prolog

229 13 10
                                        

Matahari semakin terik, tidak membuat gadis yang berada dalam selimut terusik.
Padahal jam sudah menunjukkan pukul 12:00 siang.

" tok..tok.. Non bangun non " ujar inah dari balik pintu

Suasana kembali hening, nampaknya sang majikkannya belum terbangun dari tidurnya.

" non bangun non, ada den Rangga di depan "ucap inah dengan suara yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Sunyi. Tidak ada jawaban sama sekali.
Dengan perasaan kesal inah menarik nafasnya dalam-dalam

" nonnnnn.. Bangun ada den Rangga di depan "
" bibi... Berisik gue masih ngantuk " ucapnya dari balik selimut.
Selalu seperti ini setiap kali inah membangunkan majikkannya. Tapi inah tidak mudah menyerah dengan jurus andalannya yang inah yakin bakal berhasil, inah kembali berteriak.

" non bangun atau bibi siram kucing kesayangan non "

" bibi jangan apa-apain embul " dengan mata yang masih terpejam ia bangun dari tempat tidurnya.
Duk.
" damn shit, kening gue " ujar ia sambil mengusap-ucap keningnya yang nampak merah.
Sedangkan di balik pintu inah hanya bisa mengelus dada dengan kelakuan majikkannya yang tidak ada manis-manis nya.

" non bibi ke bawah ya, mau bikini minum buat den rangga "
Ucap inah kemudian pergi

•••

Dengan sedikit malas ia berjalan menuju kamar mandinya. Tak perlu waktu lama baginya untuk membersihkan diri sekitar 10 menit ia keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua menuju ruang tamu untuk menemui Rangga kekasihnya
" Ngapai lo kesini ? " Tanya ia dengan wajah datar " lo tahu kan hari ini gue libur kuliah ? Itu artinya jadwal gue istirahat" dengan kesal ia melanjutkan ucapannya.
" aku mau ajak kamu jalan sayang " jawab Rangga dengan senyum yang mengembang
" jalan ? Gak. Gue mau istirahat. Lebih baik lo pulang "
Setelah mengucapkan itu ia kembali menaiki tangga untuk kembali kedalam kamarnya. Final. Dengan berat hati Rangga keluar dari rumah kekasihnya. Jika kekasihnya sudah mengatakan ingin istirahat itu artinya Rangga harus mengalah.

•••

Mentari Rindu Wijaya adalah gadis dengan wajah cantik. Dia adalah mahasiswa sastra seni semester akhir. Mempunyai wajah cantik dan tubuh yang sempurna ditambah otak yang encer membuat Rindu selalu di kelilingi banyak orang. Namun sayang Rindu mempunyai mulut yang pedas dan minimnya ekspresi terlebih tingkahnya tidak secantik wajahnya, karena Rindu adalah gadis dengan pergaulan bebas. Hanya dua sahabat yang ia miliki.






Hallo kakak-kakak, maaf kalau ceritanya muter-muter atau banyak typo maklum baru berani nulis saya mahh.. Apa lagi ini pengalaman pertama di dunia orange meski udah bergabung 1 tahun yang lalu.. Masih butuh saran dan kritik dari kakak-kakak semua

Selamat membaca
By pacarnya manurios :*

Rindu Yang BertasbihWhere stories live. Discover now