Seorang anak perempuan sedang memantulkan bola basketnya dengan tenang, lapangan basket komplek pun sudah menjadi tempat favoritnya selain perpustakaan pribadinya dirumah.
Bug
Saat membuka mata dan melihat ke ring basket ternyata bola pun tidak ada ditempat yang diinginkan, melainkan meleset dan berhenti tepat di kepala anak laki-laki yang umurnya kira-kira satu tahun lebih tua darinya.
Fira menggigit kuku jarinya ketakutan, setelah mengumpulkan keberanian fira pun melangkahkan kakinya menemui anak laki-laki tadi yang terkena bola fira.
"Aku minta maaf ya, ga sengaja" sambil meringis, fira meminta maaf.
"Tidak apa, lain kali hati-hati" ucapnya dengan senyuman.
Fira menjulurkan tangannya, "Emm, nama kamu siapa? Aku firasti wilson"
"Arlan. Arlan stephen"
"Oiya, ini basket kamu, lain kali hati-hati ya" ucao arlan memberikan basket tersebut.
"Terimakasih"
"Kayaknya bukan orang sini" ucap fira setelah arlan pergi.
Disinilah kisah mereka dimulai.
🕳️🕳️🕳️
Hallo. cerita ini direvisi habis-habisan, ceritanya pun berbeda dari sebelumnya.
Sampai jumpa lagi di part selanjutnya👋
YOU ARE READING
i'm never gonna say goodbye (REVISI)
Teen FictionPandangan mereka bertemu, arlan memandang fira dengan senyum meski tampak kekecewaan yang sangat kentara sekali dikedua mata arlan. "Bagaimana bisa gue pergi dari lo, setelah apa yang kita lakuin selama ini" "Gue udah sering mengecewakan lo" Hanya...
