part 1

33 1 0
                                        

Pagi ini aku mulai kembali berangkat kesekolah karena 2 minggu yang lalu aku mengikuti lomba di kompetisi cerdas cermat fisika yang dikirim oleh guruku untuk pergi ke semarang.

bukan hanya aku saja yang mengikuti lomba itu ada 4 orang yang dikirim dari sekolahku yaitu aku,Revina,angel,dan juga Revan.

Mereka bertiga mengikuti olimpiade kimia berbeda denganku,karena mereka menganggap fisika itu pelajaran yang bikin mereka paranoid,takut,menyeramkan dan segala jenis mereka definisikan

Aku berjalan di koridor bawah SMA untuk menuju kekelas ku tapi sebelum itu aku akan memperkenal kan diriku

Namaku DENA ANGELINA PUTRI. Anak perempuan kelas 2 ingin naik kelas 3 yang bersekolah di SMAN 5 ELANG di kawasan Bandung barat.
Aku jago fisika di kelas,maka dari itu guru guru disini sering mengirim ku ke olimpiade olimpiade fisika. Aku mempunyai Mamah dan dia single parents. Papah udah pergi disaat umurku masih 3 tahun,papah pergi masih meninggalkan bekas di keluarga ku... hmm sudahlah.

Aku di sebut cewe paling polos dan gapeka saking ga peka dan saking polos nya aku ga pernah tau apa itu pacaran, pacaran itu cewe cowo saling berhubung kasih kah? Atau cewe cowo yang sering berduaan bareng? Atau juga cewe dan cowo yang saling membahagiakan?

Tapi ntah lah aku gatau...tapi yang penting aku bisa bersahabat sama seseorang cowo tanpa ada perasaan.

"DOR!!"

Aku terkejut saat aku melewati koridor bawah sekolah.

"Hy denaa....yaampun denaaa loo tau gaa si gueee kangen loo" mereka berdua langsung memeluku dari belakang.

"Eh bukan lo aja,gue jugaa"

"Ih kalian ngagetin tau ga,untung aja gue gak punya penyakit jantung coba kalo adaa terus juga lebay amat si baru 2 minggu juga gue ga masuk ". raut muka sebalku di lontarkan kepada mereka berdua, siapa lagi kalo bukan sahabatku

Andini Safitriyana si cewe pendek,mungil,imut,lucu, suka comblangin dan suka banget sama yang namannya motivasiin orang lain.

Dan

Raffi Rizky, cowo yang lumayan.baik,ganteng,pinter,dan pandai banget menjaga solidaritas.

"Ih gapapa sii,lagian lo lama banget olimpiade nya udah mah yang di olimpiadein pelajaran fisika uhh gilaaa" andini mendramatiskannya

"Biarin dong biar gue nambah pinter kan kalo gue tambah pinter gue ntar bisa ngajarin lo lo juga kan" sahutku,sambil berjalan di koridor bawah menatap anak anak lain yang sedang berlalu lalang menuju kelas nya masing masing

Sebentar lagi bel akan berbunyi.

"Coba deh gue lihat kepala lo,gue telitiin" ucap Rafi,seraya mengacak ngacak rambutku yang panjang sebahu.

"Ih apaan sih lo"

"Barangkali aja kepala lo botak gara gara mikirin mulu rumus fisika hahaah"

Mereka berdua tertawa,menertawaiku aku masih menatap mereka dengan antusias

"Iyaa bener ya raf pantesan gue liat rambut si dena tuh rada rada pirang gimana gitu ya kan dulu nya lebat tuh" ucap andini masih dengan tawannya.

"Udh tawannya" ketusku "jahat banget si kalian gue masuk udah di bully aja"

"Gapapa kan bully lo itu hobby kita berdua karena lo itu terlalu polos lugu banget aduh" andini menepuk bahu ku

"Dan juga lo itu gapekaa" tunjuk rafi ke arahku.

Kami berdua berhenti di sebuah kursi kelas kita bertiga,sebelumnya aku sudah di sapa hangat oleh teman temanku dan memberiku banyak pertanyaan tentang olimpiade itu.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Jun 05, 2018 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

POSESIFHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora