Jangan lupa komentar jika ada beberapa kata yang perlu diperbaiki..
Happy Reading
♥
♥
♥
♥
Dentuman musik pop berasal dari kamar seorang gadis cantik bernama lengkap Balqis Agatha Nathalia, atau yang kerap disapa Qiqis.
"OH TUHANNNN.. KUCINTA DIA.. SAYANG DIA.. INGINKAN DIA.. DIA SIAPAAA.. OH TU-" Balqis yang sedang menyanyi itupun terpotong karena terdengar suara pintu kamarnya dibuka.
"Woy curut, bisa diem gak lu?" kesal seorang laki laki yang merupakan kakak Balqis. Ryon Varel Putra. Atau yang sering disapa Ryon.
Balqis hanya tersenyum sok polos dihadapan Ryon, sang kakak.
"Sabar, Bang. Orang sabar pantatnya lebar loh. Kan itu impian besar lo, " oh God, Balqis mengucapkannya dengan santai. Ryon yang mendengar itupun langsung menghampiri Balqis.
Saat tangan Ryon ingin menarik tangan Balqis, sang pemilik tangan malah berlari keluar kamar dengan tawanya yang berhasil menjahili kakaknya.
"Adek, makan dulu sini. Abang mana?" Adinda, selaku ibunda Balqis dan Ryon.
"Dikamar, " Balqis berjalan santai ke arah meja makan. Di ikuti oleh Ryon yang baru turun dari anak tangga terakhir dengan membawa sebuah ponsel berlogo merk terkenal.
"Bun, ada telfon, " Ryon memberikan ponsel tersebut ke ibunya. Adinda pun mengambil ponselnya dari tangan sang anak. Ryon pun duduk di kursi samping sang adik.
"Halo"
'.........'
"Iya saya akan segera kesana"
'.........'
"Baiklah"
"Bunda pergi keluar sebentar yah. Kalian dulu makan sarapannya, " ucap Adinda seraya mengambil dompet dari meja dapur dan berjalan keluar rumah.
"Emangnya bunda kemana, Bang?" tanya Balqis yang nampak penasaran dengan mencoba mengintip ke arah mana ibunya pergi.
"Mana Abang tau, " Ryon menyuapkan sesendok nasi goreng sosis buatan ibunya ke dalam mulutnya.
Setelah acara sarapan, Balqis berjalan kedapur untuk mencuci piring bekas ia dan sang kakak makan.
-*-*-
"Aku gak ikut, Mi Pi. Aku di sini aja sama Bang Chandra, " ucap seorang cowok yang bernama, Zagar Adam Saputra.
"Abang kamu pulangnya larut malem. Emang kamu berani di rumah sendirian?" tanya sang Papi, Lukman.
"Berani dong. Emang aku cowok apaan takut sendirian?" ucap Zagar dengan lantang.
"Yaudin, " ucap sang Mami, Sindy.
"Yaudah, Mi. Bukan Yaudin, " kesal Zagar.
"Biarin aja, Yah. Dia disini sama aku, " ucap kakak Zagar, Chandra Akbar Putra. Yah panggilan Chandra berbeda dengan Zagar. Menurut Chandra panggilan Zagar ke ortunya sedikit berlebihan.
"Kalau gitu jaga diri kalian baik baik ya, " ucap Lukman kepada kedua putranya. Lukman pun menyuruh sang supir untuk mengangkat semua tasnya ke bagasi mobil.
"Mami pergi dulu ya, Sayang, " Sindy mengusap lembut kepala Zagar.
"Hati hati ya, Mi, " Zagar tersenyum lebar kearah Sindy.
"Bunda pergi dulu ya, Abang, " Sindy berganti mengusap lembut kepala Chandra.
"Iya, Bun, " angguk Chandra dan mengantarkan kedua ortunya keluar rumah.
"Jaga baik baik adeknya ya Bang, " ucap Lukman dengan bersalaman ala seorang ABG.
"Jangan nakal, " Lukman mengacak rambut Zagar dan tersenyum. Zagar hanya membalasnya dengan senyum lebarnya yang khas.
Mereka tidak mengantar orang tuanya ke Bandara karena tidak diperbolehkan orang tuanya, yah jarak rumah dengan bandara memang lumayan jauh.
-*-*-
"ABANG BANGUN!! UDA SIANG!!" Balqis membangunkan Ryon dengan cara yang Luwar Biyazah. Ia naik ke kasur Ryon, menarik kasar selimutnya, dan memukul badan Ryon dengan bantal yang berada di sisi kirinya.
"Astaga adekk. Sadis banget sama abangnya, " Ryon memasang wajah cemberutnya. Ia pun segera bangkit dan pergi ke kamar mandi.
"ASTAGAAA... CEPET BANGET SENENNYA. PERASAAN BARU KEMAREN DEH MINGGU, " Balqis bermonolog dengan suara yang gak biasa.
"KEMAREN EMANG MINGGU, DEK, " Kesal Ryon yang berteriak dari kamar mandi.
Balqis kembali ke kamarnya untuk mengambil tas dan ponselnya. Ia pun berjalan ke dapur untuk sarapan karena sudah di tunggu sang bunda.
"Bunda, kemaren kemana?" tanya Balqis sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.
"Itu.. "
☆
☆
☆
Jangan lupa vote nya
YOU ARE READING
Young Blood
Teen Fiction[H.I.A.T.U.S] Maaf, author mau fokus ke cerita Attention dulu soalnya kalo barengan entar alurnya malah gak jelas.. --------------------------------------------- Berasal dari pertemuan tanpa sengaja.. ----------------------------------------- Masi...
