Esok telah tiba,matahari memancarkan sebuah sinar berwarna jingga,gadis bertubuh tinggi itu kini telah siap untuk keluar dari rumah nya.Dengan sebuah sepatu olahraga kini ia berlari mengelilingi perkampungan yang cukup besar.
Keringat mulai membasahi kaos biru nya kaki nya mulai merasakan lelah,kini ia memutuskan untuk berhenti sejenak dan mengatur nafasnya.
Tak butuh waktu lama,kini nafasnya sudah teratur kembali ia memutuskan untuk pulang kerumah karena matahari juga sudah semakin bulat dan berubah warna.
Hingga sesampai nya di rumah ia kemudian langsung membuka sepatunya dan lekas menuju ke kamar mandi,untuk menyejukkan tubuhnya.
Semua sudah usai mandi,makan,ganti baju telah ia lakukan.Kini ia berbaring di atas ranjang nya dan memainkan handpone nya.
Oh ya sebelumnya kenalin nama gue,gue Senja Ghita Aqilla.Panggil aja gue Senja.
Satu pesan telah masuk di handpone kecilnya.Entah apa pesan yang masuk di handpone kecil nya itu,saat melihat isi pesan itu lantas ia langsung bergegas mengganti bajunya,merapikan rambut panjang nya,dan sedikit merias wajah nya.
Setelah selesai dwngan hal itu Senja kemudiam langsung pergi meninggalkan rumah dan menaiki sebuah taxsi yang sebelum nya sudah ia pesan.
Tak butuh waktu lama,sampailah Senja di sebuah tempat yang bernuansa es krim.
Kemudian Senja masuk ke dalam,dan duduk di sebuah bangku yang sudah di dudukki oleh dua orang gadis yang tak lain adalah dua sahabat nya.
"Eh baru sampe lo ja"
"Iya maaf gue agak telat soal nya gue tadi lama milih baju"
"Eh gimana nih tugas matematika dari bu Riski?"
"Nggak tau,emm gue laper nih pesen es mrim dulu yuk"
"Ah elo,kalau di traktir gue mau deh"
"Gue enggak kaget udah biasa juga kan kalian minta traktir ke gue"
Setelah memesan 3 es krim yang berbeda beda kami lantas langsung makan dan tidak memperdulikan pr yang selalu membuat kami pusing.
Oh ya sebelum nya gue mau ngenalin sahabat gue.
Yang pertama namanya Variska Adannia,panggil aja dia Nia.Dia itu sabat kecil gue.Dia itu pinter,vantik pokoknya the best banget deh.
Nah yang kedua nama nya Viana Alensia,panggil aja dia Viana.Gue kenal dia itu karena Nia,Yah sebenernya gue itu nggak bakal kenal sama Viana kalau bukan karena Nia.Dia itu anak nya pinter,cantik juga.
Tak terasa waktu memperkenalkan mereka berdua,es mrim kami telah habis termakan dan tentunya udah gue bayar.
"Nah udah udah pada kenyang kan,sekarang gimana sama pr bu Riska?"
"Iya gue pusing banget deh sama pr matematika nya bu Riska,untung ini di kerjain secara kelompok kalau enggka udah mati bengkak nih kepala"
"Ya udah sekarang kita buat bareng bareng aja"
"Emm Ja elo kan baik banget ama kita plis dong elo yang buat,nanti gue bayarin semua uang jajan jajan lo deh ya"
"Eh nggak boleh gitu dong ini kan kerja kelompok,masak gue sendiri sih yang buat ya udah nilai nya buat gue semua dong"
"Yah pliss dong ja gue lagi males buat pr nih"
"Iya di Nia bener tu ja,sekali kali kita juga mau bebas dari pr sehari aja yyyyyy"
"Entahlah gue emang selalu enggak bisa nolak apa yang di minta oleh sahabat sahabat gue itu.Yaudah gue buatin"
"Yeyyy Senja baik deh aku sayang ama Senja"
"Iy iy terus kita mau ngapain?"
"Ketaman deket kota yuk,di sana pemandangannya bagus kita bisa jalan jalan sepuasnya"
"Ide lo bagus juga yuk kesana"
Mereka bertiga kini mulai bergegas menuju ke taman dengan menaikki sebuah taxsi,Satu taxsi bertiga itu sudah biasa bagi mereka.Malah sangat menyenangkan bagi Senja.
Sesampainya di taman Nia lah yang pertama berlari ke sana ke mari layak nya anak kecil sedangkan Viana ia malah berjalan layak nya seorang zombie.
"Kita mau kemana nih?"
"Kita kesana dulu yuk(Nia menunjukkan jarinya ke sebuah pohon yang sangat besar)
"Ok deh kita kesana ngadem dulu"
Pohon ini sangat rindang,daun nya sangatlah hijau,batangnya sungguh sangat kokoh,pohon ini sudah cukup untuk tempat berteduh kami bertiga.
"Eh kita selfi dulu yuk(ajak Nia yang kemudian mengekuarkan handpone nya)
"Eh gaya nya yang bagus dong,eh Vin lo senyum dikit apa gimana gitu nggak usah lemes lemes nanti fotonya jadi jelek!!"
Nia dan Viana mereka adalah sahabat gue yang paling gue sayang,mereka yang selalu ngebuat gue tersenyum dengan kata kata lucu mereka,gue nggak tau saat mereka lulus Sma nanti apakah nanti mereka berdua masih bisa bersama dengan gue.
"Eh Ja lo kok bengong sih?"
"Emmm nggak gue nggak bengong kok"
"Nggak bengong apa nya dari tadi lo bengong kaya lagi mikirin sesutu gitu"
"Iya ada apa sih Ja,jujur aja kali kita itu sahabat lo kalo lo punya masalah ceritain aja ke kita mungkin kita bisa bantu lo"
"Iya jujur aja kali"
"Em sebenar nya gue lagi mikirin nanti kalo kita udah kulus Sma,terus kita kerja,terus kita punya keluarga apa kita bisa kumpul kayak gini,gue cuma takut kehilangan kalian"
"Yah Ja lo jangan bilang kayak gitu kita bakal ada buat lo tenang aja"
Satu tetes air mata telah jatuh di baju gadis itu,entah bagaiman ia bisa sampai memikirkan hal itu,hingga tak terasa kedua sahabat nya itu kini memeluk nya,berusaha untuk menenagkan dirinya.
"Udah Ja nggak usah nangis kita bakal ada buat lo selama nya kok"
"Iya Ja udah nggak usah nangis,ya udah kita pulang yuk lagian udah mau malem juga,udara nya juga mulai dingin".
YOU ARE READING
SENJAVANO
Teen FictionSenja,Senja Ghita Aqilla gadis manis,pintar,dan baik hati ini telah jatuh cinta kepada seorang laki laki yang cuek,pemarah,dan sangat tidak peduli dengan cewek manapun. Dialah Vano Ryan Putra,yang sering disapa Vano.Pria yang cuek dan pemarah ini te...
