Dua cabang

88 5 3
                                        

Aku mengakui jika 'aku menyukaimu' , aku mencoba memberi segalanya untukmu. Agar kau dapat melihatku sebagai perempuan, agar aku tak sama dengan para jalangmu yang hanya dapat menghangatkan ranjangmu, dan juga.. agar aku bisa mendapatkan hatimu.

Kau tak tergoyahkan, sangat kokoh seperti pilar, susah payah aku mendekatimu, segala cara telah ku lakukan. Namun apapun usahaku.. itu takkan pernah berhasil padamu.

Kau mendorongku keluar saat aku baru saja mencoba untuk masuk, aku pantang untuk menyerah, semangatku besar seperti api yang membara. Berkali-kali usahaku kau tolak, berkali-kali pula yang aku lakukan hanyalah mencoba.

Disaat aku jenuh dengan usaha yang ku lakukan, disaat itu pula ia datang membawa cinta yang ku inginkan. Ia datang membawa hati yang tak pernah kau beri. Ia menginginkan cinta yang selama ini hanya tertuju padamu selalu.

Ku katakan tidak untuknya, tapi seperti cerminan diriku, ia pun pantang menyerah. Aku melihat bayangan diriku padanya, akan terasa sesak di dada jika kisah ini akan terus berlanjut tanpa ada yang berhenti.

Aku berbalik padanya saat dia mulai menyerah padaku, aku tau rasanya saat orang yang kau sukai tidak membalas perasaan mu. Dan aku tak mau jika orang lain merasakan hal yang sama seperti ku.
Ku katakan padanya jika aku akan berjalan disampingnya, asalkan dia bersedia untuk membuatku agar bisa mencintainya. Dan dengan senang hati ia menjawab 'IYA!'.

Selang seminggu kemudian aku merasakan perubahan, hari-hari ku terasa lebih menyenangkan saat bersamanya. Ia selalu mencoba membuat ku untuk tertawa, tak ada lagi ratap tangis seperti dulu. Dan aku mulai terbuai akan hal itu.

Lalu saat aku mulai menyukainya, dia yang dulu ku cintai.. datang menyapa ku lagi. Dalam diam aku sebenarnya merindu dirinya. Bernostalgia dengan bagian masa laluku yang ini memanglah menyakitkan, tapi tetap saja rasa rindu ini tak bisa ku cegah.

Ini jelas salah, kenapa aku harus bingung dalam menentukan jalan pilihan..? Kenapa aku harus berhenti di persimpangan jalan yang sebenarnya aku tau dimana aku seharusnya melangkah..? Dia yang dulu kucintai memang menginginkan ku untuk kembali, menginginkan cintaku lagi.. namun sayangnya cintaku untuk nya telah habis tertelan waktu.

Sempatku goyah dan bertanya pada deburan ombak, namun ku sadar bila memang yang kuinginkan adalah DIA YANG DULU KU CINTAI, namun kesadaran ku tertampar saat deburan ombak itu menjawab bila MEMANG YANG KU INGINKAN ADALAH DIA YANG DULU KUCINTA, NAMUN YANG KU BUTUHKAN ADALAH DIA YANG SEKARANG ADA UNTUKKU, DIA YANG SELALU BERJALAN DISAMPINGKU.. SECEPAT MAUPUN SELAMBAT APAPUN JALANKU.

~End~

Anonim Where stories live. Discover now