Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Ada apa dengan rasaku ?

50 8 5
                                        


Ketidakmengertianya aku, mengagumimu
Dan ketidakmungkin, aku untuk menguasaimu
Disebuah bundel bunga yang menyengat harum,
Hanya aku mungkin, yang tidak sama
Alasan yang tepat mengapa kau tak memilihku
Aneh, saat kupaksa tuk tidak memilihnya
Rasaku penuh yakin untuk memilihnya
Dan jadikan Aku sebagai milikmu

     “ Lisa kemana si, jangan sampai dia telat lagi,” gumam Ari sesambil melirik jam tangannya dan berharap aku masuk lewat pintu yang tak luput dari pandangannya.
     “ As’salamualaikum,” Salamku seirama dengan detak jantungku yang bernada cepat.
     “ Syukurlah kamu sudah datang, kalau sampai Pak Ibnu masuk dan tidak melihat sosokmu, udah nggak tau lagi deh, mau diapain kamu,” geram Ari.
     “ Yang tenang, aku aja sante.”
     “ Mau tenang gimana, kalau kamu telat lagi, kita semua yang kena dampaknya.”
     “ Hehe, maaf deh maaf.”

Tidak lama dari kehadiranku Pak Ibnu guru matematika yang terkenal sadis masuk ke kelas, tatapannya jelas melihat tepat dimana aku duduk, mungkin memastikan kehadiranku. Sadis, karena dia tidak akan memulai menjelaskan pelajarannya sebelum semua siswa hadir. Dan kenapa aku yang menjadi alasannya untuk tidak memulainya. Aku memang sering tidak tepat waktu tapi karena berbagai alasan yang mungkin tidak bisa aku hindari. seharusnya walaupun aku tidak meminta, dia bisa sedikit memberikan toleran kepada siswannya, karena itu aku jadi sering dihukum.
     “ Lisa, setelah pulang sekolah bisa mampir ke ruangan Bapak ?”
     “ Tapi kenapa ya Pak ? bukanya hari ini saya tepat waktu ?”
     “ Justru karena itu, Bapak memanggilmu.”
                                ***
Ketidakmengertiannya aku terhadap Pak Ibnu, saat aku berhasil mengatur jadwal supaya tidak terlambat, kenapa harus memanggilku untuk hadir di ruangannya. Apa aku diciptakan untuk menjadi kesalahan, dihukum jika telat, tepat waktu juga salah. Tidak punya alasan untuk aku menolaknya, aku harus hadir karena undangan untuk menemui di ruanganya.
                             ***
     “ As’salamualaikum .”
     “ Wa’alaikumsalam, silahkan masuk nduk,” perintahnya sesambil mengerahkan tanganya untuk mempersilahkanku duduk tepat didepanya.
     “ Ada apa ya Pak, kenapa saya harus ada di sini ?”
     “ Saya cuma memastikan alasan kamu sering telat, kenapa ?”
     “ Ada yang tidak bisa saya jelaskan sama Bapak, maaf,” jawabku sesambil menunduk mengabaikan pandangannya.
     “ Baiklah kalau begitu, saya cuma minta sama kamu untuk tetap seperti hari ini.”
                                 ***
Aku belum bisa menceritakan kepadanya, yang tahu saat ini tentang keadaanku hanya Ari sahabatku. Teman kecilku, dan sampai sekarang dia adalah lelaki yang selalu ada untukku, dari Sekolah Dasar hingga sekarang ini kami masuk SMK yang sama. Seperti tak ada rasa bosan yang menyelinap didalam kebersamaan kita.
     “ Lisa, ada apa sama pak Ibnu ?”
     “ Ngak ada apa-apa, betewe kenapa kamu masih disini ?”
     “ Aku nungguin kamu lah, tumben kamu baik-baik saja setelah berurusan dengan Pak Ibnu ?”
     “ Memangnya biasanya gimana ?” tanyaku serius.
     “ Hmm, jangan-jangan !”
     “ Apa sih, udah yuk pulang,” ajakku mengalihkan pembicaraan.
Setelah bertemu dengannya, aku merasa persepsiku selama ini salah tentang Pak Ibnu, dia juga paham dengan kata perhatian dan mungkin maksudnya selama ini baik, supaya aku bisa lebih disiplin. Ada apa dengan rasaku ini, tidak seperti biasanya.

...., DAN KAMUStories to obsess over. Discover now