First Meet

121 12 2
                                        

Happy Reading!
Typo bertebaran :D

Leona berjalan munuruni tangga menuju ke dapur yang menjadi satu dengan ruang makan. Ia membuka kulkas dan mengambil minuman kaleng dari sana.

Leona melirik Daniel, kakaknya, yang sedang menikmati sandwich

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Leona melirik Daniel, kakaknya, yang sedang menikmati sandwich.

"Kakak sendirian? Kak Fero sama Kak Andra mana?" tanya Leona sambil duduk di seberang Daniel dan meminum minumannya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Kakak sendirian? Kak Fero sama Kak Andra mana?" tanya Leona sambil duduk di seberang Daniel dan meminum minumannya.

"Andra sih belum pulang, tapi kalo Kak Fero lagi ngerjain tugas sama temennya di ruang tamu." jawab Daniel sembari melahap rotinya lagi.

Leona melihat ke arah jam yang menggantung indah di dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.57 WIB.

"Jam segini ngerjain tugas? Gak kemaleman?" tanya Leona dengan nada yang agak tak enak didengar.

"Yah mau gimana lagi, mungkin tugasnya banyak. Lagian ini biasa kali buat anak laki. Buktinya aja jam segini Andra belum pulang." sahut Daniel santai.

"Tapi kan Kak-"

"Mendingan kamu buatin minum temennya Kak Fero, kayaknya belum disuguhi apa-apa." ucap Daniel ke Leona yang langsung dibalas dengusan oleh adiknya itu.

"Gak mau ah, kenapa mesti aku yang buatin minum? Lagian dia kan temennya Kak Fero, bukan temen aku." ucap Leona setelah menghabiskan minuman kalengnya.

"Kok ngomongnya gitu? Emang kamu cuma mau buatin minum temen kamu aja? Lagian kan di sini kamu cewek sendiri, harusnya kamu lebih peka sama hal kayak begini." sahut Daniel dengan wajah yang tak ingin dibantah.

Daniel tahu cara agar adik perempuan satu-satunya yang sedikit manja itu mau menuruti perintahnya. Daniel selalu berbicara pelan namun memiliki makna yang tak akan dibantah oleh adiknya.

Mau tak mau Leona berjalan ke ruang tamu untuk menawari minum Fero, kakak tertuanya dan juga teman Fero. Saat sampai di ruang tamu, Leona hanya mendapati Fero seorang diri.

"Loh, katanya Kak Fero ada temennya? Kok malah sendirian?" tanya Leona heran.

"Temen Kakak lagi ke toilet, kenapa Na? Kamu ada perlu sesuatu?" tanya Fero sambil menatap Leona yang berdiri di samping tembok. Tatapan Fero sangat tenang.

CHOICEWhere stories live. Discover now