Menyesal merupakan perbuatan untuk mengakui segala kesalahan atau dosa yang telah dilakukan. Penyesalan adalah sebuah jembatan untuk menghubungkan dari zona keburukan menuju zona kebaikan.
Seperti yang kita ketahui, sebaik-baik orang bukanlah orang yang tidak pernah melakukan sebuah kesalahan. Akan tetapi manusia yang terbaik sesungguhnya adalah manusia yang melakukan kesalahan kemudian disadar dan bertaubat atas kesalahannya.
Kita sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain.
Dan itu yang dirasakan seorang Mahesa Angkara saat ini, pesesalan. Pemuda itu terduduk di dalam bangunan tua tengah hutan di kota nya, Ellion-kota kecil di daerah selatan. Hanya tiga per delapan bangunan yang berdiri di kota ini.
Cahaya mentari menerobos masuk lewat celah ventilasi yang terbuka lebar tanpa penghalang, menyinari wajah sosok Mahesa yang sesungguhnya. Rambut coklat tua nya basah, terkena peluh yang saat ini juga menetes dari dagu dan pelipisnya. Dia cemas, dengan semua yang baru saja di lalui nya.
Mahesa mengambil botol air di sampingnya, membasuhkan ke tangan putih yang terkena bercak merah pekat, darah. Tetes air itu turun menghujam tangannya, serentak dengan tetes air mata yang mulai ikut andil.
Setelah membasuh dengan cukup tergesa - gesa, Mahesa mengelapkan tangannya ke pakaian yang di kenakannya saat ini. Alhasil jaket hitam dan kaus putih polosnya ikut serta memiliki bercak merah yang terlihat kontras dengan baju putihnya.
Ia kalut, fikirannya tidak bisa tenang. Mahesa mengambil ponselnya di saku celana, mengabaikan bercak merah yang masih ada di tangannya. Menekan beberapa angka di log panggilannya, lalu menempelkan ponsel hitam itu ke daun telinganya.
Nafasnya bergetar, sambungan teleponnya tak kunjung di terima. Cowok itu tidak patah semangat, dia perlu obatnya, penenangnya. Hingga akhirnya sambungan itu di terima pada dering ketiga.
"Halo?" ucap orang di seberang sana.
Mahesa terdiam cukup lama, berusaha mengatur deru nafasnya yang memburu, juga linangan air mata yang tidak bisa berhenti begitu saja.
"Gue kangen kalian, bisa ketemu?" tuntasnya saat itu juga yang langsung di setujui tanpa syarat.
Andai semua kejadian itu tidak pernah terjadi. Andai dirinya tidak pernah melakukan hal itu. Andai dia tidak pernah hadir, untuk menghancurkan sebuah jalannya takdir yang telah tergariskan. Andai dia tidak ada di sana kala itu, semua tidak akan terjadi!
Tapi apa mau dikata, semua tak terelakkan karena waktu dan masa lalu tidak bisa diputar kembali.
Lantas apa gunanya semua andai-andai itu. Ketika kita sadar makna dari sebuah penyesalan. Disaat itulah kita bangkit dari keterpurukan.
Dan hari ini, Mahesa hanya putuh obat penenangnya. Yaitu, para kawannya. Di tengah tengah kegelisahan dan rasa penyesalannya.
A/N
Yailah pendek ya?
Sebenernya tuh panjang, ini aja udah di potong2
Aslinya jatah prolog itu aku buat sekitar 700 kata, jatah per chapter itu 1500 an. Malah ini tadi buat prolog doang langsung jebol jadi 800:v
Kalo prolog aja udh segitu apa kabar chapternya?
Jdi aku buat per chapter tetep 1500 dan prolog 500 words. Kalo epilog kayanya paling panjang ntar. Kalo ngga sih ya paling pendek:v
Intinya simak aja trus, jgn bosen2. Sider jangan keseringan.
Don't forget to VOTE and COMMENTS~
See ya!
-jeonaa
YOU ARE READING
INNOCENCE
Teen FictionPernah merasa bersalah? Menyesakkan bukan? Saat kita merasa bersalah terhadap seseorang akan terasa lebih menyakitkan dibanding saat kita disakiti atau dipatahkan hatinya. Rasa yang pada akhirnya membuat kita mati terbunuh pelan-pelan. Menghantui di...
