"Nama Adalah Do'a.
Do'a terbaik dari orang yang tercinta".
🌼🌼🌼
Daun-daun kering berjatuhan tertiup angin di sore hari. Burung-burung berwarna hitam kecoklatan itu bernyanyian saat satu persatu mulai memasuki sangkarnya.
Terlihat seorang remaja wanita berbaju putih lengan panjang, dengan jilbab cream menjulur di dadanya.
Ia nampak tergesa-gesa dan mempercepat langkah kakinya, rupanya ia hendak belajar agama atau yang lebih dikenal dengan mengaji di madrasah dan sekitaran masjid yang ada di ujung kampung kecil itu.
Namanya Anasya, lengkapnya anasya putri. Remaja berusia 16 tahun yang sebentar lagi menginjak 17 tahun.
Remaja yang memiki kulit sawo matang,dengan matanya yang meneduhkan.
Anasya tinggal di suatu kampung yang asri dan terkenal dengan kesejukannya. Kampung lestari namanya.
Anasya, remaja itu sering dipanggil dengan sebutan ica atau putri oleh teman-temannya. karna menurut mereka nama anasya terlalu panjang untuk mereka sebut kalo hendak memanggil. Jadi mereka tak mau ambil pusing dengan hal itu. Haha lucu memang.
Anasya dikenal sebagai anak baik oleh semua orang, sikapnya yang ramah,murah senyum,dan pandai bergaul dengan siapapun. pantas saja dia memiliki banyak teman.
Salah satu teman dekatnya bernama tari dan pipit. Tari teman sekelasnya di sekolah bahkan mereka teman sebangku yang kemana-mana selalu berdua. Sedangkan pipit, ialah teman dekatnya di rumah.
Anasya,tari, dan pipit mereka teman sekampung bahkan sudah menjadi sahabat. Sahabat mengaji,bermain, hingga belajar bersama.
Mereka memang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, wajar saja jika sering terjadi cek-cok diantara mereka.
****
Selesai dari mengaji mereka tak langsung pulang ke rumah. Kadang mampir dulu ke warung bi tuti untuk jajan seblak atau minuman dingin. Lebih tepatnya sih, hanya sekedar mengobrol dan bercanda saja.
"Hei kalian, tau ga Kemarin tuh ya, aku lagi jalan sendirian eh tau-tau ketemu fikri lagi jalan juga,dan dia liat aku dong, Ah seneng banget aku", ucap pipit dengan wajah sumringah.
"Hmm.. Kebetulan aja kali pit, jangan ke geeran kamu", ujar tari sembari menutup mulutnya karna menahan tawa.
Pipit langsung melihat tari sambil mengerutkan alisnya karna kesal dengan ucapan tari barusan.
Pipit memang dari dulu suka dengan fikri, pria yang seumuran dengan mereka. alasannya sih karna fikri tampan dan mirip orang korea, yang kulitnya putih dan matanya yang sipit-sipit itu katanya.
***
Next 🔜
YOU ARE READING
Cahaya Cinta Anasya 🌸
RomanceBerkisah tentang seorang gadis remaja berusia 17 tahun bernama Anasya putri. Seorang gadis kampung yang sederhana nan luar biasa. ia dihadapkan dengan banyak alur dalam hidupnya. termasuk alur tentang cinta-Nya. bagaimana keseruan ceritanya? yuu ki...
