"Ren? Haloooooo? Masih di sinikan?" Suara Indri-salah satu sahabatnya- memaksanya keluar dari lamunan indahnya.
"Eh apa?" tanyanya linglung.
"Kamu kenapa Ren? Sakit?" Selena-sahabatnya-terdengar khawatir.
"Gak kok. Aku gak papa." kilah Shiren.
"Bohong banget. Kamu ngelamun abis main hp. Jangan bilang abis stalk si Damar? Cowok yang waktu SMP itu kamu taksir? Kamu belum Move on?" tebak Indri-Sahabatnya. Dan gotcha tebakan nya 100% benar.
"Kan diem. Ahhh, katanya mau Move on kok masih nge-stalk" gerutu Indri.
"Masih kepikiran ya Ren? Emang sih kalo cinta pertama tuh susah dilupain. Trus juga kata orang Cinta Pertama tuh gak pernah berhasil" kata Selena.
"Move on tuh harus diniatin dulu Ren. Bukan cuma ngomong loh tapi juga usaha. Yakinin tuh diri kamu kalo kamu serius mau Move On. Jangan labil gitu ah." celetuk Irina.
"Malu kali sama doi. Dia aja baik baik sampe sekarang. Pernah punya pacar lagi. Lah kamu jalan di tempat. Berdiri di situ mulu, gak mau beranjak" cerocos Indri.
Celotehan dan nasihat seperti ini sudah sering di dengar Shiren. Tapi mau bagaimana lagi, Move On tuh susah banget. Dia lebih baik mengerjakan 100 soal Mr. Batak yang super susah sekalipun, daripada harus Move on.
Sudah terhitung 4 tahun Shiren dan laki laki itu tak bertemu lagi. Terkahir ketemu itu waktu perpisahan SMP karena doi pergi keluar negri, itupun cuma liat dari jauh. Gak berani mendekat. Malu. Minder. Itu yang Shiren rasakan. Ternyata malaikat kayak Shiren juga bisa minder kalo deket sama gebetan. Padahal cantik tujuh turunan.
Ngomong-ngomong sekarang Shiren dan ketiga sahabatnya sedang di kafe dekat kampus. Keempatnya memang satu kampus tapi beda fakultas, dan kebetulan Indri juga Selena yang ada kelas sudah selesai sejak 30 menit lalu. Sedangkan Shiren dan Indri tidak ada kelas. Daripada diem di rumah mending ke kampus kumpul bersama. Hang out.
"Pdkt nya gimana Ndri?" tanya Shiren mengalihkan pembicaraan. Dan berhasil. Lihatlah muka Indri langsung kusut kayak baju belum disetrika.
"Buruk. Dia nya kayak kagak tertarik. Ini hati kayak layangan di tarik ulur mulu dari dulu. Padahal aku kan udah ngerjar terang terangan eh tetep aja dia kayak gak peduli" jawabnya dengan mengangkat bahu.
Ya nasib Indri juga gak beda jauh kayak Shiren. Hanya beda nya Indri berani mengungkapkan telebih dahulu. Mendekati gebetannya tak tahu malu. Tapi tetap saja doi acuh.
"Ren? Itu bukan nya Damar ya?" gumam Selena sambil menatap pintu kafe yang terbuka. Membawa kemunculan seorang pemuda tampan,putih, tinggi, dan berbadan tegap.
Keempat sahabat itupun menganga. Melihat siapa yang masuk dengan senyuman ramah. Reflek Selena, Indri, dan Irina menoleh secara bersamaan ke arah Shiren.
Keadaan nya berbeda jauh dengan keadaan sahabatnya. Shiren jauh lebih tenang. Bibir nya mengatup rapat tetapi matanya memancarkan kegelisahan,kerinduan,dan keputusasaan.
Disana, cinta pertamanya duduk tenang. Tak menyadari keberadaan nya. Bagaimana mungkin hatinya tak sakit. Sedikit terbesit niat untuk cepat-cepat move on. Tapi pasti kali ini akan jauh lebih susah karena Shiren baru ingat, cinta pertamanya satu kampus denganya.
Apa yang kira-kira sedang di rencanakan Takdir dan Tuhan pada kisah cinta Shiren?
Pertemuan ini tentu bukan kebetulan. Akan ada alasan yang ikut serta di dalamnya.
YOU ARE READING
MOVE ON
Teen Fiction"Gimana sih Caranya Move On?" pertanyaan itu pasti pernah terucap hampir di seluruh penjuru dunia. Banyak Alasan nya. Tapi kebanyakan karena Lelah menunggu dan berjuang sendirian. -------------------------------- Shiren. Gadis berusia 19 Tahun ini s...
