Prolog:
F.R.I.E.N.D.S
We just
Friends
*
*
Namanya Tristan Ardhani, siswa kelas XI-IPA 2. Ramah, ceria, dan pintar, sudah pasti seluruh anggota sekolah mengenalnya. Ditambah lagi dengan tampang wajahnya yang bisa dibilang diatas rata-rata, tidak mungkin tidak ada perempuan yang tidak suka dengan dia, bahkan guru pun menyukai dia.
Dan dia, Kaila Achazia, siswi kelas XI-IPA 1, teman masa kecil Tristan yang dari kecil sampai sekarang tidak pernah terpisahkan satu sama lain, mungkin hanya terpisah waktu berwisata dan berbeda rumah, tidak lebih dari itu. Kaila, teman masa kecil yang dikenal oleh Tristan sejak pertama kali masuk TK, adalah seorang yang ramah, ceria dan pintar, tidak jauh berbeda dengan Tristan. Ditambah lagi dengan paras cantiknya yang membuatnya sebagai most wanted girl di sekolah mereka.
*
Hari-hari pertama masuk sekolah memang menyebalkan sekaligus menyenangkan bagi siswa-siswi SMA Garuda. Hal yang menyebalkan tentunya murid-murid harus kembali ke sekolah untuk memulai kegiatan belajar mengajar kembali setelah sekian lama libur. Hal yang menyenangkan tentunya mereka bisa bertemu dengan teman mereka kembali, seperti apa yang dilakukan oleh Tristan dan kedua kawannya yang lain, Zain Faunio dan Atlanta Xavier, yang kebetulan sekarang sedang berkumpul bersama di meja Tristan di kelas XI-IPA 2.
Di kelas yang lain, XI-IPA 1, Kaila sedang mempersiapkan buku pelajaran dan alat tulis di mejanya.
"Eh, Kaila udah lama gak ketemu, kangen banget deh." Suatu suara muncul dari depan Kaila. Sontak Kaila langsung mengangkat kepala dan membalas perkataan dari orang itu.
"RISA, UDAH LAMA GAK KETEMU, KANGENN!!" Kaila langsung berdiri dan memeluk perempuan yang namanya Risa tersebut.
"Ih, masih manja aja, gak pernah berubah."
"Gak apa-apa manja sama kamu, yang pasti aku masih suka sama yang beda jenis, bukan sama yang jenis sama, kayak kamu."
"Ih apaan sih, la. Jijik banget deh gua dengernya, udah lah gua duduk dulu, capek." Risa mengambil posisi tempat duduk di sebelah Kaila.
"Eh btw, jalan-jalan kemana lu? Sampai gua chat gak dibalas balas, pasti ada kemana mana, kan?" Ucap Risa setelah membereskan barang barangnya itu.
"Idih, darimana gua jalan-jalan. Orang gua ganti hape, makanya gua gak bisa bales chat dari lu," balas Kaila sambil menunjukkan handphone-nya tersebut.
"IHHH, curang ah lu, itu kan hape yang pengen gua beli."
"Hehe, maafkan aku Risa sayang."
"Sayang ndasmu, btw gimana tuh sama tetangga lu?" Risa mengganti topik.
"Hah tetangga?!"
"Iya, si Tristan loh, gimana tuh dia? Pangeranku masih ganteng kan?"
"Idih, buta ya lu, darimana dia ganteng?" Kaila langsung membuka bukunya untuk belajar.
"Ah, si lala ngambek. Yaudah deh aku salah, maafkan aku Lala-ku." Sekarang giliran Risa yang lebai.
"Ih jijik ah gua sama lu, Sa."
*
"Tri, ada oleh-oleh gak?" Ucap Zain yang tampaknya kelaparan.
"Idih, dari kemarin mintain orang oleh-oleh melulu. Gak modal banget jir lu." Bukan Tristan yang marah, melainkan Xavier.
"Bawel jir lu, gua tanya Tri bukan lu sasa."
"Gak usah panggil gua sasa boleh gak, jijik gua dengernya."
"Jijik-jijik juga suka kan sama dia?" Tristan membuka suaranya sambil bermain handphone-nya.
"Bacot jir lu, urusin si Kaila dulu tuh baru ngomong ama gua." Xavier mulai kesal.
"Apaan sih? Orang gua sama dia cuma T.E.M.A.N, dibaca apa?"
"Pacar." Jawab Zain dan Xavier bersamaan.
"Bodo amat."
*
NEW STORY :)
Hope you like it! Thanks.
6-6/2018
To be continued...
NO BOOMVOTE!!! I really hate boomvote
duh boomvote .-.
YOU ARE READING
Hers
Teen Fiction"Lu cewek yang paling aneh yang pernah gua kenal." Perempuan itu mengabaikan perkataanya. "Seumur hidup gua, gua gak pernah ketemu tuh cewek yang sedingin gini." Perempuan itu mengangkat langkahnya untuk meninggalkan laki-laki itu sendirian. "Kalau...
