1. Plastik Joget Katanya

17 4 5
                                        

"MASYAALLAH YA ROBBI LO TADI PAGI SARAPAN APA SIH?!"

Itu kalimat dengan nada nge-gas yang aku denger pas pertama sampai dipintu kelas. Aku tau siapa biang keroknya, siapa lagi kalau bukan Ratu Koar- Koar Rida Bingslamet.


"Yang ada gue yang nanya, lo sarapan apa suara kaya toa tahu bulat." Yang bicara Naina dan seperti sedang terlibat adu mulut dengan Rida.

"Kalian belum pernah digoreng dadakan ya?" Sahutku mendekati mereka dan melihat apa yang sedang diributkan.

"Sembarangan! Emang gue tahu bulat." Naina menoyor kepalaku.

Dasar! Ini kepala woi!!!

"IYA! Rida toa nya." Aku menyahut santai lalu berlalu menuju tempat dudukku di pojok kiri belakang. MEJA STRATEGIS BUAT TIDUR.

KARENA KELAS IBARAT HOTEL BINTANG 5 YANG SANGAT NIKMAT UNTUK TIDUR DAN DAPET DONGENG GRATIS DARI GURU.

Aku juga nggak habis pikir, kenapa aku yang seperti ini bisa masuk dikelas IPA 3 yang katanya isinya murid pilihan.

CIH!

PILIHAN APAAN? PR AJA DIKERJAIN BERJAMAAH PAGI- PAGI BEGINI!

Baru asik melamun suara toa kembali menampar aku ke alam IPA 3 yang berisik.

"GUE NYALIN PR BIOLOGI LO DONG!"

Duh ini orang minta apa nodong sih?

Heran akutu

Kenapa aku harus tiga tahun sama mereka?

Apa salah dan dosaku sayang? (If you sing you lose wqwq)

"Nih bawa sana, jauh- jauh gue mau tidur." Aku menyerahkan LKS biologi ke Zian yang tadi minta contekan dengan ngegas seantero kelas denger.

Aku kadang suka mikir, temenku ini dulu lahirnya dihutan semua apa gimana sih?

Suara kaya Tarzan semua, nggak ada yang Selow, Santai kayak di Pantai gitu.

Oh kecuali satu sih, Nisa anak pendiem yang kalau ngomong kelas harus dalam keadaan kuburan dulu baru tau kita dia ngomong apa.

IPA 3 kalau pagi nggak rusuh kayaknya emang nggak bisa. Udah kodrat!

"Rizaa eonni, anyyeongg." Harasa teman sebelahku datang.

"Apaan sih inyong- inyong? Gue bukan orang Tegal." Jawabku menanggapi Harasa sang Kpop-ers garis kerad.

"Maksudnya Selamat Pagi gitu, kamu kok kiyowo sii." Harasa mencubit pipiku.

Yaudah terserah Harasa aja deh.

Aku pusing

Mau tidur pagi tapi udah digangguin mulu.

Dasar Harasa- rasa Buah.

Dikelas aku LIMA BELAS DARI DUA PULUH TUJUH SISWI adalah Kpop-ers dan mereka kayak mulai meracuni aku dengan cara setiap pagi memutar lagu lewat speaker kelas yang lama- lama aku jadi tahu beberapa lagu korea terbaru.

Tapi ya bodoamatlah, lagunya juga enak kok.
Orangnya juga cantik dan ganteng. Tapi aku masih lebih suka girlband daripada boyband, karena masih kebayang- bayang waktu Mama bilang kalau cowok korea itu cantik dan awalnya aku menyetujui fakta itu, kalau tiba- tiba aku suka cowok korea bisa dibully habis- habisan sama Mama sama Abang.

Apalagi satu fakta mengejutkan aku tentang Ketua kelas kami,

Suatu sore waktu udah pulang sekolah aku pulang bareng sama ketua kelas- Ian namanya- buat ngerjain tugas dari wali kelas dirumah dia, juga untuk merencanakan tampilan kelas di acara pensi tahunan sekolah.

Biasanya kalau nggak direncanakan dari sekarang, anak- anak bakalan rusuh dan bakalan jadi drama ala IPA tiga yang emang kayaknya nggak pernah kehabisan bahan.

Aku disini ceritanya itu Wakil Ketua Kelas, aku juga nggaktau gimana mereka milih aku, karena pada saat itu aku tidur dikelas seperti biasa dan bangun- bangun sudah menjabat sebagai wakil ketua kelas.

Aneh banget memang

Aku juga merasa terjebak.

Kalau ditawari juga ogah banget sebenernya.

Tapi yaudah

Jalani dengan ikhlas

Siapa tau dapet pahala

Biar aku masuk surga

Aamiin.

Back to the topic!

Sampai dirumah Ian aku dipersilahkan masuk dan aku memilih duduk di karpet di ruang tamunya.

Rumahnya sepi, cuma ada pembantu yang memberiku minum.

Ian balik kehadapanku dengan membawa leptop dan beberapa berkas aku nggak tau apaan.

Ian menyerahkan leptop ke aku dan segera aku nyalakan leptopnya.

Aku kaget.

Wallpaper leptopnya Ian bikin nganga.

Bukan! Bukan wallpaper 17++

Tapi,



















Foto kelima member RED VELVET!

RED VELVET!

IYA BENER,

KALIAN NGGAK SALAH BACA

ITU RED VELVET!

Aku masih nganga sampe Ian bilang,

"Kenapa? Baru sekarang nemu fanboy?"

Aku langsung mengatupkan  bibir dan nelan ludah sedikit.

"Lo ngefans sama mereka?" Tanyaku masih heran. "Lo kan biasanya dikelas suka nentang anak cewek yang muter musik kpop?"

Aku jelas heran.

Pasalnya, anak cowok dikelasku suka membuat rusuh dengan perempuan kalau mulai mendengarkan lagu Kpop.

Mereka suka  bilang.

"PLASTIK AJA PADA SUKA, MENDING GUE KEMANA-MANA"

"PLASTIK JOGET AJA KOK DITONTON"

"KALIAN TAU NGGAK? ORANG KOREA KENAPA NGGAKPUNYA KUMIS? SOALNYA RAMBUT NGGAK NUMBUH DI PLASTIK"

He?llo? Emang semua orang korea operasi plastik?

Mereka memang bangcat.

Padahal mereka suka main PUBG

MEREKA KIRA ITU GAME YANG BIKIN ORANG MANA????!!!!!!!

ORANG ZIMBABWE??!!

MURKA NIH MURKAA!!!!

"Ya gue cuma pencitraan." Ian  menjawab pertanyaanku tadi dengan cengar- cengir lalu mengambil alih leptop dan memutar lagu Bad Boy dari salah satu Girl Band dibawah naungan SM entertaiment itu.

"Yeu DASAR ULAR!" Cibirku akhirnya.

Jadi ini ketua kelas Kpopers juga? Nambah dong member Kpopers kelas.

Jadi sekarang LIMA BELAS fangirl + SATU FANBOY.

Mungkin bakalan nambah seiring berjalannya waktu. Aku harus investigasi dulu.

Oke siap.

_________________

Ini lebih ke curhatan daripada cerita. 😂

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 15, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

-IPA TIGA-Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang