Prolog.

144 45 60
                                        

Jasmine Roseline. Gadis cantik, manis, dan murah senyum, berusia 17 tahun yang kerap dipanggil Jeje itu dia sangat semangat untuk bangun pagi di esok hari. Karena besok adalah hari pertamanya kembali masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas.

Keesokan harinya.

"Pagi Bunda." Jeje menyapa bundanya yang sedang menyiapkan sarapan.

"Hai, pagi."

"Bun? Ayah mana?." tanya Jeje.

"Oh Ayah, Ayah tadi udah berangkat waktu kamu masih siap-siap. Ayah harus berangkat pagi karena mau ketemu rekan bisnisnya, takut telat katanya." Bunda menjelaskan.

"Oh, sarapan apa Bun?"

"Seperti biasa," jawab Bunda.

Jeje pun mengangguk dan mereka pun sarapan. Tidak butuh waktu lama untuk mereka sarapan. Jeje pun akhirnya berpamitan untuk bersekolah.

"Bunda, Jeje berangkat dulu ya." ucap Jeje sambil mencium punggung tangan Bundanya.

"Iya sayang, kamu hati-hati ya."

"Oke Bun."

Sesampainya di sekolah.

"Hai Je. Gue kangen banget sama lo." ucap Lutfi, teman sebangku Jeje.

"Hehe, iya gue juga." ucap Jeje yang langsung memeluk Lutfi.

"Kita gak satu kelas lagi Jeee," Lutfi merengek seperti anak kecil.

"APAAA?!!" teriak Jeje.

"Hm."

"Lo serius Fi? Kok bisa sih?"

"Ya mana gue tau. Orang kenaikan kelas sekarang tuh diacak semua."

"Yaelah. Terus gue sekelas sama siapa?"

"Lihat aja yu! Tuh di mading."

"Ayo cepetan." ucap Jeje sambil menarik tangan Lutfi. Mereka pun melihat mading dan mencari nama Jeje.

"Gila gak sih! Gue XI IPA 2. Gak berubah, dari dulu IPA 2 terus." ucap Jeje.

"Gue XI IPA 3." ucap Lutfi.

"Yaaah... kita gak seke-"

Tettt tettt tettt!

Tiba-tiba saja ucapan Jeje terpotong karena bel masuk sudah berbunyi.

"Gue ke kelas ya." ucap Jeje.

"Oke, gue juga. Istirahat tungguin gue ya." ucap Lutfi sambil meninggalkan Jeje.

Sesampainya di kelas, Jeje kebingungan. Pasalnya, di kelas barunya ini, tidak ada yang akrab dan berteman dekat dengannya.

"Ehm, hai. Gue boleh duduk sini ya?" tanya Jeje kepada salah satu murid perempuan yang duduk di belakang.

"Oh iya, boleh kok." jawab gadis itu.

"Ehm nama lo siapa?" Jeje bertanya.

"Gue Syifa, dari ipa 1. Lo?" Syifa bertanya.

"Gue Jasmine. Panggil aja Jeje, dari ipa 2." jawab Jeje dan mereka pun berjabat tangan.

"WOI... GUE DISINI KAN YA?!!" teriak seorang murid laki-laki.

"Apaansih No, berisik tau gak." jawab Syifa.

"Tau berisik banget."

"Dari kelas mana sih?"

"Lah Revano disini?"

Begitulah ucapan-ucapan dari murid kelas XI IPA 2 ketika Revano datang.

"Syif? Gue disini kan bener?" Revano bertanya kepada Syifa.

"Iya disini No. Oh iya kenalin No, ini temen baru gue. Namanya Jasmine dari ipa 2." ucap Syifa.

"Hai, gue Revano." ucap Revano sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum kepada Jeje.

"Hmm, gue Jasmine." jawab Jeje sambil menjabat tangan Revano.

Kenapa Jeje dan Revano baru berkenalan? Bukannya mereka satu sekolah? Ya, mereka baru kenal. Meskipun satu sekolah, Jeje tipe orang yang tidak hafal banyak murid yang seangkatan dengannya. Jadi jangan heran ya.


Hm... gimana? Kira-kira ada yang penasaran gak ya sama cerita baru aku ini? Semoga ada deh. Aku butuh kritik dan saran yang memotivasi ya temen-temen.
Sebelumnya, buat yang udah baca, makasih hehe💙jangan lupa vote dan komen :))

REVANOWhere stories live. Discover now