Prolog
Untukmu,
Melihat bintang bertebaran di langit biru saja sudah membuatku tenang dan senang. Jika aku bisa, mungkin aku akan menggapainya. Sayangnya, aku tak akan sanggup menempuh jarak berjuta kilometer itu. Secara kasat mata, jaraknya sangatlah dekat. Jauh jika menempuhnya, itulah ilusi.
Aku bisa mencapainya dalam kamus imaji, mimpi, dan anganku. Imaji yang membuatku sangat dan terlalu berharap. Mimpi yang membuatku tak ingin bangun dari tidur. Angan yang menguatkanku untuk tidak berhenti berharap mencapainya.
Suatu saat, mungkin aku akan melihat bintang itu jatuh. Nyatanya bintang jatuh hanyalah sebutan untuk meteorid yang bertabrakan dengan atmosfer. Melainkan bukan bintang yng sesungguhnya. Pada akhirnya meteorid yang menjelma jadi bintanglah yang kudapat dalam genggamanku.
Nuraniku bergelut antara menerima atau menolak genggaman itu. Menerima jika putus asa berharap . Menolaknya jika masih ada kepastian mencapaimu.
Sama sekali tidak kuharapkan. Namun menyia-nyiakan yang sudah ada adalah kebodohan. Dan menerimanya adalah suatu kebohongan. Tinggal memilih antara kebodohan atau kebohongan, atau aku akan memilih lari dari kenyataan.
Selamat membaca
Maaf jikalau ada Typo:v
Baru pertama kali nih^_^
Maklum masih amatir:p
Mohon kritik dan sarannya gaes
Matur thankyou:v
