Jangan lupa komentar jika ada beberapa kata yang perlu diperbaiki..
Happy Reading
♥
♥
♥
♥
Pintu kelas XI IPS 2 terbuka, terlihat sang wali kelas dengan seorang gadis berkaca mata dan rambut dikepang dua.
"Silahkan perkenalkan dirimu, " ucap Pak Wahyono selaku wali kelas XI IPS 2.
"Em, S-saya Sasha. Pindahan SMA GARUDA 4. S-salam kenal semuanya, " ucapnya dengan lantang namun terbata bata.
Mereka semua pun tersenyum namun terlihat di paksakan, kecuali seorang cowok yang berada di bangku tengah yang sama sekali tidak tersenyum kearahnya.
'Gini ya rasanya' batin Sasha.
"Silahkan, kamu duduk di bangku yang kosong, " ucap Pak Wahyono mempersilahkan.
Hanya terdapat dua bangku yang tersisa. Satu berada di sebelah cowok yang uhhh keliatan banget judes nya N satu ada di belakang sendiri.
Sasha pun memilih bangku paling belakang karena ia tidak mungkin bersebelahan dengan cowok judes.
Pak Wahyono mulai menerangkan materinya dan pelaran berlangsung sampai terdengar suara bel istirahat.
'Tringg'
Semua siswa siswi langsung menyerbu kantin hingga terlihat seperti lautan manusia.
Sasha memilih untuk berdiam di kelas karena ia masih belum terbiasa dengan sekolah ini. Letak kantin pun ia tidak tau dimana.
Sasha tenggelam dalam lamunannya hingga tersadar dengan kedatangan seorang cewek yang sudah diyakini Sasha bahwa itu bukan cewek baik baik.
"Eh gaes. Cupu ya ternyata, " cewek tersebut menertawakan Sasha. Sasha dapat melihat di name tag nya tertulis Risma Ardianti S.
Tangan Sasha mengepal namun sengaja tak ia tunjukkan. Ia harus bisa mengontrol emosinya. Ia juga harus bisa menyelesaikan tantangannya tanpa ketauan.
Tangan Risma mengambil buku milik Sasha. Ia sobek buku tersebut hingga menjadi dua bagian. Sasha yang melihat itu berdiri dan menatap Risma.
"Pake softlens ya lu??! Gue laporin BK mampus lu, " ancam Risma. 2 teman satu geng dengan Risma pun mulai memperhatikan manik mata Sasha.
Ya, Sasha memiliki manik mata berwarna biru karena orang tuanya berasal dari luar Indonesia, lebih tepatnya di negara Jerman.
Sasha masih belum mengucapkan sepatah katapun. Ia masih membiarkan mulut cabe itu mengatainya sampai berbusa.
"Eh Lu bisu ya??!" ucap Risma geram dengan mata membulat sempurna karena sedari tadi hanya dia yang berbicara.
Sasha pun berjalan melewati geng yang diketuai oleh Risma. Namun, cowok yang tadi terlihat judes malah meluruskan kaki kanannya kesamping kanan hingga Sasha terjatuh ke lantai.
Cowok tersebut tersenyum miring. Sasha hanya bisa bersabar menghadapi cowok rese ini. Sasha bangun dan kembali melanjutkan jalannya.
"Dikit ngomong banyak buat. Keren lu Ga, " ucap Risma kepada cowok tadi. Risma pun menepuk pelan pundak cowok tersebut yang bernama, Angga Revansyah.
Dilain tempat, seorang gadis duduk disebuah bangku Taman sekolah dengan wajah menunduk.
Tanpa dia sadari, air matanya meluncur dari pelupuk matanya karena sudah tidak kuat lagi ia tampung.
"Jadi gini ya rasanya. Maafin Sasha karena dulu Sasha suka jailin Naura, " sesal Sasha masih dengan kepala menunduk. Air matanya masih keluar.
Kacamatanya ia lepas dan ia taruh disamping tubuhnya. Ia mengusap sisa air mata yang berada dipipi nya.
"Hey lu, " teriak seseorang dari belakang. Sasha yang mendengar itupun langsung memakai kembali kacamatanya.
"Iya?" Sasha pun berdiri dan membalik badan kearah orang yang memanggilnya.
"Lu Sasha kan?" tanya nya lagi, seorang berhidung mancung, putih, dengan tubuh jangkungnya.
"Iya, " Sasha mengangguk.
"Ikut gua, " suruh cowok tersebut. Sasha pun berjalan dibelakangnya. Sasha hanya mengikuti dan tak tahu dia akan pergi kemana.
Sampailah ditempat tujuan karena cowok tersebut berhenti. Sasha kaget karena cowok tersebut berhenti didepan pintu Ruang BK.
"Masuk sono. Gua disuruh manggilin lu. Sebenernya males, tapi gimana lagi, gua ketos jadi ya gitu, " jelasnya sambil mengisyaratkan pada Sasha untuk masuk.
"Makasih Kak, " Sasha pun masuk ke Ruang tersebut.
"Selamat siang, Sasha. Murid baru membuat ulah ya, " sindir sang guru BK. "Kamu baru masuk uda pake lensa? Sini duduk, saya mau lihat, " lanjutnya.
'Sial!! Gue lupa pake softlens coklat' batinnya.
"Bisa dilepas softlens nya?" tanya guru BK tersebut.
'Gila, gimana nyopotnya coba?? Ini mata asli gue. N gue benci nyebut gue cewek blasteran' batinnya.
"Maaf tidak bisa, Bu, " ucap Sasha sopan.
"Kenapa?" tanya guru BK dengan bingung.
"Ini asli Bu, " Sasha memutar bola matanya malas. Ouh, Sasha sangat membencinya. Dengan ini ia akan mengingat kebenaran itu.
☆
☆
☆
Jangan lupa vote nya
YOU ARE READING
ATTENTION
Teen Fiction'KAU PEMBUNUH!! ' 'KAU BUKAN ANAKKU!! ' 'GADIS PEMBUNUH!! ' 'KAU PEMBUNUH!! ' "Cukup. Sasha gak kuat.. " -------------------------------------- Blom pinter buat cerita, coba baca aja dulu, mungkin suka.
