*****
"Gak kerasa ya, bentar lagi kamu lulus." Hanya gumaman sebagai jawabannya. Menoleh untuk memastikan. Pandangan pertamanya pada netra hitam yang mampu membuatnya tenggelam.
Bibirnya mengukir senyum membalas senyumnya tanpa mengalihkan pandangan dari netra hitam pekat seperti malam itu. "Pokonya. Kita harus tetap saling kasih kabar. SMS. Telepon. Vc ahhh!! Pokonya semuanya deh!. Minimal tiga kali sehari!." Terkikik geli merasa lucu dengan apa yang di ucapkannya.
Pemilik netra hitam itu pun ikut terkekeh mengikuti gadis yang selalu bersamanya selama dua tahun terakhir. "Kaya Obat aja." Selorohnya.
"Nah!! Itu tau." Gadis itu berseru kencang, tanpa peduli orang yang spontan menatapnya penuh ingin tahu.
Gemas. Tangannya mengacak rambut selembut sutra itu sambil terkekeh pelan. Membuat sang gadis memekik kesal mengerucutkan bibirnya.
"Gak usah di monyongin. Kagak selera gue."
"Heh!!" Protes sang gadis memukul pundaknya. Dirinya tertawa merasa bahagia karena kebersamaannya bersama gadisnya. Iya. Gadisnya.
Tertawa miris dalam hati. Benarkah gadisnya ?.
"El.."
"Hmh."
Gadis itu tersenyum menatap netranya hangat. "Buat aku, kamu itu seperti obat yang harus ada kapanpun dan di manapun." El terpaku di tempatnya. Netranya menatap gadis yang tersenyum di sampingnya dengan lekat.
"Makanya El. Kamu harus tetap kabari aku, meski di sana pagi dan di sini larut malam sekalipun. Karena. Buatku kamu berharga El."
Tubuh El sontak menegang, matanya terbelalak kaget dan jantungnya berdetak hebat. Seketika perutnya bergejolak seperti begitu banyak kupu kupu berterbangan. Rasanya indah dan bahagia. Tapi sepertinya Tuhan tidak setuju jika itu terjadi pada El. Telinganya kembali mendengar penuturan sahabat sekaligus gadis yang dia sukai selama ini secara diam diam.
"Because you are a friend and brother to me El."
Sakit rasanya, saat kita terbang dan dengan tiba tiba jatuh. El hanya mampuTersenyum masam dan memilih mengalihkan pandangannya ke depan melihat pemandangan hamparan laut lepas begitupun dengan Rindu.
Sampai kapan kamu menganggapku sebagai Kaka rindu ?. Gumamnya dalam hati.
Angin berhembus sedikit kencang hingga membuat rambut El dan Rindu berantakan. El memejamkan matanya meraup rakus harum stroberi yang menguar dari rambut Rindu yang mengenai dirinya.
El tidak tau sejak kapan stroberi, buah yang dia benci kini menjadi favoritnya, candunya. Entahlah. El tidak peduli. Hanya saja dia berharap harum ini selalu bersamanya. Menemaninya.
Dunia El berubah ketika gadis bernama Rindu Wulandari hadir di hidupnya. Gadis berwajah mungil dengan mata bulat serta rambut pendek beserta poni yang menjadi olokan teman temannya serta dirinya kini menjadi teman sekaligus gadis spesial di hatinya.
Takdir memang selucu itu.
Pantai dan stroberi adalah salah satu hal yang El benci. Entah bagaimana kini menjadi favoritnya. Candunya. Semuanya berubah karena seorang Rindu. Gadisnya.
Suasana menjadi sunyi. Setelah penuturan Rindu pada El. Keduanya larut tenggelam dalam perasaanya masing masing. Meresapi momen yang entah kapan akan terulang lagi.
Sebenarnya El bukan seorang cowok yang pendiam. Cool terkesan dingin tapi memiliki daya tarik tersendiri. Tidak. Itu bukan El. Dirinya termasuk cowok pada umumnya, humoris, jail dan diam pada waktunya.
El tidak tahu. Bisakah dirinya tanpa gadis itu. Satu Minggu waktu yang dia punya bukankah tidak cukup ?. El hanya ingin selamanya. Bukan satu Minggu.
Iya. El memang seegois itu jika menyangkut Rindu Wulandari. Meski faktanya El hanya bisa berharap tanpa bisa memiliki. El memang pecundang jika menyangkut tentang perasaanya. El terlalu takut dengan segala kemungkinan yang terjadi setelah dia mengungkapkan isi hatinya dan El belum sanggup untuk kehilangan Rindu.
Keputusan orang tuanya yang mengharuskan El kuliah di Sidney Australia membuatnya tidak bisa berkutik. Ingin rasanya dia berontak. Tapi itu tidak mungkin karena itu pasti akan menyakiti hati orang tuanya. Jika saja El bukan anak tunggal El pasti bisa menolak itu semua. Faktanya El adalah putra tunggal dari pasangan yang memiliki kekayaan dengan jumlah fantastis hingga membuat keluarganya termasuk dalam jajaran sepuluh besar orang terkaya se-Asia.
Tentu. Mau tidak mau El harus bisa meneruskan apa yang telah ayahnya bangun dari nol itu. Dan El berjanji setelah kelulusannya nanti El akan segera menemui Rindu mengungkapkan isi hatinya dan akan melamar langsung Rindu. Iya. Memang secepat itu. Bibirnya melengkung membayangkan itu semua terjadi.
"El.."
Sungguh El sangat suka jika Rindu sudah memanggilnya sebegitu lembut. Netranya menatap gadis di sampingnya dengan lembut.
"Berenang yuk!!" Ajak Rindu antusias.
Sebelah alisnya terangkat bertanya heran. Rindu terkekeh dan pemandangan itu tidak lepas darinya. "Mukanya gitu banget." Ujar rindu mengusapkan tangannya pada muka El.
El menepis. "Ck. Gue cuma gak mau merawanin bibir Lo. Ntar Lo minta di kawinin lagi sama gue."
Rindu mendengus. "Cuma main air doang kali. Mau ya!." Pintanya memegang lengan El.
El terdiam. Menatap lekat wajah antusias Rindu. Merekamnya dalam memori otaknya. Hingga beberapa detik kemudian senyumnya terbit membalas senyum manis Rindu. Tangannya mengacak rambut rindu gemas. Segera berdiri dan mengulurkan tangannya yang langsung di sambut Rindu.
"Yuk."
Rindu mengangguk. Menggenggam tangan El erat yang di balas El tak kalah erat. Sedikit berlari kecil membuat Rindu tertawa di buatnya.
Tawa yang begitu merdu menyatu dengan alunan desiran ombak serta angin.
El bahagia. Meski hanya sebatas Kaka untuk Rindu.
*****
Holla!!!! Mak comeback Bawa Rindu Dengan versi yang berbeda.
Semoga suka.!!!!!!
Seeyou.😘😘😘
Puter mulmed di atas. Salah satu penyanyi Indonesia favorit Mak 😁😁😁
Next.
11 : 00
3_september_2018
KAMU SEDANG MEMBACA
RINDU ( Slow Update )
RomancePLAGIAT DI LARANG MENDEKAT!!!!!!! Melupakan cinta pertama memang sangatlah sulit. Terlebih perasaan itu belum pernah kita ungkapkan dan memilih memendamnya berharap rasa itu hilang dengan sendirinya. Namun. Faktanya, Cinta bisa membuat orang buta d...
