BAB 1

5K 253 7
                                        

Sebelum membaca
harap
Vote dulu ya
.
Terima kasih

"Lo yakin nggak buat tugas?" tanya Dirga pada Lyra yang asik membaca Novelnya.

"Lo sendiri? Nggak ada berpikir untuk beliin gue makanan gitu?" Lyra balik bertanya.

Dirga menghela nafas, "Dasar rakus! bakal gue beliin makanan, asal lo mau ngerjain tugas. Oke?"

"Oke. Tapi lo ajari gue ya.." rengek Lyra.

"Agh! Iya iya. Sebentar, gue kesana dulu." Dirga berdiri dari bangkunya dan meninggalkan Lyra yang asik membaca Novel.

Lyra melirik sedikit ke arah Dirga yang jauh berjalan membelakanginya.

"Gue mulai lagi!"

Saat ini, Lyra dan Dirga berada di taman kampus. Itu kebiasaan untuk mereka berdua setelah selesai ngampus. Bagi Dirga pergi ke taman adalah tempat yang pantas untuk otaknya yang beku akibat pelajaran yang di berikan Dosen. Kalau bagi Lyra, taman ini tempatnya menagih makanan dari Dirga. Ya. Ditaman ini banyak yang berjualan makanan Kesukaan Lyra.

"Nih!" Dirga menyodorkan bungkusan Batagor kepada Lyra. "Lunaskan?"

"Kenapa sedikit banget?" protes Lyra.

"lo seharusnya bersyukur gue udah mau beliin lo. Masih rela ngeluarin duit lima ribu yang berharga." omel Dirga.

"Ahaha! Lo lucu deh! Gue becanda kok!" Lyra tertawa sambil mencubit pipi Dirga.

"Aww! Lo selalu cubit pipi gue!" rengek Dirga.

"Itu berarti gua sayang sama lo." ujar Lyra.

Dirga melirik ke arah Lyra,"Seharusnya begitu!"

"Eceknya!"

"Sialan!"

"Ahahahaha!"

"Tidur yang nyenyak. Besok, gue jemput lo agak pagian." kata Dirga sesampainya di rumah Lyra.

"Kenapa agak pagi?" tanya Lyra heran sambil memberikan helm kepada Dirga.

"Kita sarapan di kantin kampus besok. gue traktir." kata Dirga.

"Wahh, ada apa hari ini sampai-sampai lo mau neraktir gue?"

"Lo kagak perlu tau!" Dirga menjitak kepala Lyra.

"Aww! Gue hanya ingin tau.." rengek Lyra.

Dirga tertawa, "yasudah. Masuk gih! Gue pulang dulu. Bay Bibub!!" teriak Dirga sambil menjalankan kereta sportnya hingga menjauh.

"Bye!" balas Lyra dari kejauhan.

Setelah Dirga sudah tidak terlihat, Lyra membuka pagar lalu berjalan gontai ke dalam rumahnya.

"Hey, selamat malam anak gadis!" sapa seseorang, Bang Aldo. Pacar Kak Dara, Kakak Lyra.

"Oh, Kak. Ngapain malam-malam kesini?" tanya Lyra.

"Mau ngapelin kakak lo dong, masa iya ngelamar adeknya!" jawab Kak Aldo.

"Untung lo lebih tua dari gue, Kak. kalo gak, gue udah absen kebun binatang dari tadi." gerutu Lyra.

"Ahaha, dosa tau. ganti dulu baju lo, Ra. Pasti lengket tuh!" nasehat kak Aldo.

"Yayaya." Lyra naik ke lantai 2 menuju kamarnya.

Lyra pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Air shower mengalir deras di atas kepalanya.

"Duh duh duh, segerr!"

Dia menggosok badannya dengan sabun. Itu sabun kesukaan Dirga. Dirga yang menyarankan kalau aroma sabun tersebut cocok untuk Lyra.

Saat Lyra sedang asik-asik nya berendam, Kak Dara datang mengetuk kuat pintu kamar Lyra.

"Ra! Lyra! Buka dulu pintunya. Sabun gue habis!" Teriak nya.

Lyra yang mendengar itu mengendus kesal.

"Pake aja dulu sabun mandi yang di kamar mandi bawah! Gue lagi sibuk ini!" Balas Lyra.

"Pliss, Ra. Gue mau kencan ini!"

"Yaudah! Kan bisa pake sabun mandi bawah!"

"Gak mau, ah! Nggak wangi!"

"Yelah! Kayak iya aja lo kencan romantis. Nih! Ntar pulang, lo beli sabun gih, Kak Dar." Kata Lyra sambil berjalan ke arah Kak Dara yang memohon di mulut pintu kamar Lyra.

"Jangan banyak-banyak. Itu Dirga yang beli!" Lanjutnya.

"Wah! Okeoke. Makasih, Dek Lyra!" Ucap Kak Dara senang lalu berlari kembali ke kamarnya.

Lyra menggeleng-geleng melihat tingkah Kakak satu-satu nya itu.

"Mesti banget badannya wangi gitu. Gak mungkinkan si Kak Aldo nyium dia sampai ke badan-badan nya. Ntar dikata mesum lagi!" Cibir Lyra sambil menutup pintunya dan kembali berendam.

1-30 bab Fara & ran

Coffe Latte Where stories live. Discover now