eins

37 3 8
                                        

Hari ini hari kedua setelah ia keluar dari rumah sakit, dan tepat dua hari ia mencantol status sebagai anak SMA.

Yup, ia adalah gadis bernama Mineila Ratu Gwendya Kiyandra. Sebut saja ia gadis jorok, tak berperasaan, pemalas, dan......
tukang tidur, sampai-sampai ada yang menjuluki nya "Ratu Kebo".

Si Ratu Kebo ini baru saja ditinggalkan oleh si tifus, tetapi karna ia mudah saja move on, jadi ia lebih memilih untuk bolos sekolah di dua hari pertama ia sebagai anak SMA. Menurut Neila, hari pertama masuk sekolah itu membosankan, hanya upacara, perkenalan guru dan sekolah. Lalu dilanjut mencari kelas dan perkenalan wali kelas.

Dan pada hari kedua masuk sekolah itu adalah hari ter-angker para siswa baru, dikarenakan mereka harus berhadapan dengan para panitia MOS yaitu kakak kelas nya sendiri dan Neila malas menjalankan perintah-perintah yang membuat nya malu.

*****

Lihat saja sekarang, gadis berparas cantik nan jorok ini sedang terlelap dalam mimpi dengan banyak bungkus makanan berserakan diatas tempat tidurnya. Tinggal menghitung detik saja dari sekarang,

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

Dan.....

"DYAAAAAAAAA!!" teriak eyang Mika dari bawah tangga pun sontak membuat Neila bangun.

Memang, Neila punya panggilan tersendiri di keluarga yaitu Dya, seperti nama kesayangan. Tapi bukan nama kesayangan yang iya dapat, melainkan teriakan omelan yang sering membuat kuping dan hatinya panas.

Selanjutnya dengan mata setengah tertutup dan terbuka, rambut kusut acak-acakan seperti gulali rambut nenek, mulut belepotan coklat-keju bercampur air liurnya. Dengan penampilan sangat menjijikan Neila pun keluar kamar dengan tangan yang sibuk menggaruk-garuk kepala nya sembari menuruni tangga demi tangga.

Dan sampailah ia di tangga paling bawah dengan sesosok wanita paruh baya dihadapannya.

"Dya, kamu ini anak perempuan tapi jorok melebihi seekor binatang," ucap eyang Mika geram dapat terlihat jelas dari sorot matanya.

"Pagi eyang ku tersayang," sapa Neila dengan mudahnya tanpa ada rasa takut, sembari menguap dan membuka kedua tangan ingin memeluk eyangnya.

"Mau apa kamu?" cegah eyang Mika dengan tangan satu nya menjewer kuping Neila.

"Aw..aw..aduhh,"

"Ampun yang, Dya cuma mau meluk eyang," jawab Neila menyengir, "Kan kangen," lanjutnya.

"Pelak peluk mukamu buluk, eyang gak mau dipeluk sama cucu yang jorok nya minta ampun," ucap eyang Mika dengan nada menjijikan.

"Cepat mandi lalu bersihkan semua kekacauan di rumah ini yang kamu buat." tegas eyang Mika.

"Ihh, eyang Dya kan baru sem-" ucapan Neila terpotong oleh suara kakaknya di ambang pintu rumah.

"Gak usah banyak bacot dek, tugas gue udah selesai malah di buat kacau lagi," hardik Sheryl kesal.

"Sudah sekarang kerjakan tugas kamu, nanti jam 10 kita akan bertemu dengan teman papa kamu." ucap eyang Mika sembari mengelus lembut rambut acak-acakan nan bau cucu nya itu.

"Iya yang," jawab Neila sembari mencari sesuatu di dalam ruangan itu.

"Tunggu" sergah Neila saat iya melihat jam besar yang tergantung di dinding ruang keluarganya, "Apa-apaan coba, sekarang udah jam sembilan kurang seperempat. Mana bisa aku ngebersihin semua ini. Aku belom mandi, belom nyari baju, belom-" ucapannya terpotong lagi oleh Sheryl.

"Makanya kerjain cepetan, jangan banyak bacot dibilang!" teriak Sheryl yang sangat amat kesal dengan adiknya satu ini.

"Sudah jangan berantem. Mau ditambah lagi hukuman kalian?" sergah eyang Mika saat melihat muka Neila yang merah padam menahan amarah.

Neila saat itu hanya bisa pasrah sembari menaiki tangga lagi untuk membereskan kamarnya, dan lain-lain. Tetapi sesampainya diatas Neila mendapat ide untuk membalaskan dendam pada kakaknya yang tadi tertunda.

"Kak Sheryl...parfum kakak yang dari paris aku minta yaaa," teriak Neila dari atas sembari menahan tawanya.

Mendengar ucapan keramat dari adiknya tersebut dapat membuat mata Sheryl membulat penuh.

"PARFUM KESAYANGAN GUE"

"AWAS LO KALO SAMPAI PARFUM GUA ABIS!!"

"GUA KASIH KAOS KAKI PAK JOKO LO DEK!!" teriak Sheryl sangat kencang sampai eyang Mika menutup kuping nya sembari menggeleng-geleng kepala.

*****

Saat semua sudah selesai Neila pun turun ke bawah dan menuju ke meja makan.

"Eyangggg,"

"Yangg,"

"Eyang ku tayang," panggil Neila dari arah ruang makan.

Tak ada jawaban pikirnya. Sontak membuat kening Neila berkerut yang berarti ia sedang memikirkan sesuatu.

"Apa gue ditinggal ya?"

"Tapi masa iya? Gak mungkin lah, tega amat."

"Tapi sepi banget nih rumah." Neila bergidik ngeri dengan bayangannya sendiri.

Seketika ia pun berlari menuju pintu depan dan tubuhnya menegang sesaat kemudian.

"Waaaaa!!" teriaknya dan detik itu pun Neila tidak sadarkan diri.

Bagaimana tidak kaget jika melihat sesosok cowok yang memakai face mask berwarna putih, baju putih, celana pendek cream, dan lebih parah nya ia juga memiliki kulit yang putih.

"Lah, kok malah pingsan sih?"

"Ada yang salah sama gue ya?" cowok itu tidak menyadari apa yang membuat Neila tidak sadarkan diri.

"Apa jangan-jangan gue kegantengan kali ya?" tanyanya sendiri.

"Si bego," kesalnya

"Tolongin itu anak orang goblok!" hardiknya sendiri.

*****

SeaglassWhere stories live. Discover now