***
Aku pun tidak pernah menyangka bertemu denganmu,sosok yang memberi warna di hidupku sekaligus luka dihidupku.
Aku tak pernah menyesal bisa mengenal dirimu bahkan aku bisa selalu disampingmu dalam waktu yang lama.
kamu seseorang yang aku perjuangkan dengan tulus dan kamu juga adalah sumber dari rasa sakitku.
-Naraya aletha
***
Gadis berambut panjang dengan sepiring roti di depan nya itu, sedang asik makan di meja makan nya.
Hari ini merupakan hari pertama ia sekolah di sekolah barunya. Awalnya ia sekolah di sma sehigh di Malang, lalu ia pindah ke sma nusa harapan di Jakarta. Ia pindah ke Jakarta karena ayah nya bertugas di jakarta.
Awalnya ia tidak menyetujui kepindahan nya ke jakarta karena di Malang lebih asik di bandingkan pindah ke Jakarta. Tapi ini adalah kemauan ayah nya ia harus menurutinya.
"Raya,cepetan makan nya nanti kamu telat loh." ucap heni mamanya.
Naraya Aletha Qirani, itu lah nama lengkapnya. Gadis dengan rambut panjang itu langsung bangkit dari duduk nya.
"Iya mah, ini juga udh selesai."
"Yaudah aku berangkat ya mah." ucapnya sambil mencium punggung tangan mamanya.
Raya tidak berangkat dengan ayah nya, karena ayahnya sudah berangkat dari subuh mana mungkin Raya harus berangkat ke sekolah jam segitu.
Raya merupakan anak ke dua dari dua bersaudara. raya mempunyai abang bernama Rio nafaldi yang biasa disapa rio, selisih mereka hanya setahun wajar saja jika mereka jalan berdua seperti orang yang memiliki hubungan status pacaran.
Rio dan raya berbeda sekolah, karena memang Rio tidak ingin jika ia satu sekolah pasti raya jadi manja dengan nya.
***
Raya menuju ke sekolah nya dengan menggunakan taksi, sekitar 30 menit akhirnya ia sampai di sekolah barunya. ia berdiri di depan gerbang yang diatas nya ada papan bertuliskan "Sma Nusa Harapan." raya menghela nafasnya semoga hari pertamanya seindah apa yang ia pikirkan.
Raya pun masuk ke dalam sekolah tersebut, Ia melihat setiap sudut sekolah barunya, sekolah dengan gedung tiga tingkat itu mengingatkan akan sekolah lama nya di kota Malang, kota yang penuh dengan cerita yang pernah ia lalui.
Raya melewati koridor sekolah, suasana nya sangat beda dengan sekolahnya di Malang. Semua siswa menatapnya dengan wajah ke heranan tetapi raya tidak mempermasalahkan karena dia paham dengan posisinya sekarang yaitu 'anak baru'
Raya memasuki ruang tata usaha untuk melengkapi data nya,di buka pintu ruang tersebut dengan rasa hati-hati. Raya memasuki ruang tersebut dan melihat beberapa guru yang ada di dalam ruang tata usaha.
Raya di sambut ramah oleh guru disana,raya hanya tersenyum manis ke guru yang melihatnya. Raya berpikir mungkin awal perjalanan di sekolah barunya akan Indah berkenalan dengan teman baru dan mencoba pengalaman baru sesuai dengan ekspektasinya.
YOU ARE READING
Naraya
Teen FictionBagi Raya dunia itu sempit, semua hal yang ia temui tak pernah terduga, begitu juga dengan pertemuan nya dengan sosok laki-laki yang memberi warna dihidupnya. Ia pun tidak mengerti mengapa harus 'dia' yang menjadi pemberi warna sekaligus luka. Sampa...
