Males ah Pak, panas."

"Itu kan hukuman kamu, kamu harus terima konsekuensinya. Siapa suruh kamu telat!"

"Kayak gak pernah telat aja." gumam Gema.

"Ngomong apa kamu barusan?! Cepetan sana ke lapangan!"

Dengan wajah kesal Gema melanjutkan langkahnya menuju kelas akibat tertunda tadi.

"GEMAA!"

Melihat tingkah muridnya yang seperti itu membuat Pak Usman mengelengkan kepalanya dengan berkacak pinggang, heran akan kelakuan Gema yang selalu bersikap semaunya.

Selamat datang di dunia Gema yang bisa membuat kalian semua menggelengkan kepalanya melihat tingkahnya yang semaunya sendiri. Apalagi hidupnya makin tambah rumit saat ia sudah bertemu dengan cewek yang super cerewet masuk ke dalam kehidupannya.

- G E M A-
A teenfiction By Sifa

New Story Again!

Tapi tenang aja cerita Bitter Love akan aku update secepatnya kok💚

Jangan lupa ninggalin jejak ya.

Baca juga bab selanjutnya, bakalan ada si Gema yang ketemu si Nesya. Upsss!

(Gema Gavindra Debarat)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

(Gema Gavindra Debarat)

GEMAStories to obsess over. Discover now