Chapter 1

39 5 0
                                        

Pertama makasih banget buat sahabat aku dari kecil yang udah jadi author wattpat duluan yang udah bantu bikinin aku cover cerita J_Raeincy61 Thanks ya rae <3
Cerita ini juga jauh dari kata sempurna ya basih banyak typo bertaburan kaya meses di donat, so Happy Reading

10 tahun yang lalu di Busan

Di pertengahan musim panas ,satu keluarga pindah dari Seoul ke sebuah desa di Busan dengan dua anak mereka satu perempuan berumur 10 tahun dan satu laki-laki berumur 18 tahun , kelurga tersebut nampak sibuk membereskan rumah barunya mengangkut barang ke dalam rumah. Setelah selesai  merekapun beristirahat di ruang keluarga yang cukup luas itu dan seseorang memulai pembicaraan

“ hah melelahkan “ kata seorang lekaki dengan rambut coklat terang tersebut
“ kau selalu saja mengeluh soo gum-sii “ ucap seorang yeoja paruh baya tersebut yang ternyata ibunya
Seorang anak perempuan dengan rambut sebahu berwarna coklat terang itu mendengar perkataan oppa nya dan rautnya berubah jadi murung dan sedih, ia pun menunduk

Mianhae oppa ini semua salahku jika kita tidak pindah ke sini gara-gara aku, kau tidak akan kelelahan seperti ini kan ?” tanyanya dengan mata berkaca-kaca dengan terus menunduk dan air matanyapun menetes
Setelah mendengarkan perkataan anak perempuan tersebut semua orang menatapnya sendu termasuk kakanya tadi , kakanya pun menghampiri adiknya dan jongkok sambil memegang kedua tangan adiknya yang tengah terduduk itu

Ani In nha-ya , aku bersyukur kita pindah kesini karena di sini lebih aman dank au tidak akan ingat dengan trauma mu lagi , ini bukan salahmu “ katanya lalu mengusam air mata sang adik dan tersenyum lembut , sang adik yang bernama In nha itu ikut tersenyum lalu memeluk kakanya,

orang tua mereka tersenyum melihat kedua anaknya saling menyayangi dan menguatkan lalu sang ibu berdiri menghampiri kedua anaknya

“hmm, kajja kita makan malam , sudah saatnya waktu makan malam tapi sebelum itu kalian bersihkan diri kalian dulu lalu turun lagi ke sini ya” titah sang ibu mereka berdua pun pergei ke lantai dua dimana kamar mereka masing-masing , sang ibu menatap kepergian kedua anaknya itu lalu di hampiri olah sang suami dan merengkuh bahu istrinya

“ sudahlah, aku yakin dia akan baik-baik saja “ katanya dengan tersenyum hangat kepada sang istri dan dijawab anggukan oleh sang istri merekapun pergi dari ruang tamu tersebut lalu sang istri pergi ke dapur dan sang suami pergi ke kamarnya

Di ruang makan

Keluarga itu tengah khidmat menyantap makan malam mereka hingga seseorang memulai pembicaraa

chagiya, bagaimana kalau kita membuat kue dan kita berikan ke pada tetangga-tengga baru kita sakalin kita memperkenalkan diri kita bagaimana” kata sang itri yang bertanya kepada suaminya itu

nde arraseo berhubung besok hari libur aku menyetujuinya ,agar kita juga tau seperti apatetangga-tetangga baru kita “ jawabnya

arraseo ,dan untuk kalian berdua kalian ikut oemma ya untuk membagikan kue besok kalian maukan ?” Tanya sang ibu
nde oemma “ kata kedua anaknya itu

Keesokan harinya

Seorang ibu tengah sibuk di dapur membuat kue bersama putrinya sedangkan sang ayah dan kakanya mereka membersihkan taman di sekitar rumah

oemma kita banyak sekali membuat kue , dan apakah tettangga kita orang baik ?” Tanya anak itu dengan menatap ibunya dengan khawatir

“ tentu sayang mereka baik dan kenapa  oemma  memilih busan untuk kita pindah karena disin ada sahabat oemma dan dia orang yang sangat baik tapi oemma tidak tau apakah dia tinggal disini juga atau tidak “ kata ibunya tersebut , sang anak hanya mengangguk

FORTUNES Where stories live. Discover now