1

4.6K 161 35
                                        

Ketika mendapatkan kabar yang kurang baik tentang orang terdekat kita terutama keluarga, maka dengan otomatis kita langsung tancap gas menemui, tanpa peduli jarak dan waktu yang menghadang.

••••

Suasana siang yang begitu cerah tapi sangat mencekik, terlihatlah seorang gadis dengan setelan seragam putih abu-abunya memasuki rumah dengan tergesa-gesa.

"Assalamualaikum bunda! Ayah!," Salam sang gadis dengan lantangnya. Menaruh tas di atas kursi dan langsung meleset ke dapur untuk menghilangkan rasa dahaga yang melekat di tenggorokan.

"Alhamdulillah, segarnya, huff berasa hidup lagi kan," ucap sang gadis setelah selesai minum. Melihat sekeliling rumah, terasa sepi, kosong dan hampa, seperti ada sesuatu yang hilang.

"Kok sepi sih, bunda sama ayah mana ya," ucap gadis itu ketika sudah berada di kamarnya untuk mengganti seragamnya dengan pakaian santai.

Setelah berganti pakaian santai, ia mencoba bertanya kepada tetangga sebelah tentang keberadaan ayah bundanya, siapa tahu ada yang mengetahui.

"Buk, maaf mau tanya, ibu tahu ayah sama bunda keluar tidak," ucap gadis itu menemui salah satu tetangganya yang kebetulan sangat akrab dengan bundanya.

"Oh neng Mita sudah pulang ya, tadi bunda neng nitip pesan kalau neng uda pulang, neng langsung suruh ke rumah sakit," ucap ibu Ida tetangga sebelah yang sangat akrab dengan bundanya.

"Loh rumah sakit Buk, siapa yang sakit Buk, terus ke rumah sakit sama siapa Buk" tanya gadis itu yang ternyata bernama Mita, dengan bertubi-tubi.

Ibu Ida yang mendengar begitu banyak pertanyaan jadi bingung sendiri menjawabnya, ia butuh banyak oksigen untuk menjawab.

"Satu-satu neng, tadi Pak Romi tiba-tiba jantungnya kambuh, ibu Rina bingung mau dibawa ke rumah sakit jarak kompleks dengan jalan raya kan lumayan jauh neng, dan kebetulan tadi ada pemuda ganteng yang tiba-tiba datang ke rumahmu, lah dia itu yang mengantar mereka ke rumah sakit, dan sebelum ibu Rina naik mobil pemuda itu, beliau nitip pesan untuk disampaikan kepada mu." Terang ibu Ida panjang lebar.

Mita yang mendengar manggut-manggut mengerti."ya udah buk makasih banyak ya atas informasinya," ucap Mita sambil berlalu pergi, sebelum benar-benar pergi, ia sempat berpikir ibu Ida kan tidak menyebutkan nama rumah sakitnya, dari mana ia tahu ayah bundanya di rumah sakit itu, sedangkan rumah sakit di kota ini ada begitu banyak.

"Eh Buk, nama rumah sakitnya apa ya," tanya Mita ketika Bu Ida sudah mau menutup pintu rumahnya.

"Ada apa neng Mita," membuka pintu lebar-lebar, keluar ke halaman rumahnya.

"Maaf Buk, nama rumah sakit yang didatangi bunda sama ayah apa ya?" Ulang Mita sekali lagi, karena ibu Ida tidak mendengarnya, sebelumnya.

"Nama rumah sakitnya ya neng, kayaknya ibu Rina tidak memberi tahu tentang itu, oh mungkin yang di dekat sd itu loh, kan itu dekat dengan sini neng." Terang ibu Rina dengan gaya cenayangnya.

"Oh ya udah deh Buk, sekali lagi makasih ya, maaf telah mengganggu waktu ibu, Mita pamit dulu ya mau jenguk ayah." Pamit Mita pada ibu Ida, tak lupa mengucapkan terima kasih.

"Iya neng sama-sama, tidak mengganggu kok neng, iya neng Mita hati-hati ya," ucap ibu Ida dengan lembut.

••••

Tak butuh waktu lama, Mita pun sampai di rumah sakit dekat sd, ia pun segera menuju resepsionis, menanyakan apakah nama ayahnya tertera atau tidak.

"Ada yang bisa kami bantu," ucap salah satu resepsionis di rumah sakit tersebut.

"Oh ya apakah ada pasien atas nama bapak Romi Irmawan," tanya Mita pada dua suster penjaga (resepsionis).

TakdirWhere stories live. Discover now