Baca aja dulu.
.
Ada yg mau ditanya?
Today adalah hari pertama masuk SMA bagi gadis berumur 15 tahun itu. Yang tentunya dibuka dengan acara MPLS. Atau yang dulunya disebut MOS.
Gadis berambut pendek itu memasuki gerbang yang--benar-benar--baru dia lewati hari ini. Kemarin-kemarin dia sakit jadinya ga hadir, untungnya punya temen yang jadi panitia MPLS, jadi dia tau apa aja barang-barang yang harus dibawa.
Gadis itu duduk di depan kolam ikan. Melihat orang yang berlalu lalang memasuki gerbang sekolah.
"Cogan mana ya cogan?" Salah satu tujuannya daftar diri sebagai calon peserta didik baru adalah cogan.
Kurang asupan cogan gue tuh.
"Alya," nama itu membuat gadis yang lagi nyari cogan menoleh ke sumber suara. "Kiran? Daftar sini juga?" Kiran mengangguk.
"Kok gue baru liat lu sekarang si?"
"Biasa." Alya menggerakkan jari telunjuknya seolah menusuk punggung tangannya.
"Ohh iya paham. Yaudah yu ke aula." Kiran menarik tangan Alya. Alya pasrah walaupun sedikit manyun karena belum menemukan cogan sama sekali.
.
.
.
"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh," Suara laki-laki yang terdengar sedikit gemulai itu memenuhi aula. Membuat suara obrolan yang berisik seketika hening lalu menjawab salamnya.
"Cogan kan Al?" Kirana menyenggol lengan Alya, tetap melihat ke laki-laki yang sekarang jadi pusat perhatian.
"Ri..an?" Alya menatap lelaki yang dimaksud Kiran dengan mata sedikit keluar.
"Lu kenal?" Kiran menatap Alya heran. Alya tak kunjung memutuskan pandangannya dari Rian.
"Sekarang gue satu sekolah sama cogan Kir," Alya tersenyum lalu memegang tangan Kiran tanpa mengalihkan pandangannya. Alya melamun.
Salah satu cogan udah ditemuin Alya. Merasa beruntung karena Alya merasa benar-benar beruntung.
"Alata Kalyana." Yang dipanggil masih ga fokus.
"Alata Kalyana ada?" Lagi-lagi namanya dipanggil.
"Alya, lu dipanggil." Kiran menyadarkan Alya. Alya kelagapan seolah kepergok lagi menatap cogan. Padahal mah emang lagi ngelamunin cogan.
"Maju ke depan. Duduk di kelompoknya." Alya langsung berdiri, menuju suara yang memanggilnya.
"Rian," Alya terus menatap mata itu sambil bergumam. Padahal Rian lagi manggil nama selanjutnya.
"Rian, plis inget gue." Mata Rian bertemu dengan manik Alya. "Plis inget gue.."
Rian memutuskan tatapannya lalu melihat ke orang di belakang Alya.
Kayaknya lu lupa beneran ama gue Ri.
YOU ARE READING
Rikalya
RomanceCerita singkat dari keseharian Rian dan Alya. Teman masa kecil yang kembali bertemu setelah mereka berada di masa putih abu-abu.
