CHAPTER-1 KELAS BARU

109 33 4
                                        

Senin pagi yang melelahkan bagi Rara yang naik ke kelas 8 dia takut, bingung karna takutnya dia tidak sekelas dengan temannya di kelas 7 dulu dengan malas Rara bangun dari tempat tidur dan bergegas mandi dengan jalan yang sedikit lunglai 40 menit Rara selesai mandi dengan cepat Rara memakai seragam sekolah dan berdandan sedikit hanya dengan menggunakan bedak saja.

Rara segera keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk sarapan terlebih dulu di bawah sudah ada Mamah, Ayah, dan Tetehnya(Kakak perempuan) sudah duduk dan menunggu di meja makan sambil sesekali ada perbincangan sedikit.

"Eh baru turun ternyata, udah ayo cepet makan ntar kesiangan" ucap Tria mamah Rara, Rara hanya mengangguk dan duduk di sebelah Risma kakaknya.

"Perginya dianterin sama Teteh ya Ayah kan kerja" Rara berhenti makan dan mengangguk lagi.

Rara hanya makan beberapa suap saja karna dia baru saja sembuh dari sakitnya selama 5 hari jadi wajar saja kalau dia tidak banyak berbicara.

"Ayo Teh berangkat takut kesiangan" Rara bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya dengan sedikit gemetar.

"Eh iya ayo, emang kuat mau sekolah?" tanya Risma dengan sedikit meledek.

"Kuat dong masa sih ga kuat anak Polsis kan kuat masa sih ngga apalagi kan sekarang punya kelas baru ntar punya temen baru juga" jawab Rara dengan semangatnya Risma hanya terkekeh melihat adiknya itu bisa bersemangat lagi.

Rara segera keluar dari rumah di susul oleh Risma juga Tria yang mengekor dari belakang.

"Ya udah Mah, Rara berangkat dulu assalamualaikum" Rara mencium punggung tangan Tria dan segera naik ke motor yang sudah di hidupkan oleh Risma.

"Hati-hati waalaikumsalam" Tria kembali masuk ke dalam rumah.

Rara tak henti melihat ke arah jalan ke kiri ke kanan sesekali melihat handphonenya yang ada di dalam saku bajunya, tidak lama kemudian handphonenya bergetar dan ada sebuah notif dari Line terlihat jelas 'Alifah'.

Alifah: "Ra masih dimana buruan gue udah di sekolah nih lagi nunggu di pos Mang Dedep".

Cepat-cepat Rara membalas pesan dari Alifah.

Rara: "Ini lagi di jalan bentar dong, emangnya kita sekelas?".

Alifah: "Iya kita sekelas kita di kelas 8B bareng sama Mutiara juga ko".

Rara: "Wahhhh,, beneran akhirnya ada temen juga nih gue kira ga akan ada temen".

Alifah: "Iya udah makannya cepetan dong".

Rara: "Sabar dikit napa ya ini lgi di jalan".

"Akhirnya ada temen juga di kelas 8 kirain ga akan ada temen untung ada Alifah sama Mutiara kalau ngga ga akan ada temen dong" Rara bergumam sendiri.

Kebetulan Rara sudah kenal dengan Alifah dan juga Mutiara saat dia pertama kali masuk eskul Polisi Siswa atau lebih di kenalnya lagi Polsis jadi tidak ada kecanggungan lgi diantara Alifah dan Mutiara jika Rara bertemu dengan mereka berdua bahkan saat ini bisa satu kelas dengan Alifah dan Mutiara.

Hanya 30 menit Rara sudah sampai di depan sekolahnya dan segera turun dari motor dan mencium punggung tangan Risma.

"Heh,,heh maen nyelonong masuk aja" saat Rara hendak masuk tasnya di tarik oleh Risma otomatis Rara mundur kembali ke belakang.

"Lahh apaan lagi sih Teh kan tadi udah salam, pasti ada maunya kan? Pasti bakal minta nitip Lumpiah kalau ngga Pop ice" Risma hanya nyengir karna Rara sudah tau apa niatnya.

"Nah itu tau, ntar di ganti Teteh udah pulang kerja" Rara hanya menghembuskan nafas panjangnya.

"Kalau ada duit ya" Rara segera berlari masuk jika tidak ntar dia diomelin oleh Tetehnya.

SAHABATWhere stories live. Discover now