Prolog

295 16 22
                                        


"Lepasin kak!!!!lepasin!!!!hiks....hiksss......ampun," Ucap gadis itu tersungkur di lantai dengan air mata yang terus menetes membasahi seragam yang ia kenakan.

Sontak hal itu membuat cewek tersebut semakin bersemangat untuk menjambak rambut gadis itu.

"Mangkanya lo itu gak usah bikin masalah sama temen gua," ucap cewek itu sambil mengencangkan tarikan pada rambut gadis itu.

Sementara yang lain hanya memandang mereka dengan tatapan berbeda-beda, ada yang merasa kasihan, ada pula yang melihat itu sebagai tontonan yang asik bagi mereka.

"Hahaha!!! Ampun lu bilang???!!! Lu gak punya mata ya??!!! Lu gak liat baju temen gua basah semua gara gara lo!!!" teriak gadis bernama Ana dengan nada marah.

Sementara cowo yang dimaksud hanya berdiri didepannya bersama dua temannya sambil melihat tanpa niat membantu sedikitpun.

******Flashback on******

"Pah,mah, Tina berangkat sekolah dulu ya." Ucap gadis berkacamata menyapa dua insan yang sedang duduk di meja makan.

"Pagi sayang, sini sarapan dulu sama kita." Ucap Adam selaku ayah Tina.

"Nggak pah, hari ini Tina harus berangkat pagi. Jadi Tina bawa bekal aja" Jawab Tina langsung berlari kecil keluar rumah.

"Ayo pah kita berangkat" Ajak Sasha pada ayahnya, yang notabenya juga ayah Tina.

Mereka berdua pun berangkat, tak lupa diantarkan Bu Lisa, istri dari pak Adam sampai depan pintu.

Sementara itu, Tina sudah memacu sepedanya dengan kecepatan normal, seperti itulah ia sehari-hari, kemanapun ia akan menggunakan sepeda, tak jarang juga bus umum.

Sementara itu, Tina sudah memacu sepedanya dengan kecepatan normal, seperti itulah ia sehari-hari, kemanapun ia akan menggunakan sepeda, tak jarang juga bus umum

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Dia bukan Nerd Girl, tapi juga dapat dikatakan Nerd. Lebih tepatnya ia gadis yang sederhana.

Setelah menempuh waktu sekitar 10 menit, Tina sampai digerbang sekolah. Seperti biasa, disaat yang bersamaan Sasha juga sampai di sekolah bersama ayahnya.

Ia dan Sasha memang satu kelas, namun Sasha tidak suka dengan Tina, karena menurutnya saudaranya itu sangat tidak modis, mungkin itu satu alasan Sasha, dan banyak alasan lain mengapa ia tak menyukai Tina.

Namun Tina tidak mempermasalahkan itu, menurutnya terlalu buang-buang waktu untuk mengurusi penilaian orang.

Beberapa menit ia berjalan dari gerbang menuju kelasnya, namun baru saja kakinya melangkah ke dalam kelas, Tina tak sengaja menabrak orang, sampai minuman yang dibawanya tumpah membasahi seragamnya sendiri.

"Maaf" Hanya kata itulah yang dapat Tina katakan.

Namun hening, tak ada satu bentakan apapun, ia kenal siapa orang ini. Ia adalah Fandra Arsenio Ganendra, segala sifatnya sudah menjadi keseharian Tina. Entah apa lagi yang akan ia lakukan sekarang, terakhir kali ia disuruh membersihkan sepatunya.

Namun ia tak melakukan apapun, ia hanya berjalan menuju meja dan duduk disana tanpa sepatah kata.

Tina hanya bisa menundukkan kepala, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sampai kemudian Ana dan dua temannya datang.
"Kenapa seragam lo bisa kayak gini??" Tanya Ana setelah melihat seragam Fandra basah.

Hanya dengan lirikan mata, Ana tahu bahwa penyebabnya adalah Tina.

"Hobi banget lo caper sama Fandra" Ucap Ana dengan nada mengejek dan senyum smirk nya.

Flashback Off

Semuanya bubar saat bel pertanda masuk berbunyi, Fandra dan ketiga temannya yaitu Ana, Alex, dan Leo pergi meninggalkan Tina yang berusaha untuk berdiri dan merapikan penampilannya.

Teeeeet...................

Bunyi bel kedua terdengar nyaring, menandakan pelajaran akan dimulai.

"Hufftt....hufftt.. Hampir aja gue telat" Ucap cowok yang barusan datang sambil terengah-engah.

"Nggak kok, ini rekor terpagi malahan" Ucap Tina melihat jam dinding sambil mengingat-ingat.

Yap, cowok itu satu-satunya teman Tina disekolah. Banyak sebenarnya teman Tina, namun yang setiap hari selalu dengannya ya hanya cowok itu.

Zidan Ega Malvino,
cowok yang langganan telat dateng ke sekolah, wajahnya bisa dibilang diatas rata-rata ya. Ia juga ramah kepada siapapun, termasuk pada suatu spesies bernama wanita.

Zidan atau yang biasa dipanggil Sedan oleh Tina, mereka berdua sudah lama dekat sejak mereka duduk di bangku kelas 1 SMA.

Intro selesai.........

Merekapun menghentikan percakapan, saat guru masuk ke dalam kelas.

°°°°°BERLANJUT°°°°°

Okay para redersku, maaf bangat kalo cerita ini cukup lama buat di publish, bingung banget mau buat cover.

But im so happy, author optimis banget ni sama cerita yang ini,
Karna pemerannya itu ada di
Real Life nya author gitoo😌

Udah segini aja ya prolognya,

Thanks yang udah baca, vote dan komen

Seperti biasa Author ingetin,
Jangan lupa vote dan komen karna itu semua gratisss...tis...tisss...tisss...

Ayulestari6117
Tulungagung, 13-12-2018

Hidden DiamondDonde viven las historias. Descúbrelo ahora