By accident

60 9 8
                                        

Kala itu aku tengah menunggu bus sekolah di halte dekat komplek. Sudah 10 menit menunggu, tanpa adanya tanda-tanda bus renggang.

Setelah menunggu selama 12 menit, akhirnya bus sekolah tidak seramai yang sedaritadi melintas. Tetapi tidak ada bangku kosong, yang menjadi tempat untukku duduk.

Terpaksa aku berdiri disamping laki laki yang tengah mendengarkan musik melalui earphone nya.

Tiba tiba laki laki itu berdiri, aku bisa melihat dengan jelas wajahnya. 'Oh god pangeran dari mana ini,' batinku memuja lelaki itu.

"Silahkan," ujar lelaki itu, sembari tersenyum mempersilahkan aku menduduki ditempatnya.

Aku masih membayangkan senyum indahnya. Ya, senyumnya sangat indah. Rahang kokoh, alis tebal, bibir sexy. Oh god, kenapa aku membayangkan lelaki itu.

Aku menoleh kesamping, tepat lelaki itu berdiri. Masih sama, memasang earphone nya untuk menghindari kebisingan dalam bus ini.

Ah iya, aku baru menyadari dari celana abu abunya. Dia masih Sekolah, tepatnya SMA. Aku menjadi semakin penasaran pada laki laki itu, lalu aku mendongakkan kepala kearahnya. Tapi...

Pupus sudah harapanku. Seragamnya tertutup oleh hoodie hitam yang ia kenakan.

Aku rasa bus sekolah telah berhenti. Aku menengok kearah luar, tepat berada di halte sekolahku.

Aku segera bergegas turun. Lelaki itu masih menumpangi bus sekolah, yang berarti sekolahnya jauh dari sekolahku. Aku semakin penasaran.

Sejak melihat senyumnya, aku telah terpesona. Ah, aku harus mencari tahu siapa dia.

***

Kini aku sudah berada di dalam kelas, bersama sahabatku. Aku menceritakan semua yang terjadi didalam bus sekolah itu.

Sahabatku menanggapinya dengan terbahak. "Ya ampun cuma gara gara ketemu cogan di dalem bus, lu langsung suka gitu aja? gila emang," ujarnya.

"Tapi ini serius! sumpah kalo lu tau pasti lu bakal kesemsem juga. Ini cogan kharismanya beuh mantap jiwa. Mana baik lagi, duh gue berharap semoga ketemu lagi sama dia." Aku tetep bersikukuh meyakinkan sahabatku.

"Ya ya ya terserah lo." katanya sembari memutar bola matanya.

Aku orangnya susah sekali untuk suka kepada seseorang. Karena masalalu yang membuatku seperti ini. Maka dari itu sahabatku menganggapnya hanya lelucon.

Aku akan membuktikan kepada sahabatku, bahwa orang yang aku temui di bus tadi sangatlah mirip pangeran.

***

Bel pulang telah berbunyi, aku segera bergegas menarik tangan sahabatku menuju halte sekolah.

Yap, aku berharap agar satu bus lagi dengan lelaki tadi pagi. Saat bus sekolah berhenti tepat di halte sekolah, aku celingukan mencari sosok ber hodie hitam itu.

"Mana yang katanya ada pangeran di dalam bus?" cibir sahabatku.

Aku menoleh sebentar kearahnya, "sabar elah. Kita tunggu satu bus lagi oke?" ucapku meyakinkan.

Sahabatku hanya mengehela nafasnya malas. Tepat beberapa menit kemudian, bus datang kembali. Tetapi lelaki itu tidak memunculkan batang hidungnya.

"Udah deh, ngga usah halu gitu. Kadang sesuatu yang kita harapkan ngga akan muncul. Udah lah gue balik duluan, mau bareng ngga?" ajaknya.

By Accident (Short Story)Stories to obsess over. Discover now