Episode 1

1.4K 23 8
                                        

Sebuah mobil terlihat memasuki sebuah tempat yang indah. Indah banged. Itu adalah sebuah istana. Sebuah istana megah, berwarna putih ada ditengah-tengah lapangan yang luas. Untuk pemandangan pertama, istana di drama ini cool banged.
Mobil itu adalah mobil sang putera mahkota, Putera Mahkota Inn (Ong Chai Inn). Ia baru saja pulang dari Inggris karena kerajaan ingin ia kembali. Ia disambut oleh sekretaris kerajaan dan mengatakan " Selamat datang di istana kerajaan yang mulia pangeran Inn. Yang mulia Thada, yang mulia ibu suri dan Ratu Rachawadee menuggu di ruang kerajaan"

Awalnya Inn ingin istirahat sebentar "Bisakah kai memberiku waktu sebentar?" ,
tapi sekretaris mengatakan "maaf yang mulia, yang mulia raja memerintahkan agar kau menemuinya sekarang juga" .

Sementara itu di dalam istana, Raja, Ratu dan Ibu Suri sedang membicarakan sesuatu dengan serius. Mereka membicarakan mengenai pernikahan kerajaan.
Mereka harus segara mempersiapkan pernikahan itu sesuai dengan tradisi yang ada.

Dan mereka harus menepati janji raja sebelumnya pada sahabatnya. Sahabat yang setia bersama raja disaat-saat sulit.
Janji untuk menikahkan keturunan mereka.

Raja bertanya dimana keluarga sahabat raja terdahulu itu tinggal, tapi ibu suri mengatakan mereka masih harus menemukan mereka.
Ratu khawatir rakyat biasa akan menikahi keluarga kerajaan, "apakah cocok dan mereka juga belum mengenal keluarga sahabat raja itu."
Tapi Ibu suri mengatakan janji adalah janji dan mereka harus menepatinya.

Ditengah pembicaraan. Inn datang menyapa mereka. Raja mengatakan " apa kau tahu bahwa kau kembali kesini untuk menikah?"  Tanya Raja.
"Kalian sudah memutuskan jadi untuk apa pendapatku". Jawab pangeran dengan kesal.

Meski begitu Ibu suri ingin bertanya pendapat Inn. Raja menambahkan meski keputusan tidak akan berubah. Inn harus menikahi gadis pilihan kerajaan.

Inn yang sedang bad mood keluar istana menuju halaman dan merenung. Ia teringat sesuatu sebelum ia kembali ke Thailand.

Inn selama ini belajar di luar negeri, di Inggris bersama pacarnya, Minnie. Sebelum pulang, Minnie membantu mengemasi barang Inn.
"Aku tidak ingin pergi, aku ingin bersamamu disini" kata Inn kepada minnie.

Minnie hanya bisa menghela nafas dan mendekatinya. "Mari kita berfoto" Inn mengajaknya berfoto. Tapi ternyata ia rekaman bukan foto.
"Hey inn kau merekam vidio bukan?" Minnie tertawa. Kemudian Inn jadi serius "menikahlah denganku" tanya inn
Minnie terkejut, ia mengambil ponsel Inn dan bicara serius padanya.

"Inn.. usia kita masih sangat muda, kita belum siap. Aku masih ingin mengejar impianku, ada banyak peraturan di dalam istana. Aku pasti tidak bisa melakukannya. Maafkan aku, dan olimpiade sebentar lagi, aku ingin menjadi memanah yang handal."
Jadi ia menolak lamaran Inn.
Inn diam saja.

Minnie kemudian mengajak Inn berfoto, saat itu ia mencium pipi Inn. Inn terkejut. "Tunggu aku, jika kau mencintaiku" minnie meminta Inn untuk menunggunya

Inn tidak menjawab. Minnie memeluknya. Inn merahasiakan mengenai rencana pernikahannya.

Raja dan Sekretaris memperhatikan Inn dari jauh. "Yang mulia Pangeran sepertinya tidak senang bahwa di harus segera menikah, aku takut...." Sekretaris mengatakan kalau inn tampak sedih hari itu.
" dia harus tahu posisinya, untuk apa dia dilahirkan! " ucap Raja
Raja kelihatannya sakit , "yang mulia! Aku rasa anda harus masuk dan istirahat" Sekretaris memintanya untuk beristirahat
Aku rasa ini alasan kenapa pernikahan Inn dipercepat.



Sementara itu di rumah tokoh utama wanita, Khaning. Khaning sedang menggambar. Ia punya impian menjadi pelukis ternama seperti Van Gogh.

"Princess hours" Stories to obsess over. Discover now