Trust : Tsunagaru Kara
By
KucikiNaruki-chan
:::Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto:::
:::Rate : M (kekerasan):::
:::Genre : Drama, fantasy, hurt/comport, tragedy, romance:::
:::Warning : OOC, AU, EYD, Typo's:::
:::Pairing : SasuFemNaru:::
:::NOTE::
1. Naruto Uzumaki/Namikaze : Dewa Matahari, Amateasu, sang Pencerah, Ashura, Zangetsu.
2. Uchiha Sasuke : Dewa Bulan, Tsukuyomi, sang Petaka, Indra, Shirayuki.
Prolog
Langit mengalami kegelapan. Para dewa dan dewi gemetar melihat kobaran api yang melahap apapun. Satu-persatu tembakkan bola api menghanguskan penduduknya. Para dewa dan iblis memerhatikan kehancuran yang semakin mendekati mereka.
Matahari tidak lagi bersinar, cahayanya padam karena kemurkaan. Jauh di sana, pembantaian terjadi. Kilat yang menyambar tidak bisa menandingi mata yang membenci. Gemuruh halilintar memekakkan telinga, menandakan hati yang terbakar amarah.
Hembusan angin tidak bisa menyejukkan sang hati. Mata kelam itu membulat, air matanya mengalir tanpa diperintah. Di sana tergolek seorang pria bersimbah darah. Dada bidang itu penuh tusukkan pedang. Benda tajam itu menghunus begitu dalam, membuat nyeri sang gadis yang melihatnya.
Kepala bersurai malam menggeleng tiada berdaya. Air mata mewakili keluhnya sang bibir untuk berucap. Kaki melangkah seakan membawa godam, begitu berat melangkah. Bibir gemetar hebat, wajah putih itu sudah basah akan air matanya.
Tubuh yang mengenakan pakaian hitam bersimpuh tiada daya, tangannya gemetar hebat untuk menghampiri sebuah jasad yang sudah ditinggalkan sang nyawa. "Ke-kenapa kau diam? Aku sudah datang?" suara itu gemetar, bahkan sang empunya bisa merasakan giginya beradu karena amarah dan ketakutan.
"Buka matamu," katanya menghampiri wajah sang pria yang bernodakan darah. Jemari lentik mendingin, merasakan kehidupan tidak lagi bersama pria ini. Tangis itu pecah, jeritannya menghantarkan kilat menyambar di langit. Tangan membawa kepala secerah mentari kepelukannya.
Para dewa mengalihkan mata, tidak kuasa melihat kesedihan yang ingin membakar gadis tersebut. Tubuh itu gemetar hebat, ia terisak dalam ketidakrelaan ini. Hujan satu-persatu membasahi tanah, mewakili jeritan sang gadis yang meminta pelindung hidupnya dikembalikan.
"Uzumaki, kembali kepadaku," katanya dengan manik yang mengharap. Melihat kebisuan yang terjadi, menambah derasnya air mata. Ke dua lengan ringkihnya merengkuh sang kekasih begitu erat, seakan jasad itu akan musnah darinya.
Angin dan hujan menjadi satu, memadamkan kobaran api yang ingin melahap penduduk langit. Dingin udara tidak bisa menembus kulit yang menahan amarah dalam diri. Perlahan tubuh itu menegak, di letakkan kepala sang pria di atas tanah. Mereka semua hening, melihat perempuan itu perlahan mengangkat kepalanya.
Mereka semua tersentak, ketika mendapati manik kelam itu semerah rubi. Mata dihiasi tiga tomoe, tubuhnya gemetar menahan amarah yang tidak bisa dibendung lagi. "Kalian menyaksikan, tapi hanya diam membisu. Keserakahan menggelapkan mata kalian." Kilat menyambar hebat dengan berputarnya tiga tomoe itu.
YOU ARE READING
Trust : Tsunagaru kara (SasuFemNaru)
Fanfiction20+ (Ada adegan kekerasan) Dia titisan dewa iblis, dewa kematian, dia sang hitam, dia malapetaka. Jangan ada yang membantahnya, perkataannya mutlak. Dia anak dari dewa neraka. Semua armored itu melingkupi Sasuke Uchiha dalam kehidupannya sebagai pen...
