Surabaya,
Perpisahan dan kepergian.
Dua hal yang masih menjadi momok untuknya.
Gadis lugu, mungil nan cantik kelahiran Yogyakarta, dengan mata berwarna kecoklat coklatan. Rambut pendek hitam pekat, yang selalu mendapatkan kasih sayang keluarganya itu masih membayangkan kisah kisah indah beberapa tahun yang lalu. Dimana dirinya masih bisa melewati kesehariannya dengan senyuman dan semangat terbaik. Masih mempunyai persahabatan yang tidak terhalang jarak seperti saat ini.
Waktu demi waktu terlewati dengan kesukaran yang tak pernah ia bayangkan.
Mempunyai ayah yang dulu punya pekerjaan mapan sekarang malah harus bertani alakadarnya. Berteman dengan cangkul dan melawan teriknya matahari. Mempunyai ibu yang dulunya selalu menyapa paginya dengan senyum sekarang senyum itu ikut larut dan lenyap.
Nenek dan Kakeknya sudah tiada. Pergi dengan beban yang harus dibayar oleh anak dan cucunya. Ini mirisnya, ia jarang mendapatkan kasih sayang orang tuanya lagi karna orang tuanya sibuk bekerja untuk membayar hutang.
Hidupnya berubah dratis semenjak kepergian dan perpisahan itu. Perpindahan dari kota kelahiran ke Surabaya bukanlah keinginannya, tapi keadaan benar-benar memaksanya.
Denisa dan Andrean. Dua sahabat yang selalu terlukis dihatinya. Dua sahabat yang berhasil mengukir kenangan terindah selama hidupnya. Dua sahabat yang ternyata juga ikut menyetujui adanya perpisahan. Walaupun dengan hati yang berat.
Andrean sudah ia anggap lebih dari seorang sahabat. Perhatiannya selalu membuatnya hanyut dalam rasa cinta. Hahaha lucu. Mereka masih belum cukup umur untuk perihal ini. Belum mengerti sepenuhnya makna rasa. Mereka baru mulai mengenal cinta tapi sudah diuji oleh jarak.
..
"Viona!!!" teriak Clara keras.
Ya dia menyebut nama gadis lugu itu. Nama panjangnya Viona Pradita Camelia. Cantikkan? Seperti parasnya.
Viona sedikit mengerjap, ia tersadar dari lamunannya. Lamunan tentang kisah lalu. Viona tau pasti Clara kesal karna dia mengabaikannya. Tapi ia justru yang merasa lebih kesal juga bosan. Sepupunya itu terus saja mengoceh tanpa henti setiap kali bersama.
"Siapa lagi yang akan kamu ceritakan padaku ra? Kamu sudah memperkenalkan orang yang kamu kenal bukan? Mulai dari ayahmu, ibumu, nenekmu, kakekmu, adik yang katamu paling nakal, juga teman temanmu. Lalu siapa lagi ha?" tanya Viona kepada Clara.
Clara melihat kearah jam tangannya. Dia baru menyadari kalau ternyata sudah hampir dua jam ia bercerita. Viona pun memutar bola matanya malas.
"Etttttssss,,, satu orang lagi belum ku beritahu padamu Vi!"
Viona hanya menghelai nafas kasar menanggapinya. Clara benar-benar cerewet.
"Jadi ada seseorang kakak kelasku dulu aku begitu mengaguminya. Wow!!!! Kalau diingat aku sudah tidak kuat lagi vi....gan" oceh Clara dengan ekspresi yang menggebu-gebu.
"Aku juga sudah tidak kuat denger ocehanmu Ra." potong Viona seraya menyembunyikan wajahnya dikedua tangannya.
"Ih Viona. Yaudah!!" kesal Clara berlalu pergi.
Dia memang begitu, gampang baper tapi besok juga sudah lupa dan akan mengoceh lagi.
Oh iya, Clara juga orang pertama yang bisa akrab dengan Viona. Selama beberapa minggu pindah ke Surabaya Viona masih saja mengurung diri. Dia hanya keluar kamar seperlunya. Ia benar-benar muak dengan semua keadaan yang terus menikamnya secara perlahan. Musibah yang datang bergantian datang seolah menyuruhnya mengakhiri semuanya.
Heuh, tapi sekarang ibunya butuh dia. Apalagi ibunya baru saja kehilangan orang tuanya, sosok berharga untuk seorang anak. Kakek dan nenek Viona mungkin memang pergi menambah beban tapi semuanya cerita semesta. Dan semesta akan selalu seperti ini, melakukan apapun tanpa meminta persetujuan makhluknya.
Ya gak?
🌾
Hari demi hari Viona lalui, ia selalu mencoba berpenampilan layaknya seperti anak yang dimanja dan selalu teriringi oleh kasih sayang. Dalam keramaian Viona selalu bersikap bahagia bahkan sangat bahagia, tapi ketika dalam kesendirian Viona merasa rapuh. Tidak hanya pikiran namun juga batin. Semangat yang ia tunjukan seolah hanya demi keluarganya. Setidaknya hanya dia yang merasakan paitnya jiwa.
-🌟-
Assalamuallaikum💙
Terima kasih sudah mau membaca ceritaku yang amatir banget.
Sebenarnya prolognya sangat panjang. Tapi berhubung orang indonesia sukanya yang simpel² ya udah aku singkat seperti diatas, tapi intinya tetep sama kok.
Oh iya,
Mohon maaf yang sebesar-besarnya ya temen-temen kalo ceritanya mungkin aneh dan gak jelas😂 mohon suport, kritik serta sarannya ya🙏 agar bisa memperbaiki yang perlu diperbaiki💙.
Zona amatir
Ig: @Rii_gntr13
YOU ARE READING
Viona
Teen FictionGadis polos telah dihadapkan dengan keputusan yang pahit. Kebahagiaan yang selama ini dia rasakan harus dilepaskan begitu saja. Bagai harta yang terampas. Tombak tertajam terasa mengenai dadanya ketika orang terdekatnya ikut menyetujui keputusan pah...
