Selalu dan tetap bersyukur tentang apapun kenikmatan yang ada pada hari ini
.
.
.
Tepat pukul 6.30 pagi, Kalea mengantarkan anaknya ke sekolah TK Al-Fath dengan mengendarai motor matic keluaran tahun 2016. Hal itu menjadi kegiatan rutinitasnya. Semenjak bercerai dengan suaminya, Kalea melakukan semuanya sendiri. Dia menjadi Ibu sekaligus Ayah bagi anak perempuannya; Naufalyn Alayya.
Begitu sampai di sekolahan Ayya, seperti biasa Ayya akan mencium punggung tangan Kalea serta perut yang kini sedikit membuncit. "Yang nurut sama guru, ya." tutur Kalea dengan mengelus puncak kepala Ayya. "Nanti Bunda jemput,"
"Siap, Bunda!" kata Ayya bersemangat.
Setelah berkata demikian Ayya pun berlenggang pergi untuk masuk kelas. Sementara Kalea masih diam ditempatnya untuk memastikan hingga Ayya sampai masuk kelasnya. Baru kemudian ia meninggalkan area tersebut lantas menuju ke Sekolah Dasar tempat ia mengajar.
Guru, itulah profesi Kalea setelah resmi bercerai dengan suaminya tiga bulan yang lalu. Selain itu, ia juga menyambi dengan jual barang-barang secara online. Karena biaya yang dibutuhkan bukan hanya untuk makan saja namun juga untuk yang lainnya.
"Assalamu'alaikum," serunya kala memasuki ruang Guru.
"Wa'alaikumussalam," sahut dari beberapa Guru yang sudah tiba itu. Kalea tersenyum mendapat tanggapan seperti itupun menyalami Guru yang sudah hadir pada waktu itu. Setelah bersalaman Kalea beranjak duduk di kursinya.
Hari ini anak didiknya akan melakukan ujian kenaikan kelas, itu artinya libur panjang akan datang. Kalea berencana akan mengajak Ayya ke kampungnya selama liburan berlangsung. Kalea merindukan kota kelahirannya.
Bel berbunyi tiga kali itu tandanya semua murid diwajibkan masuk ke kelas masing-masing. Setelah itu Kalea pun segera berlenggang pergi untuk masuk kelas. Dan sebelumnya ia berpamitan dengan Guru yang lainnya.
"Mrs. Kalea,"
Kalea menoleh lantas tersenyum, "Iya,"
Lelaki itu pun segera mensejajarkan langkah Kalea, "Sebentar lagi libur panjang, ada rencana kemana?" tanyanya.
"Mungkin saya akan menghabiskannya di rumah orang tua saya," jawab Kalea dengan tersenyum, membayangkannya saja membuat dirinya tak sabar untuk menikmati waktu itu datang.
Lalu mereka berbincang-bincang tentang hal lain, namun kebanyakan Pak Nofic bertanya tentang Ayya--Anak Kalea. Sedangkan Kalea yang ditanya seperti itu menjawabnya pun dengan penuh ramah tanpa menaruh curiga. Hingga langkah kakinya berhenti di depan kelas tiga membuat Kalea harus menghentikan percakapannya dengan Guru Olahraga tersebut.
"Oh ya, saya duluan Pak Nofic." izin Kalea setelah itu ia pun masuk ke kelasnya untuk menjadi pengawas.
"Silahkan," Nofic mempersilahkan kemudian, lalu menatap punggung Kalea dan setelahnya ia pun pergi.
°^°
Sudah lima belas menit yang lalu Kalea berada di sekolahan Ayya. Menunggu anaknya hingga keluar kelas, sambil berbincang-bincang ringan dengan Ibu dari teman anaknya. Dengan duduk di kursi yang disediakan bagi orang tua ketika sedang menjemput anaknya.
"Mbak Kalea pulang dari ngajar, ya?" tanya salah satu Ibu-ibu yang sedang berkumpul disana untuk menunggu anaknya. Karena usianya yang masih terbilang muda, Ibu tiga anak itu memanggil Kalea dengan sebutan Mbak.
"Iya, bu." jawab Kalea seadanya dengan ramah.
"Mbak Kalea lagi isi?" tanya Ibu yang lainnya saat matanya tak sengaja melihat perut Kalea yang terlihat sedikit menonjol. "Berapa bulan, Mbak?"
YOU ARE READING
R E P E A T | Terbit
ChickLitKarena sebuah kesalahpahaman, sebuah pernikahan harus kandas tanpa adanya penjelasan terlebih dahulu. Dirgantara Al-Fatih malah memilih berpisah, karena merasa terkhianati. Hingga satu bulan kemudian, Havika Azalea sang mantan istri tidak menyadari...
