Bagian 1
Semua berawal saat,
"Ayah..ayo kita pergi kesana" teriak gadis kecil dengan pita berwarna pink di kepalanya menunjuk taman bermain diseberang jalan. Gadis berpipi tembam itu mendekati ayahnya dan memasang wajah memelasnya, berharap ayahnya mau diajak kesana karena ia tak pernah diajak ke taman bermain sebelumnya.
"Ini sudah sore sayang, kita harus pulang nanti kalau mama kamu nyariin gimana?" Jawab pria tinggi tegap dengan tatapan mata yang tajam mengarah pada putrinya, namun tatapan itu diganti menjadi tatapan rasa sayang ayah kepada anaknya. Jawaban itu membuat gadis kecil itu sedih, ia mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang kesal tentu ayahnya kini juga ikut sedih karena membuat anak semata wayangnya tak mendapatkan keinginannya. Apa salahnya jika ia mengajak putrinya ke taman itu, toh ia jarang mengajak putrinya ke taman. Tapi ia juga tak mau jika putrinya terkena angin malam karena angin malam tak baik untuk anak seusianya.
Ayahnya menghembuskan nafas dengan pasrah, "ya sudah kita kesana sekarang, tapi janji ya cuma sebentar aja."
Gadis dengan rambut diekor kuda itu langsung melompat kegirangan, ia senang karena ia bisa main dan beli es krim kesukaannya disana. "Janji..makasih ayah," sambil menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking ayahnya tanda bahwa ia sudah berjanji tidak akan lama-lama disana.
Namun perasaan ayahnya kini tidak enak, seperti akan ada kejadian yang tidak diinginkan. Pria itu mencoba menghilangkan pikiran buruk itu ia mencoba berpikir bahwa tidak akan ada apa-apa yang terjadi. Ia pun memegang tangan putri kecilnya dengan seulas senyuman dibibirnya.
Gadis itu kini merasa senang karena ia akan segera ke taman bermain itu, ia sedang berada di sisi kanan ayahnya yang sedang melihat kanan kiri jalan untuk memastikan tidak ada kendaraan saat menyebrang . Tapi rasa tidak sabar itu kini meluap-luap di pikiran gadis itu karena ingin segera pergi ke taman. Tanpa melihat kanan kiri dan dengan melepas pegangan ayahnya, gadis itu lari menyebrang jalanan yang ramai.
"Tiiiinnn..ttiiiinnnn.."
Mobil dengan warna merah mencolok itu melaju dengan cepat. Tak mengira ada anak yang menyebrang jalan mobil itu langsung mengerem mendadak.
"VALERIE.."
Teriak ayah gadis itu memanggil putrinya.
"Bruaghh.."
Suara yang sangat memekakkan telinga itu sangat jelas didengar ayahnya. Pria itu berlari menghampiri putrinya yang tergeletak dijalan dengan keadaan yang sangat menakutkan. Orang-orang berlari berhamburan ingin menolong gadis itu. Suara tangisan pecah dari laki-laki yang gagah tengah duduk disamping korban, ia tak bisa berpikir jernih dalam keadaan seperti ini.
Ternyata ini perasaan mengganjal yang ingin diusir oleh laki-laki itu. Perasaan menyesal karena menuruti kemauannya, menyesal karena mengikuti kata hatinya saja, ia menyesal akan semuanya
Sayup-sayup gadis itu hanya melihat orang-orang mengelilinginya, dan mata yang indah itu kini tertutup sembari meneteskan air mata. Gelap, yang dilihat sekarang hanyalah gelap.
Kenangan indah itu kini hilang tak tersisa. Menyisakan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
***
Semoga sukaa,,
maap baru pertama kali bikin cerita kayak gini hehe
ESTÁS LEYENDO
Valerie's Secret Story
Misterio / SuspensoJudul awal 'My Story My Secret' Karena cerita bukan diambil dari sudut pandang pertama jadi diganti hehe Awalnya semua menyenangkan, tapi setelah kejadian itu, semua hilang tak berbekas.. Valerie Kara Caroline, gadis yang memiliki kelebihan yang jar...
