Happy reading.....
"Tapi yah aku masih sekolah"
"Dengar Ahsani, ayah tidak menyuruhmu untuk langsung menikah, kalian hanya akan tunangan lebih dahulu,lagi pula dia itu gadis yang baik"
"Baiklah" Pasrah Ahsani.
"Ya....sudah ayah masuk dulu" laki laki paruh baya tadi menepuk bahu anaknya sebelum berlalu pergi masuk ke kamarnya.
Ahsani menutup wajahnya dengan tangan, kenapa ayahnya kolot sekali, ini zaman apa kenapa ayahnya masih juga menjodohkannya, apa katanya tadi ini untuk memperkuat yayasan sekolah keluarganya? Jadi,secara tidak langsung ayahnya menjualnya begitu?
"Dek....ikut abang yuk...ngopi, dari pada kamu pusing begitu" Fadil kakak Ahsani, prihatin melihat nasib adiknya dijodohkan diusia muda, utungnya si gadis itu memilih Ahsani bukan dia.Seneng sih, tapi kasian juga sama adeknya ini.
"Iya deh bang"
"SUMPAH!!!!!"
Ahsani menutupi wajahnya malu ketika teriakan Dony menggema di dalam caffee shop yang baru pertama kali Ahsani singgahi hingga menarik seluruh perhatian pengunjung kaffe.
"Sssttt" Ahsani memperingatkan.
Cowok itu baru saja menceritakan perihal perjodohannya kepada teman temannya.Tapi, kelihatannya hal itu sia sia melihat teman temannya yang bukannya memberikan solusi tapi malah mengejeknya.
"Yang sabar aja San....siapa tau ceweknya nanti cantik ya.....gak......?"
Reza tertawa ngakak setelah mengatakan hal yang menurutnya lucu itu padahal diantara mereka tidak ada yang tertawa sama sekali.
"Cantik mana sama yang ini?" Fadil melambaikan tangan kearah meja barista dan muncullah gadis cantik dengan seragam caffee dan topi barret.
"Hay Ar..."Fadil menyatukan kepalan tangannya dengan cewek itu.
"Ganggu gak nih?"
"Enggak kok kak, lagi istirahat nih" jawab cewek itu sambil duduk diantara Fadil dan Ahsani.Sontak saja Ahsani mengeser duduknya menjauhi Arshi,melihat tingkah Ahsani,Arshi menoleh kearahnya dengan pandangan bingung, kenapa dia bauya?.
"Bang kenalin dong" Dony menyenggol badan Fadil,melihat itu Arshi sontak tertawa dia mengulurkan tangannya kearah cowok tadi.
"Arrashi biasanya dipanggil Arshi"
"Gue Dony" cowok itu menjabat tangan Arshi sambil nyengir ganteng.
"Gue Reza" ucap cowok disebelah Dony sambil mendorong Dony yang membuat jabatan tangan mereka terlepas dan langsung ia gantikan dengan tangannya.
"Hehehe.....aku Arshi" Arshi ganti mengulurkan tangannya kearah Ahsani.
"Arshi" ucapnya.
"Ahsani" cowok itu menjawab tanpa menerima uluran tangan Arshi. Arshi meringis melihat sikap cowok tadi. cowok ini aneh sekali dia mengeser kursinya lalu tidak meneriama uluran tangan dan kalian tau yang paling aneh lagi? dia memakai sarung di kaffee.
Oke, memang untuk yang terakhir gak ada aturannya.Tapi kan dimana mana pergi ke kaffee itu pakai pakian casual bukan pake sarung sama baju koko kayak orang mau pergi ke masjid saja.
"Dia adek gue, emang orangnya gitu rada freak"
"wkwkwkwkwkwkwkwk........" Dony ngakak paling keras,kakaknya sendiri aja ngakuin kalau Ahsani itu aneh.
YOU ARE READING
Nikung?
Teen FictionGimana rasanya nikung saudari sendiri? Arrashi atau biasa dipanggil Arshi seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada cowok alim bernama Ahsani, beruntungnya Ahsani membalas perasaanya. Namun,apa yang terjadi jika ternyata Ahsani adalah calon tunanga...
