☆☆☆
Deru motor terdengar di halaman SMA Garuda. Suasana yang sepi mampu membuat beberapa orang yang mendengar deru motor itu menutup telinganya.
Reynan memarkirkan motor sport hijaunya di parkiran sekolah. Melepaskan helmnya dengan santai lalu turun, berjalan melewati lapangan sembari merapikan rambutnya dengan jarinya. Hal itu membuat kaum hawa yang ada dilapangan memekik alay tidak jelas dengan kencang.
Reynan akui, dirinya itu tampan!
Ia, memang dirinya tampan!
Reynan melihat jam yang melingkar pada lengannya dan ternyata sudah menunjukan pukul 07.45, yang artinya KBM sedang berlangsung. Ah, pantas saja koridor sepi!
"REYNAN PRADIPTA!"
Teriakan tiba-tiba membuat Reynan menghentikan langkahnya dan membuat dirinya berbalik. Ah, ternyata Bu Intan, guru lebay yang pernah Reynan temui.
Reynan menatap santai Bu Intan sembari membetulkan letak tasnya. "Ada apa Bu?"
Bu Intan mendelik. "Ada apa kamu bilang? Kamu sadar tidak? Ini itu sudah siang, jam berapa sekarang? Kamu tidak punya jam? Makanya beli! Kamu ini kenapa? Jam segini kok berjalan-jalan dikoridor, telat lagi kamu? Wah, hebat kamu! Niat sekolah tidak sih kamu? Setiappp hariii, selalu berurusan dengan saya. Tidak ada bosannya ya kamu? Coba tuh liat buku BK, kamu selalu ada perbarisnya. Ya ampun Reynan, sadar diri nak! Sadar! Kenapa kamu telat? Apa perlu saya ingatkan tata tertib bi--"
"Habis nonton bokep Bu,"
Sudah, hanya itu.
"Reynan! Awas kamu!"
Ah, masa bodo! Reynan terus berjalan tanpa memperdulikan pekikan Bu Intan.
Langkah Reynan melambat ketika dirinya mendengarkan suara. Jika dipikir-pikir, setahu Reynan ini adalah salah satu musik pengiring tarian Jawa.
Reynan mendekatkan dirinya kearah suara dan sampailah dirinya didepan pintu ruangan yang bertuliskan 'ruang tari'. Ah, ternya ruang tari. Pantas saja!
Reynan menengok kedalam ruangan. Seorang perempuan dengan mengenakan sampur dan topeng sedang menari dihadapan kaca dengan tarian yang menurut Reynan dilakukan dengan sangat serius.
Jika dilihat-lihat dari postur tubuhnya, Reynan mengenalinya. Ah ya, Reynan tahu! Reynan melebarkan senyumnya, itu adalah musuh manisnya.
Kesempatan! Sorak Reynan dalam hati.
Dengan usilnya, Reynan mendekati alat pemutar musik dan mematikannya. Lalu melipat kedua tangannya didepan dada dan menengok ke arah perempuan yang tadi menari.
Dilihatnya, perempuan tadi sudah menghentikan tariannya dan melepaskan topengnya. Memperlihatkan muka kesal perampuan tadi. Menurut Reynan, inilah muka terlucu yang pernah ia lihat. Reynan terkekeh pelan melihatnya.
Perempuan itu memandang sekitarnya dan menemukan seseorang yang sangat-sangat harus ia hindari sedang terkekeh pelan. Itu adalah musuh troubelmakernya! Dan dia, musuhnya sedang menertawakan dirinya. Ia, menertawaknannya!
Dengan angkuh, peremuan tadi menatap Reynan dengan mengangkat dagunya. "Ngapain lo?!" Tanyanya ketus.
Ah ya, ini adalah ciri khas musuh Reynan.
Alih-alih menjawab, Reynan malah mengolok-olok perempuan yang ada dihadapannya. "Oh, jadi seorang musuh Reynan Pradipta, Breely Vyrelyna bisa bolos juga?"
"Terserah gue lah! Hidup-hidup gue!" Sarkas perempuan bernama Vyrel.
"Jadi, terserah gue juga dong mau gue ngapain." Balas Reynan dengan senyum kemenangan.
Shit! Vyrel baru ingat bahwa musuhnya ini sangat lihai dalam mempermainkan perkataannya. "Lo tuh ya, bisa nggak sih sehariii aja nggak ngeganggu gue? Heran gue sama lo!"
Reynan terkekeh mendengarkan unek-unek Vyrel. Inilah yang disenangi Reynan pada musuhnya, musuhnya yang blak-blakan mengatainya. "Gini ya Vy, kalau pun gue bisa, udah dari dulu gue lakuin musuhku tersayang..."
"Lo--"
"Apa?"
"Ish!"
"Napa? Ayo, keluarin lagi unek-unek lo yang masih lo--"
"Reynan! Vyrel! Apa yang kalian lakukan berdua disini?"
Shit! Itu adalah Bu Intan. Vyrel mengumpat kesal, baru pertama kali dirinya membolos, tetapi sudah tercyduk oleh guru BK. Semua ini karena Reynan! Iya, Reynan!
"Eh, a-nu Bu--"
"Sudah-sudah! Kalian ibu hukum. Hormat pada bendera sampai jam istirahat pertama selesai, dan sumbangkan uang saku kalian di Mushala. Sekarang!" Sarkas Bu Intan.
Dengan gontai, Vyrel melangkahkan kakinya keluar, diikuti Reynan.
Sepertinya, hari ini Vyrel harus berdekatan dengan musuhnya.
☆☆☆
KAMU SEDANG MEMBACA
Wees Myne
Fiksi RemajaBreely Vyrelyna, cewek cantik pemilik hobi menari tradisional. Hidupnya yang selalu terpenuhi bak "Tuan Putri", tidak membuatnya merasa bahagia. Vyrel hanya ingin kebahagiaan. Vyrel hanya ingin menjadi dirinya sendiri. Ya, hanya itu. Dan, hanya wakt...
