Adriana sapitri adalah nama gue, panggilan gue adalah Adrina, gue adalah anak kedua dari dua bersaudara gue memiliki seorang abang yang bernama Dio kusuma putra.
"ABANGGGG!!!"
"Ayooooooo cepetann ,elahhhh lemot amat sih lo jadi orang, ntar telat niii.. "Sambil menggedor-ngedor pintu kamar mandi Dio.
"Bentaran kenapa sih masih ada lima belas menit lagi, makan aja dulu sana", ujarnya dari dalam kamar mandi
Aku tinggal berdua dengan Dio, kedua orang tua kami sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, gue memutuskan untuk tinggal bersama Dio karena dia adalah satu-satunya abang yang gue punya
Gue adalah siswi baru di SMA Pelita Murni, gue pindahan dari Bandung karena orang tua gue yang lebih sering mengurus pekerjaannya di Jakarta
banyak sekali siswa siswi yang berlalu lalang memakai seragam sama seperti yang gue kenakan sekarang
Gue adalah murid baru di kelas XI Ipa 2.
Buukkk!!!
Seketika ada benda keras yang menghantam bahu dan membuat si pemilik tubuh terhenyun jatuh kebawah
"Aduhh....!! Eh kalo jalan tu pakai mata ya! Sakit tauuu!!!" sambil meringis kesakitan dan mengibas ngibaskan tangan untuk menghilangkan pasir
"Sori.... Sori.. Gue gak sengaja " kata cwok tersebut sambil berlari jauh tanpa dosanya yang telah membuat orang jatuh kelantai
"Elahhh!!!dasar cowok gak tau diri, udah nabrak ehh guenya gak ditolongin, dasar!!!" rutuk nya
Eza segera menolong Adriana untuk segera berdiri "lo gak papa kan dri? Ayo bediri ntar baju lo kotor lagi" sambil Eza menarik tangan ku agar aku dapat berdiri
"Gak papa kok za, emang ya tuh orang udah nabrak gak ditolongin lagi gue nya! " sambil berdiri dengan muka masam.
"Tittttt... Titittt...."bunyi kelakson mobilnya Dio di depan gerbang sekolah karena Dio menjemput ku pulang
"Za gue deluan ya ,abang gue udah jemput" Seraya aku berlari menuju mobil Dio. Dan Eza hanya mengacungkan jempolnya
"Gimana dengan sekolahan baru lo? Lo ngak berbuat macam-macan kan?" introgasinya
"Ya engak lahh, gak mungkin lah gue berbuat yang aneh-aneh gue kan baru disana gimna sih lo"kata ku dengan wajah yang meyakinkan.
"Bagus lah kalo gitu" balasnya sambil menaikkan alis sebelah kanannya
Sampai nya dirumah gue segera melepaskan sepatu dan segera memasuki kamar untuk beristirahat
"Sori... Soriii... Guee gak sengaja " tiba tiba gue mengingat perkataan cowok yang nabrak gue disekolah tdi
"Kok tiba tiba gue inget sama tu cowok yaa, emang tu cowok siapa? Ahhhh kenapa gue mikirin tu cowokk sihh gak ada kerjaan lainn apa,sampai sampai mikirin tu cowok yang gak tau diri itu!! " bangun dari rebahan dan segera menggambil handuk untuk mandi
"Eh kenapa lu, temenung aja dari tadi, mau makan atau ngaduk-ngaduk nasi doang sih?!"Dio mengejutkan dengan menepuk bahu ku dari belakang
"Paan sih di, kepo amat ,dah ah gak selera gue makan gue mau tidur dulu kekamar!!"sambil menjatuhkan sendok ke piring dan meninggalkan Dio di ruang makan
Pukul menunjukkan 06:00
"DOR!! DOR!!! Adrianaaaa.... Bangunnn.. Dah pagiii.... Sekolah.."
sudah ku tebak itu pasti suara ketokan pintu Dio,aku hanya senyum mendegarnya,dan seraya membuka pintu kamar dan menatap Dio dengan tersenyum tipis
"sabar napa sih,udah siap juga dari tadi,santai donggg," seraya aku menutup pintu kamar untuk turun kebawah
"non ni dimakan dulu sarapannya"seraya bibi menyiapkan sarapan
"di masukin tempat bekal aj bi ntar makannya di mobil"kataku sambil memasang sepatu di ruang tengah
"Iya non" bibi mengambilkan tempat bekal dan segera masukkan bekal kedalam tas dan
"Ini non bekalnya" ucap bibi lagi memberi bekal yang telah disiapkkannya tadi
"Makasih bi, dri berangkat dulu ya bi" balasnya dengan senyum dan pergi masuk kedalam mobil Dio
"Ntar lo baliknya sendiri ya, gue ada kelas tambahan di kampus jadi gue gak bisa jemput lo pulang" Dio akhir akhir ini memang lagi sibuk untuk menyelesaikan makalah nya untuk ujian akhir dan wisuda,
"yeee lagi pula lo kan emang jarang bnget buat jemput gue pulang sekolah, toh gue seringnya pulang sendiri juga naik angkot"sambil memakan roti yang di bawakan sama bibi tadi
"Hmmmm... Serah lu dehhh"
BHUKKK...
Tiba tiba mobil yang kendarai Dio berhenti mendadak hampir kepala ku menghamtam dasbor mobil
"ASTAGAAK DI!! lu nabrak anak orang?! "Sambil menatap Dio gugup, Dio keluar mobil untuk memastikan apakah benar dia menabrak seseorang
"lo tunggu didalam aja biar gue yang keluar" ucapnya lagi
aku melihat dari dalam mobil seseorang yang bersama Dio dengan mengingat ingat orang yg berada diluar bersama nya tersebut
"kayak pernah liat tapiiii dimana ya? " dalam hati bertanya tanya, dan benar saja ketika dia memandang kaca depan mobil gue dan gue baru sadar bahwa dia adalah cowok yang gak tau diri yang nabrak gue kemarin
"sori sori gue ngak liat kalau lo jalan di depan" ucap Dio meminta maaf
"Its oke gak papa" balasnya dan berlalu pergi meninggalkan Dio
D
io pun akhirnya masuk kedalam mobil lagi
"Gimana tu orang ada luka? "Kata ku sambil meminum air putih di dalam botol minum
"Gak ada gak apa apa tu orang, biarin ah yg penting dia ngak apa apa "timpal Dio sambil memasang sabuk pengaman dan menjalan kan kembali mobil tersebut
Tak terasa akhirnya mereka pun sampai di depan gerbang SMA Adriana
"Baik baik belajar tu jangan main main"seraya Dio membuka kaca mobil
"Iya iya aman tu"kata ku sambil memandang malas Dio yg berada di dalam mobil
Hyy gess jadi sesuai janji aku kalo urusan sekolah aku udah selesai aku bakalan ngerevisi wp aku dan aku udah mulai revisi ya😊😊
Tapiii satu demi satu ya aku revisinya biar gak melenceng lagi ceritanyaa okheyy
😘😘😘
See you next part gess❣️❣️
YOU ARE READING
My Bad Boy
Teen FictionAku bukan barang yang dengan mudahnya dijadikan bahan mainan dirimu ,awalnya aku nyaman tapi kenyataannya kau malah membuat kenyamanan itu sirna Aku memang menyukai dirimu, tapi sayangnya kau sendiri yang membuat semua nya hilang begitu saja, tapi a...
