"Adell!!!"
Teriakan itu membuat adel menoleh ke asal suara. Ia menyapu pandangan keseluruh kafe dan menemukan seseorang yang berada di sudut kafe sambil melambaikan tangan serta mengisyaratkan agar Adel menghampirinya. Dengan segera ia melangkahkan kaki ke si pemilik suara dan duduk di depan orang itu.
"Hai my adell!!! Ngapain lo disini?" kening Adel berkerut mendengar teriakan sahabat nya itu.
" Seharusnya, gue yg nanya, gue emang selalu ada disini buat nulis, dan gue baru liat lo disini". Dengan senyum sumringahnya, sahabat nya yang bernama Kerin itu tertawa kecil.
"Hehe, iyaa yaa? Gue disini lagi nungguin karel, lama banget dia mah. Ada yg harus gue bicaraain ke dia" ujar Kerin
Adel hanya membulatkan mulutnya,
"Oke, gue balik ketempat gue aja ya". Adel beranjak dari tempat yang sedari tadi ia duduki didepan sahabatnya.
Adel merasa ada yang menarik lengan nya dan menoleh kebelakang, " kenapa lagi ?"
"Kenapa lo bilang? Lo yang kenapa del? Gue muak liat tingkah elo. Kenapa lo jadi pendiam gini?? Apa lo belum bisa lupain si brengsek itu? Ayolah del, kenapa lo selalu ngindarin kita semua. Udah dua tahun dia ninggalin Lo bahkan dia mempermalukan lo didepan semua orang del. Gue perjelas. Adelia Queenara, dia udah mutusin lo!! " Emosi sahabatnya itu semakin menggelegak.
Adel mengalihkan pandanganya ke arah jendela berharap air matanya tidak akan jatuh didepan sahabatnya itu.
" Gue sahabat lo del, lo bisa berbagi kesedihan ke gue, kalo gabisa ke gue, setidaknya sama yang lain, ke riska, kay masi banyak dey. Lo selalu aja natap semua orang dengan tatapan sendu yang lo punya, lo pengen sem--
"Stop Rin!!! Gue bakalan pergi dari kota ini. Gue mau kerja. Lo gak bakal tau rasanya jadi gue rin " kini air mata adel telah lolos dengan mudah di kedua pipinya.
" Gue butuh waktu Rin! ". Adel menyeka air matanya yang deras mengalir karna penuturan sahabatnya yang membuat dia mengingat kembali hal menyakitkan itu lalu ia beranjak pergi meninggalkan sahabatnya terpaku mendengar Adel berteriak begitu keras.
"Lo berubah del" batin Kerin.
Adel berjalan dengan cepat sambil menangis keras. Ia bahkan tidak peduli dengan tatapan heran orang orang. Yang ia inginkan adalah sendiri dan berteriak.
❄
Kini Adel sudah berada di depan rumahnya. Ia membuka pintu besar rumahnya itu. Ia menatap penuh keseluruhan isi rumahnya
" kenapa semua orang ninggalin gue?? " sambil berteiak dengan begitu keras disertai air mata yang deras ia berlari ke kamarnya, lalu ia duduk di sudut kamarnya.
" kenapa semua orang ninggalin gue?? Hikss hiks.. Gue benci kehidupan gue.
Dea bangkit ia meraih sebuah frame dengan foto ia dan keluarganya.
Adel menatap kasihan dengan dirinya di foto itu,
" Ma, kenapa mama ninggalin adel ma. Sekarang Adel sendirian, Adel ga punya siapa siapa. Papa udah gapeduli lagi sama Adel."
Adel meracau sambil mengusap foto ibunya itu.
Tanpa sadar ia sudah tertidur sambil memeluk erat frame kesayangannya.
❄
First part.
I hope you enjoy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Change
Teen FictionPerempuan yang hingga saat ini masih terjebak cinta masa lalu nya yang abuabu. Perempuan yang ditinggalkan dan dipermalukan didepan semua orang. Perempuan yang rela merubah diri untuk membuktikan kalau ia perempuan baik. Dan dia hanya seorang peremp...
