.
.
.
Lagi-lagi gue yang bikin semua orang khawatir. Setelah dua hari lalu penyakit sial ini bikin gue drop dan harus bertemu dengan sosok-sosok berbaju putih di tempat laknat itu.
Gue benci atau bisa dibilang muak sama bau-bau obat yang ada di tempat itu. Mungkin gue udah jadi langganan di Tempat kerja Om Firman itu, hampir empat kali dalam dua bulan ini gue terus berakhir disana.
Dan malam ini, Bunda sama Ayah dapet kabar dari Kakek kalo mereka harus terbang ke Jerman besok, buat ngurus Perusahaan yang dibangun sama Ayah dan Kakek yang sekarang di ambang kebangkrutan.
Author Pov
"Yah, apa Bunda ngga ikut aja? Bunda ngga bisa ninggalin Aretha" kata Rena pada Arman suaminya.
"Bun, Aretha udah baik-baik aja, Bunda liat sendiri kan. Lagipula ada Ar- em Kak Arden disini, jadi Bunda ngga perlu khawatir, Bunda harus ikut Ayah" bujuk Aretha.
"Iya Bun, Arden bakal jagain Aretha. Kakek butuh Ayah sama Bunda buat nyelesein masalah perusahannya" kali ini Arden yang bersuara.
"Tapi-"
"Bunda percaya sama Arden, dia pasti bisa jagain sodaranya. Disini juga ada Mbak Sri yang bakal ngurus mereka" kata Arman meyakinkan istrinya.
"Arden kan sekolah, kadang juga pulangnya sore, Bunda takutnya Aretha kesepian yah" sahut Rena menghembuskan nafas gusar.
"Arden usahain biar bisa pulang lebih awal dari biasanya, biar Aretha ngga kesepian" kini Aretha memandang Arden dengan ekspresi seakan berkata 'yang bener?' yang hanya dibalas lirikan oleh kakak kembarnya itu.
"Tuh, Arden udah bilang gitu. Gimana Bun?" Arman menatap penuh harap ke arah istrinya.
Rena hanya diam seakan memikirkan bagaimana keputusan yang harus ia ambil.
"Kita cuma seminggu disana" kata Arman kembali meyakinkan istrinya.
"Yaudah. Tapi Arden, kamu harus bener-bener jagain adik kamu. Dan Aretha jangan ceroboh, kalian jaga diri selama Bunda sama Ayah pergi" Rena menatap cemas kedua anak kesayangannya.
"Siap Bun!" Ucap keduanya yakin.
.
.
.
•
My Lights •
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lights
Fiksi RemajaKamu seperti Matahari Bersinar terang di dunia ku Mungkin jika aku dekat dengan matahari aku akan terbakar, tapi lain jika aku dekat dengan mu. Rasa nyaman dan bahagia yang ku dapat. Senyum yang kulihat, dan merdu suara yang kudengar darimu menjadi...
