twelve

36 4 1
                                    

Shinta

Dengan berjalannya waktu perubahan dari fais pun mulai terlihat alhir akhir ini. memang, gue sebel sih liat dia banyak ulah. But i'm miss. Aku benar benar rindu ulahnya yang konyol.
Tak lama dengan lamunannya suara viona mengagetkanku. "Kantin kuyy!!" Ujarnya dengan melambaikan uang yang ada pada tangannya. "Eh gue bawa mimum kok" kata viona dengan bergegas mengambil minumnya." Lo ga bawa mantan juga vi, upssss 😀"  dengan nada seperti itu membuat viona dan serta merta gue pun ngakak. Masa mantan dibawa bawa, mau ditaruh dimana tuh mantan.
Sudah lama fais tak mengabarinya lewat sms. Tapi gue tetep berfikir positif aja. Sapa tau hpnya rusak masuk ke mangkuk soto.
"Kuyy ayoo" ujar viona sambil menarik semua teman yang dia lihat, gue gatau misal didepan ada gajah dia narik juga kali ya. Busett tuh anak. "Ayo ayo" ujar gue sambil sedikit tertawa dan menyembunyikan masalah. Dan pada saat itu... DEGGGG!!!!

Dengan tiupan angin yang sangat lebat dan langit mendung yang menyertainya, terlihat fais dan lia berdua dengan saling menyandar. Sungguh rasanya hati gue mau copot dan gue cuma bisa senyum disitu. Seolah olah gue dapet pacar baru. Baru kali ini gue ngarasain sakit bangettttt. Dan pada saat itu semua temen gue nyaksiin. Coba bayangin ya. Gilaa...

"Shin lo knapa?"
"Gue gapapa?"
" lo ngelamun dari tadi?"
"Apaan sih,sapa juga yang ngelamun. Ngaco loh." Ujarku seolah olah itu semua bohong.
"Mikir yang tadi ya. Udah lah shin, Fais itu ga baik buat elo.
"Tuh liat gimana mesranya mereka kekantin bareng" ucap yufa
Sambil penasaran aku pun menoleh kebelakang sambil menaruh beberapa bagian rambutku kebelakang telinga. Dan sekali lagi aku tersakiti oleh itu.

Sesampai dikelas gimana rasanya sih kalo pacar lu direbut sama temen sebangku lo sendiri. Sakitt banget kan??. Dan gue hanya bisa nyembunyiin perasaan ini.

"Shin,knapa kok ngelamun aja?" Ujarnya dengan menggerakkan tanganku yang tersandar dimeja
"Gapapa kali, gue cuma mikir aja. Banyak banget tugas yang harus gue selesein hari ini" ujar gue dengan wajah bahagia dan tersenyum.

"Eh li lo kliatan seneng banget??" Alasan gue buat mancing omongan
"Iya ." Ujarnya dengan tersipu malu. Dan akupun segera memasukkan handseat dikedua telingaku. Dan pada saat itu sedang jamkos enak banget nih.

Sampai dirumah rasa sakit itu tetep gabisa ilang walau gue udah baca novel beberapa kali,dengerin musik,nonton film. Rasanya tuh gamau kluar sakitnya.

Gue bakal ilangin semua tentang dia dan gue gabakal pernah nganggep dia ada titik. Gue bakal rubah semua sifat yang ngebuat gue sakit hati . Gue bakal bersikap seolah gue murid baru dan pura pura tenang. Kalo emang itu yang bisa buat dia bahagia aku akan menjauh untuk kebahagiannya.

Matahari mulai menunjukkan cahayanya. Disitu aku nunggu bus trans buat kesekolah, gue udah pamit ma ortu dan disitu gue duduk dan ngebiarin rambut pirang gue terurai dengan disambut angin yang kencang. Pada saat aku melihat jam tangan yang menunjukkan pukul 06.30 WIB. Telinga gue raasanya kayak pernah denger suara motor itu . Dan tak lama seorang cowok datang dengan menggunakan ninja berwarna hitam yang menggunakan seragam sekolah datangbdan menepi kearahku. Aku merasa bingung, senang, dan marah. "Cantikk, bareng yukk" ujar fais yang tidak punya dosa dengan memberikan tumpangan.
Sejenak aku memang senang dan ingin mengambilnya, lalu aku teringat akan dia bermesra dengan lia. Hal itu membuat aku menolak semuanya." nggak usah, gue bisa brangkat sendiri" ujar gue dengan bersikap dingin dan menjauhkan pandangan gue ke sisi lain.

"Yakin??" Ujar fais dengan membenarkan tatanan rambut yang rusak karena helmnya.
"Yes , i don't need help" ujarku dengan berjalan menjauh darinya,sebisa mungkin, agar hati ini tak terlalu sakit dan mengingat semua kelakuan kejinya pada Lia.



FaiSintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang