Kini kau datang di hadapan ku...
Setelah kau hilang dalam pelukan ku dulu,
Kini ku berhasil menggenggammu kembali...
Tanpa ingin berpisah dengan mu untuk yang ke dua kali.
-Fa(jri)-
Aku ingin saat ini,
Rasaku tetap sama padamu,
Dan rasamu tetap sama padaku.
Yang tak akan pernah berubah.
-Fa(jri)-
Purnama itu bersinar terang ,
Memancarkan cahaya yang cerah,
Dengan senyum yang begitu indah.
Wahai purnama...
Aku ingin keindahan mu selalu ada di setiap malam yang kelam,
Setiap malam yang sunyi, tanpa ada nya bunyi.
-Fa(jri)-
Saat waktu sudah terlalu malam,
Sang purnama pun bersinar terang,
Ingatkan rinduku yang semakin mendalam,
Ingatkan ku tuk temani raganya.
Wahai rindu apa yang kau pikirkan?
Tolong bisikan hati tuk menyapanya,
Disini ku terdiam tuk jaga rasanya.
-Fa(jri)-
Rasa ini tak seperti senja,
Yang tak mampu bertahan lama.
Rasa ini tak seperti pelangi,
Yang indah tapi juga hanya sementara.
Tapi rasa ini seperti langit dan bumi,
Yang bersemayam abadi,
Tak akan pernah terganti,
Sampai saat nanti.
-Fa(jri)-
Keindahan ini tak akan ku biarkan binasa,
Kebahagiaan ini takkan ku biarkan sirna.
Aku hanya bisa berdoa,
Agar ini semua bisa terus terlaksanakan, hingga mencapai kenyataan.
Aku ingin segera terbangun esok pagi,
Dan mendapati kau slalu disisi.
-Fa(jri)-
Jika kamu bertanya kenapa aku terus yang berada dalam fikiran mu?
Aku pun bertanya balik pada mu.
Mengapa aku tak bisa melupakan mu, sekalipun saat aku sudah terlelap.
-Fa(jri)-
Senyumu menawan,
Wajah mu cantik rupawan,
Bahkan seperti bidadari yang jatuh dari kayangan.
Salam kenal bidadari, ini lah aku seorang pujangga yang ingin memperjuangkan cinta bersama-mu.
Meskipun baru beberapa saat menjalin kasih bersama mu,
Namun aku yakin bahwa kamu adalah yang terbaik untuk ku.
-Fa(jri)-
Cinta itu memang buta,
Karna itu, dia tak memandang rupa.
Cinta itu bukan masalah lagi,
Karna cinta memandang hati.
Karna untuk ku,
Kau takan terganti.
-Fa(jri)-
Jangan lupa vote, dan komen yah:)
Follow ig: @mfazri_17
YOU ARE READING
kata Picisan
PoetryIni bukan kata manis, Atau kata yang terdengar puitis. Mungkin bagimu semua kata-kata ini hanyalah picisan, Tapi ketauhilah... Semua kata-kata ini, keluar dari hati yang terdalam. -Fa(jri)-
